Sunday, January 22, 2012

Afghani: Tanah Air dan Agama


Yang Dipertuan Barat, cerdik dari kepala hingga ke jari kakinya,
mengajarkan pengertian tentang Tanah Air pada umat beragama.

Ia memikirkan pemusatan kekuasaan, sementara kalian dalam perpecahan 
-- hentikan pembicaraan tentang Suriah, Palestina dan Iraq ini, kawan!

Jika kalian dapat membedakan baik dan buruk, maka
kalian takkan mengikatkan hati pada tanah, batu, dan bata.
Apakah agama? Ialah bangkit dari permukaan debu, sehingga jiwa yang murni dapat menjadi sadar akan dirinya sendiri!

Siapa yang telah mengatakan, "Tiada Tuhan selain Dia," 
tak dapat dipetakan dalam batas-batas tata peraturan yang berbatas ruang.
Batang rumput memang dari tanah, namun
ia membersitkan diri dari tanah itu; sungguh sayang bila jiwa yang murni itu mati di debu!

Meskipun insan berasal dari air dan tanah,
namun air dan tanah, bagai mawar ia menyerap warna dan getah,
sayang bila ia mengelana selamanya dalam air dan tanah ini,
sayang bila ia tak membumbung lebih tinggi dari kedudukan ini!

Raga berkata, "Pergilah ke debu jalan";
jiwa berkata, "Pandanglah dunia yang luas membentang!"
Insan yang berakal budi, jiwa tak dapat dipetakkan dalam batas-batas ruang;
insan yang bebas asing bagi segala belenggu dan antai pengekang,
insan yang bebas mencela bumi yang hitam, karena tak layak elang berlaku bagai tikus yang hina.

Setelempap bumi yang kalian beri nama tanah air,
apa yang dinamakan Mesir, Iran dan Yaman --
antara tanah air ini dan rakyatnya ada suatu hubungan dalam arti bahwa dari tanahnya suatu bangsa dilahirkan;
tetapi bila kalian pandang dengan cermat hubungan ini,
maka ketidakjelasan yang lebih lembut dari sehelai rambut akan kalian dapati.

Meskipun dari Timur matahari memancar,
menampakkan diri lantang dan terang, tanpa cadar,
namun baru kemudian ia menyala dan berkorbar dengan api dalam dirinya
ialah ketika ia melepaskan diri dari belenggu-belenggu Timur dan Barat yang mengikatnya;
mabuk dengan cerlang keagungan ia melesat lepas dari Timurnya
agar ia dapat menaklukkan segala ufuk di bawah pancaran sinarnya;
fitrahnya tak megenal Barat dan Timur,
meskipun menurut nisbahnya, benar ia Sang Timur.

(Kutipan dialog imajiner Afghani dalam Javid Namah oleh M. Iqbal) 

Friday, January 6, 2012

Tanya - Jawab Jodoh


Berikut petikan tanya-jawab saya dengan Ustadz Abdi Kurnia dalam suasana sersan,

(Rz) assalaamu'alaikum ustadz
(AK) wa'alaikum salam

(Rz) hapunteun, abdi hoyong bertanya
(AK) mangga sok

(Rz) kenapa perkawinan itu sering dijadikan obat ampuh untuk mengubah perilaku orang?
(Rz) orang disuruh kawin biar tobat gitulah maksud saya
(AK) Karena Nabi saw bersabda "orang itu bergantung kepada agama kawannya, tanyalah dia dengan siapa ia berkawan" (HR Abu Dawud dan Turmudzi). Bisa berubah karena ada dorongan cinta. Cinta itu menguatkan komitmen moral yang pernah terucap.

(Rz) hahh.. semudah itu
(Rz) itu kan buat kawan bukan buat isteri?
(AK) lho bukannya isteri juga kawan seperjuangan, kawan di tempat tidur, kawan di saat sarapan, kawan di segala keadaan. Pokoknya tiada banding tiada tanding (udah kayak iklan)

(Rz) tapi bukankah Allah menjodohkan orang dgn yg sekufu? klo beda kufu disebut zholim bukan?
(AK) sebelum jawab itu, pertanyaan penting yg harus dijawab lebih dahulu, jodoh itu apa?

(Rz) yang bertanya lebih tahu dari yang ditanya. apa itu ya ustadz?
(AK) ha ha ha

(Rz) jadi apa itu jodoh Stadz?
(AK) sebentar saya lagi jawab soal waris dulu nich, ada yang tanya

(Rz) muhun
(AK) jodoh, itu kadang diartikan pasangan hidup. Mengenai hal ini ada benarnya karena Nabi saw mengatakan di dalam hadits riwayat Muslim, " Ketahuilah, bahwa ruh itu berkelompok2, siapa yang saling kenal dia dekat, siapa yang berbeda akan menjauh". Namun, apa parameter jodoh itu? Cukup banyak.

(Rz) klo ustadz berkenan bisa tolong jelaskan apa saja parameter itu?
(AK)  1. jodoh sering diartikan sama. itu keliru, jodoh itu tidak selalu sama, tapi sebanding dan seimbang. Karena itu makna sekufu, bukan berarti sama tapi sebanding atau seimbang.
(AK) 2. jodoh itu menyempurnakan apa yang kurang dari diri kita. Kalau dia punya potensi yang sama dengan kita, buat apa ada pernikahan.

(Rz) subhanallah... jazzakallah khoir Ustadz
(AK) waiyyakum

Saturday, December 17, 2011

24 Hours Activities



Ini sepenggal cerita aktivitas saya di akhir pekan pada 16-17 Desember 2011:
  1. Pukul 08.45 : turun gunung. Dari kaki gunung salak sebelah timur tepatnya kecamatan Kabandungan Sukabumi turun mengendarai motor pulang ke Jakarta
  2. Pukul 15.40 : Jogging keliling kampus UI dengan hanya jeda beberapa detik untuk jepret enam objek. Paru-paru gunung saya sudah terasa ampuh.
  3. Pukul 17.30 : latihan bersama dengan segenap rekan di UKM WGN UI
  4. Pukul 23.00 : Tiba di TIM menyimak diskusi tentang Korupsi dan peninggalan sejarah nenek moyang. Diselingi beberapa musik dan marah-marah.
  5. Pukul 03.00 : Pulang sambil keliling kota (baca: nyasar). Jakarta bebas macet dan polusi. Lancar Jaya!

Friday, December 9, 2011

Kronologi Pencurian Netbook

Selasa, 6 Desember 2011
# Dzuhur
Saya mengadu kepada teknisi Telkom STO. Kalapanunggal tentang internet sekolah yang belum juga diperbaiki sejak Sabtu. Balasan teknisi tersebut, “Maaf Ustadz, internet se-Jayanegara mati karena kabelnya dicuri orang.” "Astaghfirullah.." dalam hati saya.

# Ba’da Ashar
Setelah sholat dan mengaji, saya berniat untuk olahraga.Tapi sebelumnya, saya harus beli air galon dulu untuk minum pas adzan maghrib nanti. Karena warung tempat penukaran galon tutup, saya terpaksa menghemat air dalam tubuh dengan tidak jadi melakukan olahraga. Saya isi kegiatan sore dengan nonton film “Rango”.

# Adzan Maghrib
Kumandang adzan dari berbagai mesjid mulai bergema. Saya pun terpaksa menghentikan sementara film yang belum habis diputar. Berbuka dengan ta’jil dan siap-siap ke mesjid. Terdengar iqomat, saya pun bergegas ke mesjid. Netbook masih dalam keadaan menyala.

# Ba’da Maghrib
Selepas ba’diyah, saya segera balik ke kamar. Estimasi keberadaan saya di mesjid hanya sekitar 15-20 menit. Sampai kamar, saya langsung ke toilet tanpa memeriksa keberadaan netbook. Selesai urusan belakang, saya mencari netbook, ternyata sudah raib. Segera saya mengajak santri yang sedang harits untuk keliling pondok dan menanyakan warga sekitar yang berada di pintu-pintu akses Pondok.

# Mencuri Netbook
Netbook yang hilang adalah Netbook 10” hitam bermerk HP 210 dengan HDD 250 Gb dan memori 1Gb. Satu tas sofcase netbook berwarna belang hitam-putih dan kabel charger netbooknya. Dalam softcase terdapat pulpen dan uang rp. 50.000

# Kondisi Kamar
Kamar saya yang dekat dengan aktivitas santri (dapur dan tempat makan) dan sering dipakai ustadz pengabdian untuk istirahat nonton tv, memang terbiasa tidak terkunci. Keadaan kamar saat kejadian seperti gambar di bawah,


Dekat meja kecil netbook terdapat kamera digital tergeletak di bawah lantai dekatnya. Di depan pintu kamar terdapat lemari yang di atasnya baru saja saya taruh – untuk sementara – uang bayaran santri sebesar 200 ribuan. Juga terdapat HP esia yang terletak di atas lemari berdampingannya. Ke semua barang tersebut (Digicam, Uang, dan HP) aman tidak diambil oleh si pencuri laptop. Di samping laptop juga ada flashdisk 2Gb.

# Keadaan Sekitar
Dua harits dapur yang sedang bertugas memang mendengar suara dari dalam kamar namun mereka mengira di kamar tersebut ada saya atau salah satu ustadz khidmah di sana. Pintu keluar terdekat dari kamar adalah pintu kecil depan rumah Ust. Saelani. Sebelah kanan pintu tersebut berdempetan dengan rumah Bu Lala dan sebelah kiri adaada jalan kecil menuju sawah atau kali, baru kemudian rumah dengan kolam ikan. Pintu akses ke dua adalah lewat pintu depan berhadapan dengan pos ojek.

Setelah kejadian, warga yang sedang ngeriung dekat kolam renang mengaku tidak melihat orang masuk-keluar ke pondok saat maghrib. Ada dua warga di pos ojek berusia belia (kelas 5 SD dan 2 SMP) mengaku melihat ada dua orang berambut pendek yang masuk ke Pondok. Satu orang berpostur tinggi dan satu lagi berpostur pendek. Kira-kira hanya 10 menit mereka masuk kemudian keluar lagi ke arah Cimanggu.

# Tanda tanya
Mencermati pelaku yang sempat menggulung kabel charger dan mencari tas netbook untuk diambil serta, dan melihat kondisi kamar dengan uang, hp, dan kamera tergeletak di lantai dan atas lemari. Membuat saya curiga tentang motif pelaku? Apa ini sekedar kesempatan yang diambil pencuri atau ada maksud lain dari tindakannya?

# Aneh
Ahh,, hidup di atas gunung ternyata bukan hanya soal keanehan melihat hal-hal ghoib, namun juga keanehan perilaku masyarakat kita sendiri yang suka mencuri dan merusak fasilitas umum.

Saturday, November 26, 2011

Serial Status Hari Guru


#1
Ini hari guru tohh!! Apa saya termasuk y? NUPTK sih sudah di tangan. Tapi karena belum bisa mengajarkan banyak hal malu saya dibilang guru.

#2
Masa-masa SMP itu masa yang akan kalian kenang terus. Coba Reza yang mirip Teddy Syah baca halaman sekian buku PLKJ. (Kenangan Bu Guru PLKJ SMP N 166 Jagakarsa)

#3
Ada yang disebut mantan murid. Saat si guru melihat anak didiknya telah beranjak dewasa dan mempunyai ilmu yang melebihi dirinya. Tapi gak ada istilah mantan guru. Sesederhana pun guru tersebut mengajar itulah bangunan ilmu dan kepribadian diri kita.
Semoga semua guru saya senantiasa dalam lindungan dan kasih sayang Allah swt. Love you all full..

#4
Untuk mendapatkan akreditasi A, setiap sekolah -salah satunya- harus menerapkan nilai Kriteria Kelulusan minimal (KKM) sebesar 75 untuk MP yg diajarkan. Untuk mendapatkan nilai tersebut para guru dipaksa untuk menurunkan tingkat kesukaran soal dalam ujian dan remedial. Tak jarang bahkan rekayasa nilai dan contekan saat ujian. Martabatmu guru dirusak oleh sistem.

#5
”Aththoriqotu ahammu minal maddah, wal ustadz ahammu minaththoriqoh, wa ruhul ustadz ahammu min kulli syaiin.”
Metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan ruh (semangat) guru lebih penting dari semua itu.

#6
Ketakutan tidak naik kelas ternyata bukan hanya pada murid, melainkan orang tua, kepala sekolah, Dinas Pendidikan, Walikota/Bupati, dan Menteri. Kalau diukur dgn timbangan, takutnya kalian sebagai murid gak sebanding dan jauh lebih kecil dari jumlah ketakutan orang2 tsb di atas. Jadi, mereka yang akan lebih pro-aktif membuat bagaimana pun cara agar murid naik kelas dan lulus, termasuk dengan menekan guru. Kamu yang masih menjadi murid sekolah santai aja jo!

#7
Jaman sekarang guru sama sekali gak bisa "mencolek" murid yang melanggar atau kurang ajar. Padahal hukuman fisik merupakan salah satu metode tertua dalam mendidik. Bisa jadi, murid sekarang tidak akan pernah bisa dididik menjadi manusia seutuhnya.

#8
Kalau ada guru yang korupsi pastilah dia oknum. Kalau ada PNS yang tidak korupsi pastilah dia oknum. Kalau guru PNS? Jawablah sendiri.

#9
Oh Lord, make me easy to teach (and to learn) and make my students easy to learn.

Friday, November 18, 2011

air mata dan hujan


dalam hujan
air mata tak guna lagi

linangan air mata tak sepadan
hujan yang membasuh wajah

sedih luruh dalam setiap tetesnya
senang hanyut dalam gulungan arusnya

dukamu duka alam semesta punah
saat asam menjelma hujan
dan bumi menyambut dengan gedung-gedung dan aspal
mementahkan semua berkah

sukamu ribuan benih pohon tumbuh
bebek dan kerbau berdiam dalam kubangan
anak-anak kuyup dalam kesenangan
menikmati semua berkah

air matamu adalah hujan semesta
jangan buat alam menangis terus
jangan tutupi hatimu

Wednesday, November 9, 2011

Cahaya di atas cahaya


Iman itu cahaya
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).
(QS. Al Baqarah (2) : 257)

Ilmu itu cahaya
“Ilmu itu bukanlah dengan membanyakkan riwayat, tetapi ilmu itu adalah cahaya yang Allah letakkan di dalam hati.”
(Imam Malik)

Muhammad adalah cahaya
"Sesungguhnya telah datang kepadamu (Muhammad) cahaya dari Allah dan kitab yg menerangkan.”
(QS. Al Maidah:15)

Al-Qur'an adalah cahaya
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an).
(QS. An Nisaa' [4]:174)

Malaikat berasal dari cahaya
"Malaikat telah diciptakan dari cahaya"
(HR. Muslim)

Tuhan itu Cahaya
One of the Great Names of Allāh is An-Nūr: (The Light).
(HR. Bukhori)

Manusia?
للهم اجعل في قلبي نورا، فيلسانى نورا، وفي سمعى نورا، وفي بصري نورا، ومن فوقي نورا، ومن تحتى نورا، وعن ىمىنى نورا، اللهم اعطنى
”Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di mataku, cahaya dari belakangku, cahaya dari mukaku, cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, berikanlah aku cahaya”
( HR. Bukhari Muslim, shahih )

Sunday, November 6, 2011

Semangat Qurban


Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.. wa lillahilham.


Jauh sebelum peristiwa kurban yang dilakukan oleh kekasih Allah, Ibrahim as. terhadap putranya Ismail, anak semata wayang yang selama ini dirindukan beliau. Perintah untuk berkurban dalam skala yang lebih sulit (baca: menyeramkan) pernah diperintahkan Allah kepada ummat nabi Musa as. Dalam surat Al-Baqarah ayat 54 diterangkan:
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." 
Peristiwa ini terjadi saat Nabi Musa as setelah dari kepergiaannya, beliau pulang menemui ummatnya. Tak dinyana, beliau menemui ummatnya tersebut sedang menyembah berhala sapi betina buatan mereka sendiri. Sebagai sebuah jalan kembali (taubat) mereka diperintahkan Allah swt. untuk membunuh diri mereka sendiri.
Masuk kepada zaman nabi Muhammad saw. perintah kurban menurut terjadinya drama kurban Ismail yang telah ditukar oleh Allah swt dengan qibas atau hewan ternak. Ummat Muhammad hanya perlu mengikuti ujung dari peristiwa kurban yakni penyembelihan hewan ternak tanpa perlu berdramatisasi menguji penyerahan diri dengan mengorbankan anak. Namun demikian, hendaknya situasi kepasrahan total yang dilakukan Ibrahim as dan anaknya Ismail dapat menjadi renungan.

Semangat Qurban
Merenungkan perintah pengorbanan yang terjadi pada dua nabi sebelum nabi Muhammad saw. yakni pada  zaman Nabi Musa as dengan perintah kurban (baca: taubat) dengan mempersembahkan diri sendiri, kemudian ke zaman nabi Ibrahim dengan dramatisasi kurban dengan mempersembahkan harta yang paling dicinta, anak. kurban yang kita lakukan harus dimaknai secara mendalam.
Qurban bukan hanya salah satu cara berinfaq orang berkemampuan kepada orang yang membutuhkan namun qurban juga harus dimaknai sebagai sebuah simbol penyerahan diri (salvation) sepenuhnya kepada Allah swt. Menundukkan hawa nafsu, ego, dan kebanggaan dihadapan Allah.
Kita seharusnya membawa makna kurban kepada situasi membunuh diri kita sendiri untuk dipersembahkan kepada Allah, sebagaimana perintah Allah ummat Musa as untuk bertobat. Kita juga mesti memaknainya sebagai upaya melepaskan segala keterikatan diri kita terhadap dunia dan menyerahkannya kepada Allah, sebagaimana Ibrahim as merelakan putranya Ismail.

Mutuu qabla an tamutuu / matilah kamu sebelum kamu mati
Saat nanti kita melihat hewan kurban kita disembelih, berkatalah dalam hati, "ya allah kukorbankan diriku kepada-Mu". Saat kita mati di dunia ini, sesungguhnya kita hanya terbangun kepada dunia yang sesungguhnya. Saat kita mampu menyerahkan diri kita kepada Allah, disitulah letak kehidupan sebenar akan kita rasakan.

Inna lillah wa inna ilaihi rojiun.
Wallahua'lam

Friday, October 14, 2011

Tantangan

Tantangan atau masalah yang dihadapi manusia tidak berlaku surut, dia terus berkembang seiring berkembangnya kualitas manusia tersebut. Seperti pohon; semakin tinggi dia tumbuh, semakin kencang dia akan diterpa angin.
Masalah orang kecil mungkin sebatas perjuangan mengisi perut untuk hari ini. Namun bagi orang kaya, yang telah lepas dari masalah tersebut, justru tantangan lebih besar sudah menghadang, yakni: pertanggungjawaban didapat dari mana harta tersebut dan akan dibelanjakan apa hartanya. 
Maka, bukan soal tinggi-rendah posisi kita yang jadi masalah tapi apa yang kita perbuat dalam posisi kita saat ini. Berharap sederhana, syukuri apa yang ada, lakukan yang terbaik, dan bersiap atas segala kemungkinan, dan Tuhan akan memilih tbaik untukmu.
Saya.

Tuesday, October 11, 2011

Khotbah Jumat

Ada baiknya saat menulis, saya memposisikan diri  seperti saat saya menghadapi tugas khutbah jumat di Pondok. Sebelum saya melakukan khutbah Jumat beberapa hal yang biasanya saya lakukan sebagai khotib amatir adalah:

  1. Merenungi tema khutbah apa yang sesuai dengan keadaan pendengar.
  2. Menyusun poin-poin penting yang akan saya sampaikan.
  3. Mencari dalil-dalil pendukung dari poin-poin yang akan saya sampaikan. Poin 3 ini saya lakukan karena saya hanya hafal sedikit dalil-dalil secara litterlijk.
  4. Mengumpulkan contoh-contoh kasus yang mampu memberikan pemahaman yang lebih mengena ke pendengar.
  5. Menghafal kembali susunan doa-doa.

Jika saja saya menulis dengan melakukan tahap-tahap di atas, tentunya saya bisa membuat tulisan yang lebih bernas. Insya Allah.

Manusia Aneh tapi Hebat

Saya ingin menghibur diri dengan menulis. meluapkan semua pikiran yang mandeg di kepala. Mengupyak-ngupyak aliran darah di kepala biar lancar mengalir.
Manusia itu aneh. seperi anehnya kulit manusia. Selama kita hidup sudah berapa kali kita ganti sepatu atau sendal? banyak. Selain alasan hilang atau tambah baru biar trend, kadang kita memang harus beli sepatu karena alas sepatu kita sudah habis terkikis jalan. Berbeda dengan kulit manusia. Semakin dia digunakan, semakin tebal dia menjadi. Kapalan.
Bukan cuma kulit manusia. Hampir semua bagian dari tubuhnya aneh. Seorang pelari yang terus memaksa jantungnya kerja keras kaya kuda, malah membuat jantungnya itu makin sehat dan makin kuat. Otak yang digunakan terus menerus, bukannya membuat otak tersebut soak atau lemot.malah otak tersebut makin kencang dan terus ngebut dalam berpikir. Apalagi? rambut, daging, mata, dan pencernaan.
Rupanya ini salah satu yang membuat manusia sebagai mahuk ciptaan Tuhan terbaik. Makin digosok makin sip. Makin diberi beban yang berat, makin badan terbentuk kuat dan prima. Tidak seperti ciptaan lain, semisal bintang yang akan habis masa hidupnya karena terus berpijar. Hewan yang tidak punya potensi untuk berkembang. apalagi jika dibandingkan barang ciptaan manusia. Tidak ada bandingan seujung kuku pun dari potensi yang terpendam dalam diri manusia.
Dengan demikian mari kita syukuri karunia Tuhan ini dengan sebaik mungkin, dengan terus menempa semua potensi diri dengan belajar, berlatih, dan bekerja.
Menyadari mekanisme badaniah kita, membawa kita kepada suatu perenungan bahwa tantangan hidup tidak berlaku surut (loncatan logika_edt), dia terus menanjak. Orang miskin bisa jadi kesulitan mencari makan untuk dirinya dan keluarga, tapi bagi orang kaya panggilan neraka untuk menyelewengkan harta semakin besar. Semua orang mendapatkan proporsi potensi melakukan kebaikan dan kejahatan yang sama sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
Manusia itu aneh, Tuhan itu hebat.

Friday, October 7, 2011

Negara-Korporasi-Polisi-Militer Adalah Terorisme Sebenarnya


"Pemberontakan Sosial akan Terus Berlanjut Karena Mentari Masih Bersinar"

Kali ini kami mengatakan, bahwa apa yang kami lakukan merupakan puncak dari semua kegelisahan serta kemarahan kami terhadap sistem yang sedang berjalan ini. Sistem yang memberhalakan uang.

Sistem yang merecoki keseharian masyarakat dengan televisi, agar mereka membeli barang-barang yang tak mereka perlukan agar mereka terus bekerja seperti mesin. Sistem yang mengharuskan kami beserta masyarakat lainnya tidak memiliki kendali atas hidup kita sendiri.

Sistem yang hanya menguntungkan kaum borjuis, para pebisnis dan para birokrat negara yang menjadi sekutu setianya. Bagi kami semua, ini bukan saatnya untuk diam. Bukan saatnya untuk tenang menonton acara di depan televisi dan berkata bahwa "semua baik-baik saja".
Untuk setiap penindasan di Papua Barat
Untuk setiap penindasan di Kulonprogo
Untuk setiap penindasan bersejarah di Aceh
Untuk setiap penindasan di Wera, Bima
Untuk setiap penggusuran dan perampasan lahan di Takalar dan Pandan Raya Makasar
Untuk setiap penindasan terhadap kawan-kawan kami yang berjuang untuk Tukijo dan para kombatan sosial yang mendekam di penjara hanya karena berjuang mempertahankan hak hidupnya
Untuk setiap konsistensi hutan yang akan menghancurkan setiap keanekaragaman hayati mengatasnamakan uang dan bisnis.
Dan untuk setiap penjara yang seharusnya terbakar rata dengan tanah!

Maka selama negara dan kapitalisme masih eksis,
TAK PERNAH AKAN ADA KATA DAMAI ANTARA MEREKA YANG TAK BERPUNYA DENGAN MEREKA YANG BERPUNYA.

Penyerangan terhadap pusat-pusat finansial: ATM, bank, gedung korporat adalah target yang terpenting, karena mereka adalah tanah salah satu kolaborator yang menyebabkan penderitaan di muka bumi ini. Ini bukanlah terorisme karena kami tidak mengadvokasikan untuk menyerang orang-orang, terorisme adalah peperangan antar negara. Terorisme adalah beras dan pangan di dapurmu yang semakin menipis. Terorisme adalah bajingan berseragam yang membawa senjata kemana-mana. Terorisme adalah pembantaian orang-orang tak berpunya. Maka kami mengatakan: Sudah cukup!

Dan ini juga untuk kalian! Para kombatan yang tak pernah surut untuk berjuang di luar sana. Meski kalian harus mendekam di jeruji besi karena keyakinan kalian akan kebebasan. Conspiracy Cells of Fire (Yunani), Kombatan Chile; Tortugal Lives On! Gabriel Pombo da Silva, Thomas Meyer Falk (Germany) Polykarpus Georgiadis, Revolutionary Struggle! Salut Bagi Kombatan Manado, Makassar dan Bandung Kalian Adalah Inspirasi di tengah ketidakberdayaan masyarakat akan hidup mereka yang semakin tidak menentu dan tak berdaya.

Biarkan Api Menyala Dalam Kegelapan!
Long Live Luciano Tortuga Cell-International Revolutionary Front-FAI.


Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/10/07/130947/1738939/10/inilah-isi-selebaran-di-lokasi-atm-bri-yang-dibakar?991101mainnews

Sunday, October 2, 2011

Harapan-Takdir-Pertanda


Telah kugantung harapan di atas langitNya.
Sambil kutitipkan kartu namaku di gerbang singgasana.
Dengan sedikit pesan bertulis, "tolong bisikan namaku di hatinya"
Saatnya menunggu suratan takdir terbit

Namun, Takdir seperti permainan teka-teki yang sulit.
Dia tertulis tapi tak ada yang bisa melihat. 
Berpulang pada manusia akan ia wujudkan takdir yang mana.
Beruntung, Tuhan memberikan banyak pertanda dalam perjalanan takdir.

Tuhan tidak tidur dan pun tidak duduk diam menunggu.
Dia selalu ada untuk manusia, siaga menjawab setiap pertanyaan mereka, 
Ayat-ayatNya berlimpah dalam ruang-waktu, 
Cukup jernihkah pemindai manusia menangkap itu semua?
Ada yang mampu membaca, ada yang samar, ada yang buta sama sekali
Bagi yang membaca, ia tunduk atau pongah
Bagi yang samar, berdoalah dia mengikuti pertanda yang benar.
Bagi yang buta, Dia selalu membuka pintu untuk kembali

Harapan-takdir-pertanda
Tujuan-peta-kompas

Friday, September 30, 2011

Panggilan Jihad - Buya Hamka


Allahu Akbar, Allahu Akbar , Allah Allahu Akbar

Kalam Suci menyentuh kalbu berjuang
Maju serentak membela Kebenaran
Untuk Negara, Bangsa dan Kemakmuran
Hukum Allah tegakkan 2x

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 

Putra-putri Islam harapan Agama
Majulah serentak
Genggamkan Persatuan
Kalam Tuhan
Mari Kita Memuji, Mari Kita Memuja 2x
Peganglah persatuan kalam Tuhan

Kalam suci menyentuh kalbu berjuang
Maju Serentak mencapai kemenangan
Untuk Negara, Bangsa dan Keadilan
Panggilan Jihad Hidupkan, Panggilan Jihad Hidupkan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

Pemuda-pemudi Islam bangunlah
Panggilan Jihad rampungkan
Wasiat Muhammad peganglah
Harta dan jiwa serahkan
Binalah persatuan, sirnakan perpecahan 2x
Persatuan Kalam Tuhan

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Perpecahan melumpuhkan kekuatan
Pertikaian menguntungkan musuh Tuhan
Hanya Iman Tauhid dapat menyatukan
Tuntutan Agama menjadi tujuan
Panggilan Jihad hidupkan, Panggilan Jihad hidupkan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

Ulama Pemimpin Islam dengarlah, demi Agama sadarlah
Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian 4x
Menuju Persatuan Kalam Tuhan.

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Perpecahan melumpuhkan kekuatan
Pertikaian menguntungkan musuh Tuhan
Hanya Iman Tauhid dapat menyatukan
Tuntutan agama menjadi tujuan
Panggilan Jihad hidupkan, Panggilan Jihad hidupkan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

Panggilan Jihad hidupkan


--- Versi II ---

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Kalam suci menyerukan tuk berjuang
Maju serentak membela kebenaran 2x
Untuk negara bangsa dan keadilan
Panggilan Jihad hidupkan, panggilan Jihad hidupkan 2x

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Mari kita memuji
Mari kita memuja
Menuju persatuan Kalam Tuhan

Kalam Ilahi harus dilaksanakan
Demi amanat negeri akhiruz zaman 2x
Yang telah mendapat ridho dari Tuhan
Agama Allah tegakkan, agama Allah tegakkan.

Shalatullah salamullah 'ala thoha Rasulillah 
Shalatullah salamullah 'ala yasin Habibilillah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Pemuda-pemudi Islam dengarlah
Demi agama sadarlah 2x
Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian 3x
Menuju persatuan kalam Tuhan

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Hanya iman tauhid dapat menyatukan
Untuk negara, bangsa dan keadilan
Panggilan jihad hidupkan, panggilan jihad hidupkan.

Shalatullah salamullah 'ala thoha Rasulillah 
Shalatullah salamullah 'ala yasin Habibilillah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Pemuda pemudi Islam dengarlah
Demi Agama sadarlah 2x
Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian 3x
Menuju persatuan Kalam Tuhan

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Hanya Iman Tauhid dapat menyatukan
Untuk negara, bangsa dan keadilan
Panggilan Jihad hidupkan, panggilan Jihad hidupkan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Panggilan Jihad hidupkan, panggilan Jihad hidupkan

Wednesday, August 3, 2011

Fasilitas, Cita-cita dan Keinginan Kita

Saya ingin tertawa beberapa pekan belakang ini. Tertawa yang keras untuk saya sendiri. Saya menemukan diri saya telah lengkap dengan beberapa fasilitas yang saya inginkan beberapa tahun belakang. Laptop, HP dengan kamera dan multimedia player, modem, dll.  Niatnya fasilitas itu akan saya gunakan untuk media pembelajaran saya seperti menulis opini di mana pun saya berada, membaca softcopy buku, mempelajari video, dlsb. namun setelah beberapa pekan ini berlalu, saya juga belum pernah mengetik dengan netbook ini. belum pernah juga membaca serius softcopy artikel atau buku.

ya Allah, sungguh kufur hambaMu ini.

Sungguh saya sadar, fasilitas yang kita miliki tidak berkaitan langsung dengan usaha mencapai cita-cita. Ia cuma alat pemuas keinginan yang tidak ada batasnya.

Lanjut nanti ya..... laknat!