Wednesday, April 8, 2009

Dialektika Zainuddin dan Hayati

Perkataan Zainuddin di dalam suratnya kepada Hayati ketika mendengar khabar tunangan Hayati dengan Aziz.

[….] Ah Hayati, kalau kau tahu! Agaknya belum pernah orang lain jatuh cinta sebagaimana kejatuhanku ini. Dan bila kau alami kelak agaknya tidak juga akan kau dapati cinta sebagai cintaku. Cintaku kepadamu lebih dari cinta saudara kepada saudaranya, cinta ayah kepada anaknya. Kadang-kadang derajat cintaku sudah terlalu amat naik, sehingga hanya dua orang yang menandingi kecintaan itu, pertama Tuhan dan kedua mati. [....]

[….] Ketahuilah, bahwasanya orang yang akan menyukai kecantikanmu dalam dunia ini akan banyak bertemu. Orang yang menambah kemuliaanmu dengan harta-bendanya bukan sedikit. Tetapi yang akan cinta kepadamu sebagai cintaku, sungguh engkau tak akan bertemu, percayalah perkataanku, percayalah ! [....]

[….] Jangan sampai terlintas dalam hatimu, bahwa di dunia ada satu bahagia yang melebihi bahagia cinta. Kalau kau percaya kebahagian selain cinta, celaka diri kau. Kau menjatuhkan ponis kematian ke atas diri kau sendiri ! [….]

 

Jawaban Hayati kepada Zainuddin setelah tiga kali berturut-turut Zainuddin mengirimkan surat tentang kedukaannya yang sangat mendengar pertunangan Hayati.

[....] Kita akan sama-sama menangis untuk sementara waktu, laksana tangis anak-anak yang baru keluar dari perut ibunya. Nanti bilamana dia telah sampai ke dunia, dia akan insaf bahwa dia pindah dari alam yang sempit ke dalam alam yang lebih lebar. Kelak tuan akan merasai sendiri bahwa hidup yang begini telah dipilihkan Allah buat kebahagiaan tuan. Allah telah sediakan hidup yang lebih beruntung dan lebih murni untuk kemaslahatan tuan di belakang hari.

Tuan kan tahu bahwa saya seorang gadis yang miskin dan tuanpun hidup dalam melarat pula, tak mempunyai persediaan yang cukup untuk menegakkan rumah tangga. Maka lebih baik kita singkirkan perasaan kita, kembali kepada pertimbangan. Lebih baik kia berpisah, dan kita turutkan perjalanan hidup masing-masing menurut timbangan kita, mana yang lebih bermanfaat buat dihari nanti. Sayapun merasai sebagai yang tuan rasakan, yaitu kesedihan menerima ponis itu. Tetapi tuan harus insaf, sudah terlalu lama kita mengangan-angan barang yang mustahil, baik saya ataupun tuan.

[....] Dan saya harap tuan lupakanlah segala hal yang telah berlalu, maafkan segala kesalahan dan keteledoran saya, sama kita pandang hal yang dahulu seakan-akan tidak ada saja. [....]

 

Perkawinan Hayati dengan Aziz tetap berlangsung, dan Zainuddin hanya bermenung terus di dalam kamar. Setelah dua bulan lamanya Zainuddin terkulai di atas kasur, dia kemudian bangkit menginsafi diri, lalu berpindah ke pulau Jawa. Sukses sebagai penulis.

Setelah dua tahun hidup bersama Aziz di Padang Pandjang, Hayati mulai melihat sifat asli dari Aziz setelah mereka berpindah ke pulau Jawa, menuruti pekerjaan Aziz. Rumah tangga keduanya runtuh. Aziz yang jatuh miskin akibat ulahnya sendiri, meminta berlindung di balik bahu Zainuddin; diterima dengan baik. Sampai pada suatu ketika Aziz mengambil jalan pintas mengasingkan diri, meninggal, dan menyerahkan Hayati kepada Zainuddin. Hayatipun meminta kepada Zainuddin menerima dirinya.

[....] “Maaf? Kau meminta maaf Hayati ? setelah segenap daun kehidupanku kau regas, segenap pucuk pengharapanku kau patahkan, kau minta maaf ?

[….] Hampir saya mati menanggung cinta, Hayati! Dua bulan lamanya saya terletak di atas tempat tidur. Kau jenguk saya dalam sakitku, memperlihatkan kepadaku bahwa tangan kau telah berinai, bahwa kau telah kepunyaan orang lain.

Siapakah diantara kita yang kejam, hai perempuan muda? Saya kirimkan berpucuk-pucuk surat, meratap, menghinakan diri, mohon dikasihani, sehingga saya, yang bagaimanapun hina dipandang orang, wajib juga menjaga kehormatan diri. Tiba-tiba kau balas saja dengan suatu balasan yang tak tersudu diitik, tak termakan diayam. Kau katakana bahwa kau miskin, sayapun miskin, hidup tidak akan beruntung kalau tidak dengan wang. Sebab itulah kau pilih hidup yang lebih senang, mentereng, cukup wang. Berenang di dalam mas, bersayap wang kertas. [….]

[….] Tidak! Pantang pisang berbuah dua kali, pantang pemuda makan sisa!”

 

Sebelum pulang ke kampung halaman menggunakan Kapal Van Der Wijck, Hayati menuliskan surat kepada Zainuddin.

Pergantungan jiwaku, Zainuddin !

Kemana lagi tempatku bernaung, setelah engkau hilang pula dari padaku, zainuddin. Apakah artinya hidup ini bagiku kalau engkaupun telah memupus namaku dari hatimu!

Sungguh besar sekali harapanku hendak hidup di dekatmu, akan berkhidmat kepadamu dengan segenap daya dan upaya, supaya mimpi yang telah engkau rekatkan sekian lamanya bias makbul. Supaya dapat segala kesalahan yang besar-besar yang telah kuperbuat terhadap kepada dirimu saya tebusi. Tetapi cita-citaku itu tinggal selamanya menjadi cita-cita, sebab engkau sendiri yang menutupkan pintu di hadapanku: saya kau larang masuk, sebab engkau hendak mencurahkan segala dendam kesakitan yang telah sekian lama bersarang di dalam hatimu, yang selalu menghambat-hambat perasaan cinta yang suci. Lantaran membalaskan dendam itu, engakau ambil suatu keputusan yang maha kejam, engkau renggutkan tali pengharapanku, pada hal pada tali itu pula pengharapanmu sendiri bergantung. Sebab itu percayalah Zainuddin, bahwa hukuman ini bukan mengenai diriku seorang, bukan ia menimpakan celaka kepadku saja, tetapi kepada kita berdua. Karena saya percaya, bahwa engkau masih tetap cinta kepadaku.

Zainuddin! Kalau saya tak ada, hidupmu tidak juga akan beruntung, percayalah ! [....]

Thursday, March 26, 2009

Tadbir dan Adab Sebagai Kerangka Teori Manajemen Islam

Maklum di khayalak ramai, terutama khayalak dengan latar pendidikan ekonomi atau yang berkecimpung di area bisnis, ketika ditanyakan, “apa itu manajemen?” Maka mereka akan kompak menjawab, “manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan (PODC, dalam istilah lebih popular POAC) sumber daya perusahaan untuk mencapai sasarannya”(2). Menurut KBBI dan Kamus Encarta juga mirip seperti itu.
Berbeda dengan jawaban diatas, Peter Drucker menyatakan, “Management is about human beings”(3). Manajemen berkisar pada aktivitas manusia untuk mampu mengerjakan tugasnya, untuk membuat kekuatannya efektif dan kelemahannya tertutupi. Dengan pengertian Drucker, manajemen inheren ada pada manusia, dan bukan lahir dari Perang Dunia I ketika banyak negara sedang berpikir tentang “manajemen” menyerang dan mempertahankan diri dari serangan negara lawan. Oleh itu, pengertian yang benar akan manajemen perlu untuk dipahami oleh praktisi manajemen, dalam kasus ini, semua manusia.

Konsep Tadbir
Manajemen, administrasi, governance, dalam bahasa arab sebagai salah satu arti dari kata “tadbir”, bentuk masdar (verbal noun) dari kata kerja “dabbara al-‘amr”, untuk menyelesaikan urusan sampai akhir. Pengertian istilah yang komprehensif diberikan oleh al-Sayyid al-Sharif ‘Ali al-Jurjani (w. 816 H) dalam kitabnya al-Ta’rif: “al-tadbir al-nazar fi al-‘awaqib bi ma’rifat al-khayr”, menguji/memeriksa akibat-akibat (hasil) dengan mengetahui apa yang baik. Dan, menaruh perkara dengan pertimbangan ilmu tentang akibat-akibat yang dihasilkan (Ijra’ al-‘umur ‘ala ‘ilm al-‘awaqib).
Zaidi merumuskan kembali definisi tadbir sebagai: “pertimbangan seksama intelektual atas akibat (hasil) dari sebuah urusan, kemudian diikuti dengan implementasi jika akibat tersebut adalah baik-tepat atau penolakan jika hasil diperkirakan akan buruk.”(4)
Dengan pengertian tersebut, ada dua aspek penting tadbir dalam pemahaman pemikir muslim otoritatif: Satu, sentralitas hasil akhir (outcomes) dan proses menuju kepadanya, yang oleh itu disebut tadbir. Dua, proses yang dilakukan dan tujuan yang diharapkan merupakan sesuatu yang baik (khayr). Baik bukan dalam arti memilih sesuatu diantara banyak pilihan, tetapi baik dalam arti mencari yang tepat-baik (praiseworthy). Disini, tadbir didasarkan pada adab.
Kata tadbir memang tidak digunakan dalam Al-Qur’an, namun bentuk kerjanya yudabbir diulangi dalam 4 ayat (10: 3, 31; 13: 2; 32: 5).
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. al-Sajdah : 5)


Konsep Adab
Adab dalam pengertian dasar berarti undangan kepada suatu perjamuan (banquet). Suatu perjamuan menyiratkan bahwa tuan rumah telah mengundang para tamu yang memang pantas untuk sebuah perjamuan. Sebagaimana perkataan Ibn Mas’ud tentang al-Qur’an: “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah undangan Allah kepada suatu perjamuan ruhaniah di bumi, dan pencapaian ilmu tentangnya berarti memakan makanan yang baik di dalamnya.” Makna adab diperluas menjadi sebuah disiplin
Berkait pada makna adab, terdapat hikmah, adil, dan kebenaran (haqq). Haqq adalah kebenaran dan realitas sekaligus. Hikmah dalam terminologi yang berarti pengetahuan (ma’rifah) yang tegas dan pasti. al-Attas mengistilahkannya sebagai batas ilmu pengetahuan. Adil mempunyai makna untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dengan demikian, untuk dapat menjadi adil seseorang harus melalui pintu hikmah.
Dengan pengertian akan kata-kata kunci tersebut, makna adab diperluas secara lugas sebagai: “pengenalan dan pengakuan tentang hakikat bahwa pengetahuan dan wujud bersifat teratur secara hierarkis sesuai dengan berbagai-bagai tingkat dan derajat-tingkatan mereka dan tentang tempat sesorang yang tepat dalam hubungannya dengan hakikat itu serta dalam hubungannya dengan hakikat-realitas itu serta dengan kapasitas dan potensi jasmaniah intelektual maupun ruhaniah seseorang.”(5)
Manusia sebagai sebuah alam kecil (mikrokosmos) mempunyai dua aspek al-nafs al-natiqah (jiwa rasional) dan al-nafs al-hawaniyyah (jiwa hewaniah), mempunyai tuntutan untuk dapat menerapkan adab pada dirinya sendiri, yang menurut perumpamaan al-Ghazali dalam kitab ‘Ajibul Qulub sebagai sebuah pengaturan “Negara” di dalam diri. Sehingga adab bukan hanya tentang hubungan antara manusia dengan manusia, melainkan juga manusia dengan dirinya sendiri, dan secara lebih luas manusia dengan segala Ciptaan Tuhan, dan secara transendental dengan Penciptanya,

Tadbir berbasiskan Adab Sebagai Kerangka Teori Manajemen Islam
Memasukkan adab dalam proses tadbir membentuk sebuah proses manajemen yang bertolak-ukur pada kebenaran dan keadilan, yang dapat diistilahkan dengan “virtuous management”(6). Karakterteristik manajemen yang dihasilkan dalam kerangka tadbir dan adab, sbb:

  1. Pengenalan dan pengakuan yang tepat pada aspek teori dan praktik dalam manajemen sebagaimana juga dengan setiap elemen yang terdapat dalam setiap aspek.
  2. Pengenalan dan pengakuan yang tepat pada ragam macam dan tingkat dari tujuan-tujuan (goals).
Tujuan atau sasaran yang ditetapkan manajemen harus dievaluasi melalui kacamata adab, ditempatkan pada tempat yang tepat, membentuk suatu sistem hierarki yang kemudian menentukan metode dan strategi yang berbeda dalam keputusan manajemen. Terdapat pembedaan dalam hasrat (desire) alamiah dan hasrat yang ingin didapat, antara kebutuhan dasar (dharuriyah), keinginan (hajiyah), dan pelengkap (tahsiniyah). Dalam Islam tujuan terakhir (ultimate goal) adalah memperoleh kebahagiaan dengan melihat Allah swt di hari akhir. Untuk alasan inilah maka tidak ada mengejar tujuan yang bersifat tidak agamis, atau didorong oleh pertimbangan pragmatis dan azas manfaat.
3. Pengenalan dan pengakuan yang tepat pada ragam wewenang dan strata dalam manajemen dengan memberikan perhatian khusus secara mengakar pada diri pribadi.
Penjelasan yang saksama tentang ini dapat dipahami dengan memperhatikan perkataan al-attas, “Maksud dan tujuan etika di dalam Islam pada akhirnya adalah untuk perseorangan,” dan “Kita mengetahui bahwa di dalam analisa terakhir (ultimate) adalah selalu untuk diri pribadi,” dan “…setiap orang pada kenyataannya memang harus memikirkan dan berbuat untuk keselamatan nya sendiri, karena tiada orang lain dapat dibuat bertanggungjawab atas perbuatan-perbuatannya.”(7) Apa yang dimaksudkan ini oleh al-Attas, dijelaskan oleh Prof. Wan Mohd Noor Wan Daud, “walaupun dalam analisis terakhir, kesuksesan dan kebahagiaan utama dari seseorang adalah bersifat pribadi, ranah dalam mencapainya tidak dimaksudkan terbatas pada aspek pribadi tetapi menggabungkan beraneka segi perannya: sebagai anak kepada orang tua, pekerja dalam perusahaan, suami, saudara, warga negara dan anggota dari komunitas internasional.”
Dengan dasar ini maka masalah-masalah yang timbul atas dasar kecurigaan dan ketidakpercayaan seperti, antara pemilik modal dan pelaksana (principal-agent problem), antara manajemen dan bawahan, dan sejumlah permasalaah lainnya dapat diposisikan dengan tepat dan diselesaikan dengan baik.

Penutup
Manajemen berbasis adab dapat menjadi sebuah jawaban atas manajemen yang dikembangkan barat yang mengakar pada “liberal art(8)–disebut “liberal” karena manajemen berurusan dengan pokok-pokok ilmu, pengetahuan tentang diri, kebajikan, dan kepemimpinan; “art” karena berkenaan dengan praktik dan aplikasi – setiap kata kunci tersebut didewesternisasi, dihilangkan makna-makna yang lahir dari pandan-hidup Barat, untuk kemudian dilakukan pemaknaan kembali menurut pandangan-hidup Islam, sebagaimana yang telah dilakukan sebagiannya diatas.
1 Makalah ini merupakan review atas tulisan, Ismail, M. Zaidi. Tadbir and Adab As Constitutive Elements of Management: A Framework For Islamic Theory of Management. Al-Shajarah. KL: Istac, 2000.
2 Griffin & Ebert, Pengantar Bisnis, Jakarta: Prenhallindo, 2002, hlm.154. Buku referensi awal untuk semua anak FEUI.
3 Drucker, Peter F. The Essential Drucker: Selections From the Management Works of Peter F. Drucker. HarperCollins Publisher. 2001. hlm. 10.
4 Ismail, Op. Cit. hlm. 323.
5 Al-Attas, S.M.N. Konsep Pendidikan Dalam Islam. Pent. Haidar Bagir. Bandung: Mizan. 1990. hlm. 63
6 Al-Attas, S.M.N. menyebut, “all Virtue (kebajikan/fadilah) are religious” (Prolegomena to The Metaphysics of Islam. KL: ISTAC. 2001, hlm. 34)
7 Al-Attas, S. M. N. Islam dan Sekularisme, Bandung: Penerbit Pustaka. Hlm. 334
8 Drucker, Op. Cit. hlm. 13

Wednesday, March 4, 2009

Maret Sore

Maret sore di kantor bareng-bareng mahasiswa abadi sedikit hujan dan keerroran komputer dengan kehausan sangat tanpa galon yang masih di rektorat.

Sekret ini harus ditata menjadi tempat yang cozy buat baca dengan karpet yang tebal dan bantalan untuk bersandar bersuasana dingin ace dan air mineral yang sehat. Pake hijab?? gak ah ya ah biarlah biar bisa duduk berdampingan bersama-sama mahasiswa abadi yang mahasiswa baru dipojok aja. Kakak, kakak, tolong ambilin buku yang itu! Ya nanti, sekalian dibacain mau gak? Wkk..

Celoteh di depan kiwil yang bikin makin mengeyel.

Sunday, March 1, 2009

Ahad AHA..!!!

Siang ahad ini setelah latihan, sengaja ke Sekret menindaklanjuti informasi yang kamis lalu diberikan Dosen. 'Pipit' dan 'komnas perempuan' kata kunci informasi tersebut.
Berselancar dan berkacamata sekian jam, gak banyak yang didapat dari kata kunci itu. Tapi, AHA..!! melintas terbang seekor burung pipit di layar monitor.
Pipit yang lama berlalu dari semesta pikiran otak ini. Melingkari namanya kata kunci yang akrab dengan lingkaran hidup saya; guru, penulis, gagas, single, cantik, baik.
semuanya baik, cuma gagas yang merupakan mimpi buruk.

Seberapa tinggi kamu telah terbang?
Apa sedalam aku menyelami dunia?
Ceritakan padaku apa yang kamu lihat, akan ku tunjukkan makna yang terdalam.
Sejauh mungkin kamu terbang, perlu dahan untuk kamu hinggap.
Semoga itu Saya...

Wednesday, January 28, 2009

Me in Design


designed by: askfajr

Monday, January 26, 2009

Obor dan Mata

Seperti orang yang berjalan di dalam gua gelap kelam

Tak ada gunanya obor yang menyala, kalau mata itu buta
Tak ada gunanya mata yang menatap, jika obor itu padam

Obor itu adalah Wahyu
Mata itu adalah Akal

Sunday, January 25, 2009

The Professors

Cek langsung ke blog sumber
http://inci73.multiply.com/photos/album/110/Professors#

Wednesday, December 31, 2008

Tahun Baru

Terdapat dua tahun baru minggu ini. Tahun baru 1430 Hijriyah dan tahun baru 2009 Masehi. Mana yang harus digunakan? mana yang dirayakan?

Kedua-duanya layak kita jadikan pegangan dalam ukuran waktu.
Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar dalam garis edarnya" (QS.21:33).

Kedua-duanya tidak perlu kita rayakan,
Cukup jadi ukuran waktu rencana-rencana kita di tahun depan.

Tuesday, December 23, 2008

Dropadi: Mother Nature's Evil of Women

Dropadi merupakan anak dari Raja Drupada, yang lahir dari hasil Putrakama Yadnya, yaitu ritual untuk memperoleh keturunan.Dropadi lahir dari api suci tersebut.
  • Dropadi ini seorang materialis dan angkuh. Ketika seorang petani, karna, menang dalam sandiwara memanah, dia tolak.
  • ketika para pandawa mencoba dan berhasil, dia terima. Bukan hanya Arjuna yang memanah yang dijadikan suami, tapi semua pandawa yang ganteng, sakti, dan kaya.
  • Dropadi suka menghina para tamu dari istananya indraprasta. Suatu ketika Duryodana dan Dursasana tercebur kolam karena ketidaktahuannya, Dropadi malah tertawa terbahak-bahak, membuat Duryodana dan Dursasana sangat malu.
  • Klo buat peristiwa dadu dan penelanjangan drupadi, emg nih salah suami2nya.

Dari karakter dan peristiwa di atas, sekarang saya berpikiran bahwa Dropadi merupakan tokoh untuk menggambarkan kejahatan asal dari para wanita, Mother Nature's Evil of Women.

(terlalu singkat ya!! ^_^v)

Friday, December 12, 2008

Technique of Jumps (Tia Yao Fa)

Tahap pertama, muat serbuk besi atau pasir dan lekatkan ke tubuh (jadi inget sun go kong dengan tempurung kura2_ed), beratnya sewajarnya saja (ringan saja). Buat sebuah lubang dengan dalam satu Chi (0,33m), dengan diameter selebar 2orang yg dpt berdiri bebas (1m_ed). Orang yang akan berlatih berdiri di tengah lubang dan lakukan lompatan tinggi. Coba melompat keluar dari lubang dgn gaya apapun/terserah.

Lakukan latihan ini berulang kali dengan sukses. Pada tahap pertama ini, lubang masih rendah dan beban tubuh ringan, cukup mudah untuk melompat dari lubang. Setelah itu, perdalam lubang dengan ukuran satu CUN (3,33cm) setiap 10 hari atau stgh bulan dan tambahkan berat dengan satu Lian (0,05kg). Perdalam lubang secara berkala dan tingkatkan beban, coba melompat dengan mudah dan bebas.

Sampai lubang sedalam 1 meter (3 Chi), akan membuat latihan lompatan terasa lebih sulit. Oleh itu, jika sebelumnya kamu memperdalam lubang setiap 10-15 hari, sekarang kamu harus meningkatkan interval memperdalam lubang setiap 15-20 hari. Lalu tingkatkan beban dan latih dirimu seperti sebelumnya. Hingga sampai lubang sedalam 1,7 m (5 Chi). Setelah itu, akan diperlukan untuk terus melakukan latihan dan memperdalam lubang dari 1,7m ke 2,3m (7 chi) dan dari 1,7m ke 3,3m (1 zhang).

Ketika dalam lubang sudah mencapai 1 zhang dan berat beban sebesar 5 atau 7 Jins (2,5-3,5 kg) dan melompat keluar sudah terasa mudah dan bebas, latihan tersebut telah berhasil, sukses.
Harap catat setelah kamu mampu melampaui lubang sedalam 1 zhang dengan beban, perlu untuk melepaskan beban dan memperdalam lubang hingga dua kali lipat. Lepaskan beban dan buat lubang dengan dalam 2 zhang (6,6 m), latih dirimu untuk bisa keluar dari lubang tersebut dengan mudah dan bebas.

Sangat dibutuhkan untuk melatih diri sendiri selama 3-5 th dengan cara tersebut. Jika kamu sedang merasa tidak ada harapan, jangan putus asa! Jika di masa lalu seseorang dapat melakukannya, itu berarti kamu dapat melakukan hal yang sama. Banyak orang berhenti di tengah jalan dalam tekanan situasi dan pengaruh opini orang.


Sumber: Training Methods of 72 Arts of Shaolin

Thursday, December 4, 2008

Film Review: Sicko


Genre : Film Dokumenter
Penulis Naskah : Michael Moore
Sutradara : Michael Moore
Tanggal Tayang : 29 Juni 2007
Durasi : 123 menit


Sicko merupakan film dokumenter garapan sutradara peraih Academy Award atas dua film dokumenter sebelumnya, Bowling for Columbine dan Farenheit 9/11. Film ini berkisah tentang sistem pelayanan kesehatan di Amerika.

Moore mencoba memaparkan fakta-fakta bahwa masyarakat amerika yang telah mempunyai asuransi kesehatan, selain dari 50 juta yang belum mempunyai[1], masih harus menghadapi kesulitan untuk dapat mengakses layanan kesehatan yang diperlukan.

Susahnya klaim asuransi kesehatan disebabkan oleh prasyarat atau preexisting condition yang memberatkan pelanggan memperoleh klaim asuransi, seseorang mesti bersih dan sehat secara sempurna sebelum dapat memperoleh pelayanan dari asuransi.

Perusahaan asuransi sebagai private company yang menginginkan untung yang sebesar-besarnya mencoba meminimalisir klaim yang diberikan ke pelanggan, melalui praktek-praktek seperti, memberikan insentif lebih bagi dokter yang paling banyak mampu menolak memberikan klaim asuransi untuk pasiennya, melacak sekecil apapun keadaan kesehatan pasien yang dapat menggugurkan klaim asuransi, dan memuluskan prakteknya dengan mensponsori (baca: menyuap) para anggota kongres amerika.

Percakapan antara Presiden Nixon dengan John Ehrlichman, "...the less care they give them, the more money they make",[2] menjadi arah kebijakan komersialisasi kesehatan di amerika dengan program yang diberi nama The Health Maintenance Organization (HMO) Act of 1973.

Latar belakang ideolog kenapa di Amerika biaya kesehatan harus ditanggung oleh masing-masing warga negara sebagai sebuah tindakan berlawanan dari negara komunis yang membebaskan biaya kesehatan. Dalam propaganda Presiden Reagan melawan komunis[3], dia mengatakan bahwa kesehatan gratis adalah cara komunis mensosialiskan negara.

Moore menghubungkan program kesehatan yang baik dalam suatu negara dapat meningkatkan mortality penduduk. Penduduk Amerika mempunyai usia lebih pendek dibandingkan dengan Inggris, Perancis, dan bahkan Kuba. Peringkat kesehatan di Amerika lebih baik setingkat dibandingkan slovenia.

Untuk di Indonesia sendiri masih sangat jauh jika dibandingkan dengan pelayanan kesehatan di negara-negara yang ditampilkan dalam Sicko. Jangankan untuk mengasuransikan kesehatan, lapangan pekerjaan saja tidak dapat diasuransikan, dalam arti penduduk yang tidak mempunyai pekerjaan diberikan tunjangan.

Program layanan asuransi kesehatan di Indonesia yang dilakukan pemerintah melalui PT. Askes. Pada tahun 2007 anggaran Askeskin naik menjadi Rp 4 triliun[4]. Program pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dalam bentuk Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin) mulai 2008 diganti menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)[5].

Cara mendapatkan asuransi ini dianggap sulit bagi sebagian masyarakat mengingat panjangnya prosedur untuk mendapatkannya. Masyarakat mesti mendapatkan surat keterangan miskin dari RT dan RW kemudian masih harus melewatisaringan dari puskesmas. Pada tahun 2006 pemegang kartu askeskin telah mencapai 60 juta jiwa.


[1] 00:03:20,143 --> 00:03:24,221, Sicko 2007, “Yes, they are nearly 50 million Americans with no health insurance.”
[2] 00:31:36,390 --> 00:31:39,414, Sicko 2007, “The plan hatched between Nixon and Edgar Kaiser worked.”
[3] 00:35:31,045 --> 00:35:32,687, Sicko 2007, “My name is Ronald Reagan.”
[4] Anggaran Askeskin 2007 Naik Menjadi Rp 4 Triliun, …sehat%20indo/.%20%20Situs%20Resmi%20Kementerian%20Koordinator%20Bidang%20Kesejahteraan%20Rakyat%20%20.%20-%20Anggaran%20Askeskin%202007%20Naik%20Menjadi%20Rp%204%20Triliun.htm, diakses 3 April 2008
[5] Kesehatan Masyarakat Miskin, …. sehat%20indo/kesehatan-masyarakat-miskin.html, diakses 3 April 2008

Friday, November 21, 2008

Arjuna Mencari Cinta Dropadi

Pernah denger yang namanya arjuna?

Dalam cerita Mahabharata, Arjuna merupakan tokoh protagonis, Raja dari hastinapura, dan di akhir hidupnya Moksa (mati sempurna) di Himalaya.
Arjuna merupakan salah satu dari Pandawa. Anak dari Pandu hasil dari perkawinan dengan Kunti.

Dalam belakangan ini Arjuna tampil lebih popular. Arjuna selalu dikaitkan dengan pengembaraan mencari cinta, playboy, mungkin sekarang disebut pria metro seksual.

Ini gak lepas dari novel remaja yang ditulis Yudhistira (1977) Arjuna Mencari Cinta. Kemudian banyak menyusul penggunaan Arjuna sebagai pria tampan pencari wanita, dalam sinetron dan lagu.

Tapi kenapa Arjuna jadi pesakitan cinta?

Arjuna seorang raja yang adil dan juga pendeta (brahma) suci dan dia juga seorang suami dari 15 isteri. Satu yang paling terkenal Dropadi.
With great power comes great needs. Pria yang luar bisa butuh lebih dari satu wanita.

Ada satu adegan yang paling gw inget dalam film mahabharata. Ketika Arjuna bertempur dengan Bisma di perang Baratayudha. Arjuna cukup mengeluarkan satu anak panah dan blesss.. puluhan prajurit kurawa mati.
Memang kadang kita menargetkan satu orang, tapi kalo bisa merambat kena banyak wanita. Apa salah?

striking art vs grappling art

Sistem atau disiplin bela diri dapat dibagi dalam dua kategori utama,

- striking art
- grappling art

striking art/technique
dalam bahasa lain teknik menyerang, menggunakan anggota gerak badan sebagai alat menyerang. Pukul, tendang, siku, dan lutut.
seperti: karate, tkd, wushu

grappling art/technique
termasuk dalam kategori ini adalah teknik mengunci (locking), bantingan (throwing), gulat (wrestling). seperti: judo, bjj, aikido.



Pembagian berdasarkan teknik dominan yang dipelajari/pertandingkan.

Pada dasarnya, setiap bela diri tradisional mempunyai/mempelajari kedua seni tsb. namun pada perkembangannya, karan keperluan kompetisi/pertandingan banyak aspek2 yang tidak diperlukan dalam kejuaran tidak disertakan dalam latihan.

misalkan, wushu dulu kala dalam pertandingan menggunakan teknik kuncian bahkan patahan. Namun krn dlm pertandingan sanshou hal tsb dilarang, maka byk murid2 sanshou saat ini dalm lathnnya tidak lagi disuguhi dgn materi locking.
Juga terjadi pada beladiri lainnya.

Masing2 art punya kelebihan dan kekurangan bila dihadapkan pada kondisi (fisik) orang yang menggunakan dan situasi yang melingkupi.

Misalkan, Judo berkembang dalam tentara jepang. krn pd waktu itu setiap prajurit yg berperang menggunakan pelindung yg thn pukul (mgkn tahan sabet). sehingga jika striking pertama gagal, maka prajurit akan menggunakan teknik grappling untuk mengalahkan lawan.

orang asia mgkn tidak cock menggunakan grappling dalam menghadapi orang rusia (negara yg merajai gulat dlm olimpiade). makanya jet li dr jauh menyerang titik lemah pegulat dalam fearless.

so, coba lengkapi kemampuan bela diri kamu dengan striking dan grappling.


Saturday, November 1, 2008

Self-Defense for Women/Girls

Beberapa rambu yang mesti diperhatikan utk kewaspadaan diri wanita:
  1. Hindari sebisa mungkin segala kondisi/situasi yang anda rasa tidak aman.
  2. Jika bertemu ancaman, segera menghindar/ lari ke tempat keramaian.
  3. Lawan secara verbal pengancam, dengan membentak dan berteriak.
  4. Klo terus melawan, lancarkan serangan pre-emptive, kemudian segera lari menjauh. e.g. tendang ke kemaluan, injak telapak kaki dgn hak sepatu.
  5. Untuk praktisi MA, lakukan 'grappling art', seperti kuncian tangan. utk mengeliminir pengancam (bkn lg eliminir ancaman). Destruct the limb! Tujuannya biar Si penjahat gak lagi bisa gangguin yang lain.
^_^

Sunday, October 26, 2008

Abandoned Blog

Try to find new spirit to write in this blog!