Friday, February 17, 2012

Pemanasan Global

Mari singkirkan kabut, mari tembus gelombang, ini saatnya yang muda
ambil peran.
Mari Pulang ke Ladang - Sampak Gusuran
Pada pelajaran Geografi XI kemarin (15/02), saya memutarkan film dokumenter Algore ' The Inconvinienth Truth' - masih setengah jalan. Film ini mengulas tentang kerusakan alam akibat dari pemanasan global yang sedang berlangsung di bumi kita saat ini.

Pemanasan global terjadi karena atmosfir bumi dipenuhi dengan polusi gas CO2 yang menghalangi sinar matahari, yang telah masuk ke bumi, memantul pergi ke luar angkasa. Sinar matahari yang tertahan membuat temperatur di bumi meningkat tajam. Dampak dari bumi yang semakin panas adalah mencairnya es dan pemuaian air besar-besaran yang melebihi kebiasaan abad-abad sebelumnya.

Pemuaian air pada laut membuat atmosfir menampung bulir-bulir air melebihi kapasitas normal, ditambah dengan panas, menyebabkan cuaca rawan badai. Kita sudah melihat berbagai badai yang terjadi sejak abad 21 ini, seperti: badai katrina di Amerika tahun 2005. Pemanasan juga menyebabkan air darat termuai habis. Danau mengering, es pada puncak gunung meleleh, dan tanah kering tandus.

Maka terjadilah paradoks ini, di belahan bumi satu terjadi hujan terus-menerus, sedangkan di belahan bumi lain kering kepanasan.

Di Indonesia, hujan terus turun sampai bulan ini yang seharusnya kemarau. Hujan telah menyebabkan banyak daerah banjir, sebut diantaranya: Jakarta dan Banten. Thailand, India, dan China juga mengalami kebanjiran.

Sulit sekali bisa mengatakan bahwa hujan saat ini membawa rahmah. Bisa jadi hujan sekarang ini seumpama hujan yang diturunkan Allah kepada kaum nabi Nuh as. Na'udzubillah.

Bumi, Polusi, dan Diri

Iqbal menuliskan dalam Javid Namah melalui lisan imajiner Afghani: "apa yg terkandung dalam diri manusia ialah dunia, apa yang terkandung dalam dunia ialah manusia."

Manusia adalah dunia itu sendiri. Dalam dirinya terkandung kompleksitas yg terdapat pada alam semesta. Dan, dunia seperti manusia dimana ia menjadi sebuah kitab hikayat yang mengajari manusia hidup. Pada manusia yang dalam dirinya penuh polusi dosa, apa yang datang dari Tuhannya tak sudi dia lepas lagi. Sebagaimana benda hitam yang tidak mau memantulkan sinar, maka sinar tersebut bertumpuk memenuhi dirinya menjadi panas. Mulai memanasi terus memanasi sampai buminya kering ruhani tapi sekaligus banjir air mata. Mereka dengan mudah mencipta badai marah bingung dan kekecewaan. Na'udzubillah.

Tuesday, February 14, 2012

Pesan Kawan

Pesan seorang kawan wanita yang telah menikah,

Ga usah takut Zur, bahkan semut pun sudah diciptakan pasangannya...
dan inget, apa yg terbaik menurut kita bukan berarti terbaik menurut Allah
yang penting kita harus tetep usaha dan tawakal
......
......
Zur, maaf ya, kalo saran gw terlalu idealis
:)
yang perlu lo tau, setiap pernikahan tu punya cerita perjuangan dibaliknya.... 

Sayang Padaku



Duka derita, duka laraku di dunia
Tidaklah aku sesali juga tak akan aku tangisi
Sesakit apapun yang kurasakan dalam hidupku
Semoga tak membuatku kehilangan jernih jiwaku

Andaikan dunia mengusir aku dari buminya
Tak akan aku merintih, juga tak akan aku mengemis
Ketidakadilan yang ditimpakan oleh manusia
Bukanlah alasan bagiku untuk membalasnya

Asalkan karena itu Tuhan menjadi sayang padaku
Segala kehendakNya menjadi surga bagi cintaku
Bukanlah apa kata manusia yang kuikuti
Tetapi pandangan Allah Tuhanku yang kutakuti

Ada tiadaku semata-mata milikNya jua


Oleh : Novia Kolopaking - Kiai Kanjeng
mp3 : http://www.4shared.com/mp3/xuwwhzlb/KK-Sayang_Padaku.html

Monday, February 13, 2012

Raihanah...

Raihanah.. Raihanah...
Saya menangisi nasibmu...


Sudah rekah tetap terpagar...



Cinta Nabi

Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi

Rasulullah Muhammad saw. menuntut setiap ummatnya untuk mencintai dirinya lebih dari cinta keluarga dan diri sendiri.
La yu’minu ahadukum hatta akuna ahabba ilaihi min nafsihi …, “Tidak beriman seseorang sehingga aku (Nabi) lebih ia cintai ketimbang dirinya sendiri…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam bulan rabiul awwal nabi Muhammad saw.dilahirkan dan diwafatkan maka bulan ini disebeut sebagai bulannya Rasulullah saw.

Tidak ada tempat bagiku untuk menangisi hal lain selain menangisi rasulullah dalam bulan ini.
 
Yaa robbi bil-Mustofa balligh maqooshidanaa. Waghfirlanaa maamadho yaa waasi'al karomi.
 Wahai Allah demi Al Mustofa Muhammad saw sampaikanlah maksud dan hajad-hajad kami
Dan ampunilah dosa-dosa kami yang terdahulu wahai yang Maha Luas dan Wahai yang Maha Dermawan

Cinta Terbentur Jarak

Saat cinta mesti terbentur jarak, omong kosong semua cerita tentang teknologi dan globalisasi yang pernah saya ajarkan ke santri-santri saya.

Dunia sejak jaman dulu sudah saling berhubungan antara satu bagian wilayah dengan bagian wilayah dunia yang lain. Romawi dan Persia bermain bidak catur di papan dunia. Masyarakat Eropa Barat selama lebih dari 3 abad menikmati kopi dan cengkeh hasil bumi Indonesia. Teranyar, korporasi memecah bagian-bagian perusahaannya di berbagai belahan dunia, Kantor pusat di Paris, produksi di China, Pemasaran di Singapura, penjualan di Indonesia. Every parts of this world has been held by human hands.

Perkembangan teknologi sebagai tulang punggung dari globalisasi merasuk lebih jauh ke tingkat individu. Kini globalisasi bukan hanya pada tingkat negara atau perusahaan, melainkan mengikat setiap tindakan orang per orang. Setiap orang mampu dan berhak bertindak global pada setiap detik yang ia lakukan. Salah satu trend teknologi yang mendorong ini adalah perkembangan pemanfaatan internet, media social network.

Social network merekatkan semua individu di dunia. Orang dapat dengan segera meneriakkan opininya yang dapat menjangkau orang di seluruh bagian dunia. Orang dapat melihat status orang yang jauh terpisah. dan, orang dapat berkomunikasi secara instan dengan orang dari belahan bumi mana pun.

Naif, saat jarak menjadi kendala bersatunya cinta.

Bahkan dunia saat belum ada teknologi telah mampu berkomunikasi dengan orang yang jauh. Kita mengenal firasat, telepati, santet. Kita pernah mendengar Saidina Umar ibn Kaththab yang memberi instruksi pasukannya yang sedang berperang dengan pasukan persia di daerah Nahawand. Mak Lampir memantau pergerakan musuhnya dengan melihat ke kaca benggala.

Mungkin ini yang disebut technology can't buy a real-touch. Saya percaya ini. Saya orang yang tidak percaya dengan pertemanan Facebook. Tapi dengan Facebook saya bisa ketahui teman-teman saya dalam dunia nyata. Selebihnya saya menggunakan FB untuk membaca opini dan tulisan para aktivis, penulis, dan berita.

Mungkin jarak hanya sebuah alibi untuk menyimpan masalah utama lain, I am to poor to be his son-in-law. Saya harap bukan (cuma) tentang kekayaan, saya harap dia berkeberatan atas perangai saya. Saya harap dia bisa menemukan jeleknya agama saya. Karena hanya dengan itu dia berhak menolak saya.

Thursday, February 9, 2012

Rzbzr Brand

Just like what I thought my name abbreviation - rzbzr - will be somehow a brand of product. This is the first product I met while googling. 
In the future I want to sell my own name product, rzbzr.

Tuesday, February 7, 2012

Shollu 'ala Nabi


Ya Nabi salam alayka, ya Rasul salam alayka, ya Habib salam alayka.

Muhammad saw. Mahluk sempurna Allah. Dikatakan oleh para sufi, semesta alam diciptakan dari nur muhammad dan Allah menciptakan mereka sebagai kecintaanNya kepada beliau. Allah menyebut Muhammad sebagai rahmat untuk seluruh alam.

Muhammad saw adalah qudwah hasanah, pemimpin para nabi dan rosul. Beliaulah muara dari seluruh keindahan dan kebaikan. Seluruh mahluk berlomba berevolusi menuju kesempurnaan beliau. Tiadalah mahluk dikatakan indah kecuali menurut timbangan beliau. Tiadalah mahluk dikatakan baik kecuali meniru kebaikan beliau.

Allah dan para penghuni langit bersholawat kepada beliau. Allah pun memerintahkan orang-orang yg beriman utk turut memanjatkan sholawat kpd beliau saw. Inilah mengapa sholawat atas nabi muhammad saw menjadi begitu bertuah. Dalam sebuah hadits dikatakan, tidak diterima sebuah doa kecuali dengan permulaan sholawat.

Beliau adalah nabi dan rasul, guru dan pemimpin setiap manusia beriman, maka sudah sepantasnya sbelum kita memanjatkan doa kita mendoakan beliau lebih dulu atas segala kasih sayang dan ilmu yg telah mengantar kita kepada Allah swt.

Shollallahu 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi

Sunday, February 5, 2012

For The Rest Of My Life


I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
Oooooh
And there’s a couple of words I wanna say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Until the end of my time
I`ll be loving you, loving you
For the rest of my life
Through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I
I`ll be there for you

I know it deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife & my friend & my strength
And I pray we`re together in Jannah
Finally now I’ve found myself, I feel so strong
I guess everything was changed when you came along
Oooooh
And there’s a couple of words I wanna say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Until the end of my time
I`ll be loving you, loving you
For the rest of my life
Through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I
I`ll be there for you

I know it deep in my heart
& now that you`re here
In front of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I sing it loud that I will love you eternally

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Until the end of my time
I`ll be loving you, loving you
For the rest of my life
Through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I
I`ll be there for you
I know it deep in my heart


- Maher Zain -

Si Nelayan dan Si Pengusaha

Suatu ketika ada seorang pengusaha duduk di pinggir pantai di sebuah desa kecil di Brazil.
Saat duduk, dia melihat seorang nelayan Brazil mendayung perahu kecil mengarah ke pantai membawa beberapa ikan besar.
Pengusaha tersebut terkesan dan bertanya kepada si nelayan, "Berapa lama yang anda perlukan untuk menangkap sebegitu banyak ikan?"
Nelayan tersebut menjawab, "Oh, sebentar saja."
"Lalu kenapa anda tidak berlayar lebih lama di laut dan menangkap lebih banyak lagi?" Si Pengusaha tercengang.
"Ini cukup untuk memberi makan seluruh keluarga saya," Nelayan berkata.
Pengusaha tersebut kemudian bertanya, "Jadi, apa yang kamu lakukan di sisa hari ini?"
Si nelayan menjawab, "Ya, biasanya saya bangun dini hari, pergi ke laut dan menangkap beberapa ikan, kemudian kembali dan bermain dengan anak-anak saya. Pada sore hari, saya tidur siang bersama isteri, dan saat malam datang, saya bergabung dengan rekan-rekan di desa untuk minum - kami bermain gitar, bernyanyi dan joged sepanjang malam."

Si pengusaha memberikan saran kepada nelayan.
"Saya seorang Doktor di bidang manajemen bisnis. Saya bisa membantu anda menjadi seorang yang lebih sukses. Dari sekarang, anda harus menghabiskan waktu lebih lama di laut dan menangkap ikan sebanyak mungkin. Saat anda mempunyai banyak tabungan, anda mampu membeli perahu yang lebih besar, membangun perusahaan anda sendiri, pabrik produksi sendiri untuk makanan kaleng dan jaringan distribusi. Setelah itu, anda dapt pindah dari desa ini dan pergi ke Sao Paulo, dimana anda dapat membangun kantor pusat untuk mengelola cabang-cabang lain anda."
Si nelayan melanjutkan, "Dan setelah itu?"
Si pengusaha menyeringai, "Setelah itu, anda dapat hidup seperti raja di rumahmu sendiri, dan pada waktunya, anda dapat go public dan menjual saham anda di bursa efek, dan anda akan kaya."
Si nelayan bertanya, "Dan setelah itu?"
Pengusaha berkata, "Setelah itu, anda akhirnya dapat pensiun, anda bisa pindah ke desa nelayan, bangun di pagi hari, lalu balik ke rumah untuk bermain dengan anak-anak, tidur sore yang nyenyak dengan isteri anda, dan saat malam tiba, anda bisa bergabung bersama rekan-rekan untuk minum, bermain gitar, bernyanyi dan joged sepanjang malam!"
Si nelayan terheran, "Bukankah itu yang saya lakukan saat ini?"

Sumber: Paulo Coelho Blog

Thursday, January 26, 2012

1 Menit Baca: Membunuh Mimpi-mimpi Kita


Oleh: Paulo Coelho
Translated by me

Gejala pertama dari proses kita membunuh mimpi-mimpi kita adalah merasa kurang dalam waktu. Orang tersibuk yang pernah saya kenal dalam hidup selalu mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan apapun. Mereka yang tidak melakukan apapun selalu tampak lelah dan tidak memperhatikan hal kecil dalam pekerjaan yang diperlukan untuk dilakukan. Mereka terus mengeluhkan bahwa hari terlalu singkat. Sebenarnya, mereka takut untuk berjuang dalam Perjuangan Mulia.

Gejala kedua dari kematian mimpi-mimpi kita terletak pada kepastian kita. Karena kita tidak ingin melihat kehidupan sebagai petualangan besar, kita mulai berpikir tentang diri kita sebagai bijak, wajar, dan benar menuntut sedikt saja dalam hidup. Kita melihat jauh di balik dinding dari hari-hari kehadiran kita, dan melihat kekalahan besar dan kobaran api dari mata para pejuang. Namun kita tak pernah melihat kesenangan, kegembiraan luar biasa dari hati mereka yang terlibat dalam pertempuran. Bagi mereka, bukan kemenangan atau kekekalahan yang penting; yang cuma penting adalah mereka berjuang dalam Perjuangan Mulia.

Dan, akhirnya, gejala ketiga dari melewatkan mimpi-mimpi kita adalah kedamaian. Hidup seperti suasana minggu sore; kita meminta hal remeh, dan kita menuntut apapun lebih dari yang kita ingin berikan. Dalam keadaan tersebut, kita berpikir tentang diri kita sebagai seorang dewasa; kita mengesampingkan fantasi darah muda kita, dan kita mengejar prestasi pribadi dan pekerjaan. Kita terkejut saat orang seusia kita mengatakan bahwa mereka masih ingin ini dan itu tercapai dalam hidup. Tapi sesungguhnya, jauh di dalam hati kita, kita tahu bahwa apa yang sebenarnya terjadi adalah kita meninggalkan pertempuran untuk mimpi-mimpi kita -- kita menolak untuk berjuang di Perjuangan Mulia.

Saat kita melepaskan mimpi-mimpi kita dan mencari kedamaian, kita melintasi masa ketenangan yang singkat. Namun kematian mimpi-mimpi itu mulai membusuk dalam diri dan menginfeksi keseluruhan kehidupan kita. Kita menjadi kejam terhadap seluruh orang di sekitar kita, dan kemudian kita mulai mengarahkan kekejaman itu kepada diri kita sendiri. Itulah saat kesakitan dan kegilaan muncul. Apa yang kita coba hindari dalam pertarungan - kekecewaan dan kekalahan - menghampiri kita sebab ketakutan kita.

Dan suatu hari, yang mati tersebut, mimpi-mimpi yang terbuang membuat sulit untuk bernapas, dan kita sesungguhnya menuju kematian. Adalah kematian yang membebaskan kita dari kepastian, dari pekerjaan kita, dan dari ngeri kedamaian minggu sore kita.

Perkataan Petrus kepada saya dalam "The Pilgrimage" ke Santiago de Compostela

Sunday, January 22, 2012

Afghani: Tanah Air dan Agama


Yang Dipertuan Barat, cerdik dari kepala hingga ke jari kakinya,
mengajarkan pengertian tentang Tanah Air pada umat beragama.

Ia memikirkan pemusatan kekuasaan, sementara kalian dalam perpecahan 
-- hentikan pembicaraan tentang Suriah, Palestina dan Iraq ini, kawan!

Jika kalian dapat membedakan baik dan buruk, maka
kalian takkan mengikatkan hati pada tanah, batu, dan bata.
Apakah agama? Ialah bangkit dari permukaan debu, sehingga jiwa yang murni dapat menjadi sadar akan dirinya sendiri!

Siapa yang telah mengatakan, "Tiada Tuhan selain Dia," 
tak dapat dipetakan dalam batas-batas tata peraturan yang berbatas ruang.
Batang rumput memang dari tanah, namun
ia membersitkan diri dari tanah itu; sungguh sayang bila jiwa yang murni itu mati di debu!

Meskipun insan berasal dari air dan tanah,
namun air dan tanah, bagai mawar ia menyerap warna dan getah,
sayang bila ia mengelana selamanya dalam air dan tanah ini,
sayang bila ia tak membumbung lebih tinggi dari kedudukan ini!

Raga berkata, "Pergilah ke debu jalan";
jiwa berkata, "Pandanglah dunia yang luas membentang!"
Insan yang berakal budi, jiwa tak dapat dipetakkan dalam batas-batas ruang;
insan yang bebas asing bagi segala belenggu dan antai pengekang,
insan yang bebas mencela bumi yang hitam, karena tak layak elang berlaku bagai tikus yang hina.

Setelempap bumi yang kalian beri nama tanah air,
apa yang dinamakan Mesir, Iran dan Yaman --
antara tanah air ini dan rakyatnya ada suatu hubungan dalam arti bahwa dari tanahnya suatu bangsa dilahirkan;
tetapi bila kalian pandang dengan cermat hubungan ini,
maka ketidakjelasan yang lebih lembut dari sehelai rambut akan kalian dapati.

Meskipun dari Timur matahari memancar,
menampakkan diri lantang dan terang, tanpa cadar,
namun baru kemudian ia menyala dan berkorbar dengan api dalam dirinya
ialah ketika ia melepaskan diri dari belenggu-belenggu Timur dan Barat yang mengikatnya;
mabuk dengan cerlang keagungan ia melesat lepas dari Timurnya
agar ia dapat menaklukkan segala ufuk di bawah pancaran sinarnya;
fitrahnya tak megenal Barat dan Timur,
meskipun menurut nisbahnya, benar ia Sang Timur.

(Kutipan dialog imajiner Afghani dalam Javid Namah oleh M. Iqbal) 

Friday, January 6, 2012

Tanya - Jawab Jodoh


Berikut petikan tanya-jawab saya dengan Ustadz Abdi Kurnia dalam suasana sersan,

(Rz) assalaamu'alaikum ustadz
(AK) wa'alaikum salam

(Rz) hapunteun, abdi hoyong bertanya
(AK) mangga sok

(Rz) kenapa perkawinan itu sering dijadikan obat ampuh untuk mengubah perilaku orang?
(Rz) orang disuruh kawin biar tobat gitulah maksud saya
(AK) Karena Nabi saw bersabda "orang itu bergantung kepada agama kawannya, tanyalah dia dengan siapa ia berkawan" (HR Abu Dawud dan Turmudzi). Bisa berubah karena ada dorongan cinta. Cinta itu menguatkan komitmen moral yang pernah terucap.

(Rz) hahh.. semudah itu
(Rz) itu kan buat kawan bukan buat isteri?
(AK) lho bukannya isteri juga kawan seperjuangan, kawan di tempat tidur, kawan di saat sarapan, kawan di segala keadaan. Pokoknya tiada banding tiada tanding (udah kayak iklan)

(Rz) tapi bukankah Allah menjodohkan orang dgn yg sekufu? klo beda kufu disebut zholim bukan?
(AK) sebelum jawab itu, pertanyaan penting yg harus dijawab lebih dahulu, jodoh itu apa?

(Rz) yang bertanya lebih tahu dari yang ditanya. apa itu ya ustadz?
(AK) ha ha ha

(Rz) jadi apa itu jodoh Stadz?
(AK) sebentar saya lagi jawab soal waris dulu nich, ada yang tanya

(Rz) muhun
(AK) jodoh, itu kadang diartikan pasangan hidup. Mengenai hal ini ada benarnya karena Nabi saw mengatakan di dalam hadits riwayat Muslim, " Ketahuilah, bahwa ruh itu berkelompok2, siapa yang saling kenal dia dekat, siapa yang berbeda akan menjauh". Namun, apa parameter jodoh itu? Cukup banyak.

(Rz) klo ustadz berkenan bisa tolong jelaskan apa saja parameter itu?
(AK)  1. jodoh sering diartikan sama. itu keliru, jodoh itu tidak selalu sama, tapi sebanding dan seimbang. Karena itu makna sekufu, bukan berarti sama tapi sebanding atau seimbang.
(AK) 2. jodoh itu menyempurnakan apa yang kurang dari diri kita. Kalau dia punya potensi yang sama dengan kita, buat apa ada pernikahan.

(Rz) subhanallah... jazzakallah khoir Ustadz
(AK) waiyyakum

Saturday, December 17, 2011

24 Hours Activities



Ini sepenggal cerita aktivitas saya di akhir pekan pada 16-17 Desember 2011:
  1. Pukul 08.45 : turun gunung. Dari kaki gunung salak sebelah timur tepatnya kecamatan Kabandungan Sukabumi turun mengendarai motor pulang ke Jakarta
  2. Pukul 15.40 : Jogging keliling kampus UI dengan hanya jeda beberapa detik untuk jepret enam objek. Paru-paru gunung saya sudah terasa ampuh.
  3. Pukul 17.30 : latihan bersama dengan segenap rekan di UKM WGN UI
  4. Pukul 23.00 : Tiba di TIM menyimak diskusi tentang Korupsi dan peninggalan sejarah nenek moyang. Diselingi beberapa musik dan marah-marah.
  5. Pukul 03.00 : Pulang sambil keliling kota (baca: nyasar). Jakarta bebas macet dan polusi. Lancar Jaya!

Friday, December 9, 2011

Kronologi Pencurian Netbook

Selasa, 6 Desember 2011
# Dzuhur
Saya mengadu kepada teknisi Telkom STO. Kalapanunggal tentang internet sekolah yang belum juga diperbaiki sejak Sabtu. Balasan teknisi tersebut, “Maaf Ustadz, internet se-Jayanegara mati karena kabelnya dicuri orang.” "Astaghfirullah.." dalam hati saya.

# Ba’da Ashar
Setelah sholat dan mengaji, saya berniat untuk olahraga.Tapi sebelumnya, saya harus beli air galon dulu untuk minum pas adzan maghrib nanti. Karena warung tempat penukaran galon tutup, saya terpaksa menghemat air dalam tubuh dengan tidak jadi melakukan olahraga. Saya isi kegiatan sore dengan nonton film “Rango”.

# Adzan Maghrib
Kumandang adzan dari berbagai mesjid mulai bergema. Saya pun terpaksa menghentikan sementara film yang belum habis diputar. Berbuka dengan ta’jil dan siap-siap ke mesjid. Terdengar iqomat, saya pun bergegas ke mesjid. Netbook masih dalam keadaan menyala.

# Ba’da Maghrib
Selepas ba’diyah, saya segera balik ke kamar. Estimasi keberadaan saya di mesjid hanya sekitar 15-20 menit. Sampai kamar, saya langsung ke toilet tanpa memeriksa keberadaan netbook. Selesai urusan belakang, saya mencari netbook, ternyata sudah raib. Segera saya mengajak santri yang sedang harits untuk keliling pondok dan menanyakan warga sekitar yang berada di pintu-pintu akses Pondok.

# Mencuri Netbook
Netbook yang hilang adalah Netbook 10” hitam bermerk HP 210 dengan HDD 250 Gb dan memori 1Gb. Satu tas sofcase netbook berwarna belang hitam-putih dan kabel charger netbooknya. Dalam softcase terdapat pulpen dan uang rp. 50.000

# Kondisi Kamar
Kamar saya yang dekat dengan aktivitas santri (dapur dan tempat makan) dan sering dipakai ustadz pengabdian untuk istirahat nonton tv, memang terbiasa tidak terkunci. Keadaan kamar saat kejadian seperti gambar di bawah,


Dekat meja kecil netbook terdapat kamera digital tergeletak di bawah lantai dekatnya. Di depan pintu kamar terdapat lemari yang di atasnya baru saja saya taruh – untuk sementara – uang bayaran santri sebesar 200 ribuan. Juga terdapat HP esia yang terletak di atas lemari berdampingannya. Ke semua barang tersebut (Digicam, Uang, dan HP) aman tidak diambil oleh si pencuri laptop. Di samping laptop juga ada flashdisk 2Gb.

# Keadaan Sekitar
Dua harits dapur yang sedang bertugas memang mendengar suara dari dalam kamar namun mereka mengira di kamar tersebut ada saya atau salah satu ustadz khidmah di sana. Pintu keluar terdekat dari kamar adalah pintu kecil depan rumah Ust. Saelani. Sebelah kanan pintu tersebut berdempetan dengan rumah Bu Lala dan sebelah kiri adaada jalan kecil menuju sawah atau kali, baru kemudian rumah dengan kolam ikan. Pintu akses ke dua adalah lewat pintu depan berhadapan dengan pos ojek.

Setelah kejadian, warga yang sedang ngeriung dekat kolam renang mengaku tidak melihat orang masuk-keluar ke pondok saat maghrib. Ada dua warga di pos ojek berusia belia (kelas 5 SD dan 2 SMP) mengaku melihat ada dua orang berambut pendek yang masuk ke Pondok. Satu orang berpostur tinggi dan satu lagi berpostur pendek. Kira-kira hanya 10 menit mereka masuk kemudian keluar lagi ke arah Cimanggu.

# Tanda tanya
Mencermati pelaku yang sempat menggulung kabel charger dan mencari tas netbook untuk diambil serta, dan melihat kondisi kamar dengan uang, hp, dan kamera tergeletak di lantai dan atas lemari. Membuat saya curiga tentang motif pelaku? Apa ini sekedar kesempatan yang diambil pencuri atau ada maksud lain dari tindakannya?

# Aneh
Ahh,, hidup di atas gunung ternyata bukan hanya soal keanehan melihat hal-hal ghoib, namun juga keanehan perilaku masyarakat kita sendiri yang suka mencuri dan merusak fasilitas umum.