Monday, February 13, 2012

Cinta Nabi

Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi

Rasulullah Muhammad saw. menuntut setiap ummatnya untuk mencintai dirinya lebih dari cinta keluarga dan diri sendiri.
La yu’minu ahadukum hatta akuna ahabba ilaihi min nafsihi …, “Tidak beriman seseorang sehingga aku (Nabi) lebih ia cintai ketimbang dirinya sendiri…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam bulan rabiul awwal nabi Muhammad saw.dilahirkan dan diwafatkan maka bulan ini disebeut sebagai bulannya Rasulullah saw.

Tidak ada tempat bagiku untuk menangisi hal lain selain menangisi rasulullah dalam bulan ini.
 
Yaa robbi bil-Mustofa balligh maqooshidanaa. Waghfirlanaa maamadho yaa waasi'al karomi.
 Wahai Allah demi Al Mustofa Muhammad saw sampaikanlah maksud dan hajad-hajad kami
Dan ampunilah dosa-dosa kami yang terdahulu wahai yang Maha Luas dan Wahai yang Maha Dermawan

Cinta Terbentur Jarak

Saat cinta mesti terbentur jarak, omong kosong semua cerita tentang teknologi dan globalisasi yang pernah saya ajarkan ke santri-santri saya.

Dunia sejak jaman dulu sudah saling berhubungan antara satu bagian wilayah dengan bagian wilayah dunia yang lain. Romawi dan Persia bermain bidak catur di papan dunia. Masyarakat Eropa Barat selama lebih dari 3 abad menikmati kopi dan cengkeh hasil bumi Indonesia. Teranyar, korporasi memecah bagian-bagian perusahaannya di berbagai belahan dunia, Kantor pusat di Paris, produksi di China, Pemasaran di Singapura, penjualan di Indonesia. Every parts of this world has been held by human hands.

Perkembangan teknologi sebagai tulang punggung dari globalisasi merasuk lebih jauh ke tingkat individu. Kini globalisasi bukan hanya pada tingkat negara atau perusahaan, melainkan mengikat setiap tindakan orang per orang. Setiap orang mampu dan berhak bertindak global pada setiap detik yang ia lakukan. Salah satu trend teknologi yang mendorong ini adalah perkembangan pemanfaatan internet, media social network.

Social network merekatkan semua individu di dunia. Orang dapat dengan segera meneriakkan opininya yang dapat menjangkau orang di seluruh bagian dunia. Orang dapat melihat status orang yang jauh terpisah. dan, orang dapat berkomunikasi secara instan dengan orang dari belahan bumi mana pun.

Naif, saat jarak menjadi kendala bersatunya cinta.

Bahkan dunia saat belum ada teknologi telah mampu berkomunikasi dengan orang yang jauh. Kita mengenal firasat, telepati, santet. Kita pernah mendengar Saidina Umar ibn Kaththab yang memberi instruksi pasukannya yang sedang berperang dengan pasukan persia di daerah Nahawand. Mak Lampir memantau pergerakan musuhnya dengan melihat ke kaca benggala.

Mungkin ini yang disebut technology can't buy a real-touch. Saya percaya ini. Saya orang yang tidak percaya dengan pertemanan Facebook. Tapi dengan Facebook saya bisa ketahui teman-teman saya dalam dunia nyata. Selebihnya saya menggunakan FB untuk membaca opini dan tulisan para aktivis, penulis, dan berita.

Mungkin jarak hanya sebuah alibi untuk menyimpan masalah utama lain, I am to poor to be his son-in-law. Saya harap bukan (cuma) tentang kekayaan, saya harap dia berkeberatan atas perangai saya. Saya harap dia bisa menemukan jeleknya agama saya. Karena hanya dengan itu dia berhak menolak saya.

Thursday, February 9, 2012

Rzbzr Brand

Just like what I thought my name abbreviation - rzbzr - will be somehow a brand of product. This is the first product I met while googling. 
In the future I want to sell my own name product, rzbzr.

Tuesday, February 7, 2012

Shollu 'ala Nabi


Ya Nabi salam alayka, ya Rasul salam alayka, ya Habib salam alayka.

Muhammad saw. Mahluk sempurna Allah. Dikatakan oleh para sufi, semesta alam diciptakan dari nur muhammad dan Allah menciptakan mereka sebagai kecintaanNya kepada beliau. Allah menyebut Muhammad sebagai rahmat untuk seluruh alam.

Muhammad saw adalah qudwah hasanah, pemimpin para nabi dan rosul. Beliaulah muara dari seluruh keindahan dan kebaikan. Seluruh mahluk berlomba berevolusi menuju kesempurnaan beliau. Tiadalah mahluk dikatakan indah kecuali menurut timbangan beliau. Tiadalah mahluk dikatakan baik kecuali meniru kebaikan beliau.

Allah dan para penghuni langit bersholawat kepada beliau. Allah pun memerintahkan orang-orang yg beriman utk turut memanjatkan sholawat kpd beliau saw. Inilah mengapa sholawat atas nabi muhammad saw menjadi begitu bertuah. Dalam sebuah hadits dikatakan, tidak diterima sebuah doa kecuali dengan permulaan sholawat.

Beliau adalah nabi dan rasul, guru dan pemimpin setiap manusia beriman, maka sudah sepantasnya sbelum kita memanjatkan doa kita mendoakan beliau lebih dulu atas segala kasih sayang dan ilmu yg telah mengantar kita kepada Allah swt.

Shollallahu 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi

Sunday, February 5, 2012

For The Rest Of My Life


I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
Oooooh
And there’s a couple of words I wanna say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Until the end of my time
I`ll be loving you, loving you
For the rest of my life
Through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I
I`ll be there for you

I know it deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife & my friend & my strength
And I pray we`re together in Jannah
Finally now I’ve found myself, I feel so strong
I guess everything was changed when you came along
Oooooh
And there’s a couple of words I wanna say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Until the end of my time
I`ll be loving you, loving you
For the rest of my life
Through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I
I`ll be there for you

I know it deep in my heart
& now that you`re here
In front of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I sing it loud that I will love you eternally

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Until the end of my time
I`ll be loving you, loving you
For the rest of my life
Through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I
I`ll be there for you
I know it deep in my heart


- Maher Zain -

Si Nelayan dan Si Pengusaha

Suatu ketika ada seorang pengusaha duduk di pinggir pantai di sebuah desa kecil di Brazil.
Saat duduk, dia melihat seorang nelayan Brazil mendayung perahu kecil mengarah ke pantai membawa beberapa ikan besar.
Pengusaha tersebut terkesan dan bertanya kepada si nelayan, "Berapa lama yang anda perlukan untuk menangkap sebegitu banyak ikan?"
Nelayan tersebut menjawab, "Oh, sebentar saja."
"Lalu kenapa anda tidak berlayar lebih lama di laut dan menangkap lebih banyak lagi?" Si Pengusaha tercengang.
"Ini cukup untuk memberi makan seluruh keluarga saya," Nelayan berkata.
Pengusaha tersebut kemudian bertanya, "Jadi, apa yang kamu lakukan di sisa hari ini?"
Si nelayan menjawab, "Ya, biasanya saya bangun dini hari, pergi ke laut dan menangkap beberapa ikan, kemudian kembali dan bermain dengan anak-anak saya. Pada sore hari, saya tidur siang bersama isteri, dan saat malam datang, saya bergabung dengan rekan-rekan di desa untuk minum - kami bermain gitar, bernyanyi dan joged sepanjang malam."

Si pengusaha memberikan saran kepada nelayan.
"Saya seorang Doktor di bidang manajemen bisnis. Saya bisa membantu anda menjadi seorang yang lebih sukses. Dari sekarang, anda harus menghabiskan waktu lebih lama di laut dan menangkap ikan sebanyak mungkin. Saat anda mempunyai banyak tabungan, anda mampu membeli perahu yang lebih besar, membangun perusahaan anda sendiri, pabrik produksi sendiri untuk makanan kaleng dan jaringan distribusi. Setelah itu, anda dapt pindah dari desa ini dan pergi ke Sao Paulo, dimana anda dapat membangun kantor pusat untuk mengelola cabang-cabang lain anda."
Si nelayan melanjutkan, "Dan setelah itu?"
Si pengusaha menyeringai, "Setelah itu, anda dapat hidup seperti raja di rumahmu sendiri, dan pada waktunya, anda dapat go public dan menjual saham anda di bursa efek, dan anda akan kaya."
Si nelayan bertanya, "Dan setelah itu?"
Pengusaha berkata, "Setelah itu, anda akhirnya dapat pensiun, anda bisa pindah ke desa nelayan, bangun di pagi hari, lalu balik ke rumah untuk bermain dengan anak-anak, tidur sore yang nyenyak dengan isteri anda, dan saat malam tiba, anda bisa bergabung bersama rekan-rekan untuk minum, bermain gitar, bernyanyi dan joged sepanjang malam!"
Si nelayan terheran, "Bukankah itu yang saya lakukan saat ini?"

Sumber: Paulo Coelho Blog

Thursday, January 26, 2012

1 Menit Baca: Membunuh Mimpi-mimpi Kita


Oleh: Paulo Coelho
Translated by me

Gejala pertama dari proses kita membunuh mimpi-mimpi kita adalah merasa kurang dalam waktu. Orang tersibuk yang pernah saya kenal dalam hidup selalu mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan apapun. Mereka yang tidak melakukan apapun selalu tampak lelah dan tidak memperhatikan hal kecil dalam pekerjaan yang diperlukan untuk dilakukan. Mereka terus mengeluhkan bahwa hari terlalu singkat. Sebenarnya, mereka takut untuk berjuang dalam Perjuangan Mulia.

Gejala kedua dari kematian mimpi-mimpi kita terletak pada kepastian kita. Karena kita tidak ingin melihat kehidupan sebagai petualangan besar, kita mulai berpikir tentang diri kita sebagai bijak, wajar, dan benar menuntut sedikt saja dalam hidup. Kita melihat jauh di balik dinding dari hari-hari kehadiran kita, dan melihat kekalahan besar dan kobaran api dari mata para pejuang. Namun kita tak pernah melihat kesenangan, kegembiraan luar biasa dari hati mereka yang terlibat dalam pertempuran. Bagi mereka, bukan kemenangan atau kekekalahan yang penting; yang cuma penting adalah mereka berjuang dalam Perjuangan Mulia.

Dan, akhirnya, gejala ketiga dari melewatkan mimpi-mimpi kita adalah kedamaian. Hidup seperti suasana minggu sore; kita meminta hal remeh, dan kita menuntut apapun lebih dari yang kita ingin berikan. Dalam keadaan tersebut, kita berpikir tentang diri kita sebagai seorang dewasa; kita mengesampingkan fantasi darah muda kita, dan kita mengejar prestasi pribadi dan pekerjaan. Kita terkejut saat orang seusia kita mengatakan bahwa mereka masih ingin ini dan itu tercapai dalam hidup. Tapi sesungguhnya, jauh di dalam hati kita, kita tahu bahwa apa yang sebenarnya terjadi adalah kita meninggalkan pertempuran untuk mimpi-mimpi kita -- kita menolak untuk berjuang di Perjuangan Mulia.

Saat kita melepaskan mimpi-mimpi kita dan mencari kedamaian, kita melintasi masa ketenangan yang singkat. Namun kematian mimpi-mimpi itu mulai membusuk dalam diri dan menginfeksi keseluruhan kehidupan kita. Kita menjadi kejam terhadap seluruh orang di sekitar kita, dan kemudian kita mulai mengarahkan kekejaman itu kepada diri kita sendiri. Itulah saat kesakitan dan kegilaan muncul. Apa yang kita coba hindari dalam pertarungan - kekecewaan dan kekalahan - menghampiri kita sebab ketakutan kita.

Dan suatu hari, yang mati tersebut, mimpi-mimpi yang terbuang membuat sulit untuk bernapas, dan kita sesungguhnya menuju kematian. Adalah kematian yang membebaskan kita dari kepastian, dari pekerjaan kita, dan dari ngeri kedamaian minggu sore kita.

Perkataan Petrus kepada saya dalam "The Pilgrimage" ke Santiago de Compostela

Sunday, January 22, 2012

Afghani: Tanah Air dan Agama


Yang Dipertuan Barat, cerdik dari kepala hingga ke jari kakinya,
mengajarkan pengertian tentang Tanah Air pada umat beragama.

Ia memikirkan pemusatan kekuasaan, sementara kalian dalam perpecahan 
-- hentikan pembicaraan tentang Suriah, Palestina dan Iraq ini, kawan!

Jika kalian dapat membedakan baik dan buruk, maka
kalian takkan mengikatkan hati pada tanah, batu, dan bata.
Apakah agama? Ialah bangkit dari permukaan debu, sehingga jiwa yang murni dapat menjadi sadar akan dirinya sendiri!

Siapa yang telah mengatakan, "Tiada Tuhan selain Dia," 
tak dapat dipetakan dalam batas-batas tata peraturan yang berbatas ruang.
Batang rumput memang dari tanah, namun
ia membersitkan diri dari tanah itu; sungguh sayang bila jiwa yang murni itu mati di debu!

Meskipun insan berasal dari air dan tanah,
namun air dan tanah, bagai mawar ia menyerap warna dan getah,
sayang bila ia mengelana selamanya dalam air dan tanah ini,
sayang bila ia tak membumbung lebih tinggi dari kedudukan ini!

Raga berkata, "Pergilah ke debu jalan";
jiwa berkata, "Pandanglah dunia yang luas membentang!"
Insan yang berakal budi, jiwa tak dapat dipetakkan dalam batas-batas ruang;
insan yang bebas asing bagi segala belenggu dan antai pengekang,
insan yang bebas mencela bumi yang hitam, karena tak layak elang berlaku bagai tikus yang hina.

Setelempap bumi yang kalian beri nama tanah air,
apa yang dinamakan Mesir, Iran dan Yaman --
antara tanah air ini dan rakyatnya ada suatu hubungan dalam arti bahwa dari tanahnya suatu bangsa dilahirkan;
tetapi bila kalian pandang dengan cermat hubungan ini,
maka ketidakjelasan yang lebih lembut dari sehelai rambut akan kalian dapati.

Meskipun dari Timur matahari memancar,
menampakkan diri lantang dan terang, tanpa cadar,
namun baru kemudian ia menyala dan berkorbar dengan api dalam dirinya
ialah ketika ia melepaskan diri dari belenggu-belenggu Timur dan Barat yang mengikatnya;
mabuk dengan cerlang keagungan ia melesat lepas dari Timurnya
agar ia dapat menaklukkan segala ufuk di bawah pancaran sinarnya;
fitrahnya tak megenal Barat dan Timur,
meskipun menurut nisbahnya, benar ia Sang Timur.

(Kutipan dialog imajiner Afghani dalam Javid Namah oleh M. Iqbal) 

Friday, January 6, 2012

Tanya - Jawab Jodoh


Berikut petikan tanya-jawab saya dengan Ustadz Abdi Kurnia dalam suasana sersan,

(Rz) assalaamu'alaikum ustadz
(AK) wa'alaikum salam

(Rz) hapunteun, abdi hoyong bertanya
(AK) mangga sok

(Rz) kenapa perkawinan itu sering dijadikan obat ampuh untuk mengubah perilaku orang?
(Rz) orang disuruh kawin biar tobat gitulah maksud saya
(AK) Karena Nabi saw bersabda "orang itu bergantung kepada agama kawannya, tanyalah dia dengan siapa ia berkawan" (HR Abu Dawud dan Turmudzi). Bisa berubah karena ada dorongan cinta. Cinta itu menguatkan komitmen moral yang pernah terucap.

(Rz) hahh.. semudah itu
(Rz) itu kan buat kawan bukan buat isteri?
(AK) lho bukannya isteri juga kawan seperjuangan, kawan di tempat tidur, kawan di saat sarapan, kawan di segala keadaan. Pokoknya tiada banding tiada tanding (udah kayak iklan)

(Rz) tapi bukankah Allah menjodohkan orang dgn yg sekufu? klo beda kufu disebut zholim bukan?
(AK) sebelum jawab itu, pertanyaan penting yg harus dijawab lebih dahulu, jodoh itu apa?

(Rz) yang bertanya lebih tahu dari yang ditanya. apa itu ya ustadz?
(AK) ha ha ha

(Rz) jadi apa itu jodoh Stadz?
(AK) sebentar saya lagi jawab soal waris dulu nich, ada yang tanya

(Rz) muhun
(AK) jodoh, itu kadang diartikan pasangan hidup. Mengenai hal ini ada benarnya karena Nabi saw mengatakan di dalam hadits riwayat Muslim, " Ketahuilah, bahwa ruh itu berkelompok2, siapa yang saling kenal dia dekat, siapa yang berbeda akan menjauh". Namun, apa parameter jodoh itu? Cukup banyak.

(Rz) klo ustadz berkenan bisa tolong jelaskan apa saja parameter itu?
(AK)  1. jodoh sering diartikan sama. itu keliru, jodoh itu tidak selalu sama, tapi sebanding dan seimbang. Karena itu makna sekufu, bukan berarti sama tapi sebanding atau seimbang.
(AK) 2. jodoh itu menyempurnakan apa yang kurang dari diri kita. Kalau dia punya potensi yang sama dengan kita, buat apa ada pernikahan.

(Rz) subhanallah... jazzakallah khoir Ustadz
(AK) waiyyakum

Saturday, December 17, 2011

24 Hours Activities



Ini sepenggal cerita aktivitas saya di akhir pekan pada 16-17 Desember 2011:
  1. Pukul 08.45 : turun gunung. Dari kaki gunung salak sebelah timur tepatnya kecamatan Kabandungan Sukabumi turun mengendarai motor pulang ke Jakarta
  2. Pukul 15.40 : Jogging keliling kampus UI dengan hanya jeda beberapa detik untuk jepret enam objek. Paru-paru gunung saya sudah terasa ampuh.
  3. Pukul 17.30 : latihan bersama dengan segenap rekan di UKM WGN UI
  4. Pukul 23.00 : Tiba di TIM menyimak diskusi tentang Korupsi dan peninggalan sejarah nenek moyang. Diselingi beberapa musik dan marah-marah.
  5. Pukul 03.00 : Pulang sambil keliling kota (baca: nyasar). Jakarta bebas macet dan polusi. Lancar Jaya!

Friday, December 9, 2011

Kronologi Pencurian Netbook

Selasa, 6 Desember 2011
# Dzuhur
Saya mengadu kepada teknisi Telkom STO. Kalapanunggal tentang internet sekolah yang belum juga diperbaiki sejak Sabtu. Balasan teknisi tersebut, “Maaf Ustadz, internet se-Jayanegara mati karena kabelnya dicuri orang.” "Astaghfirullah.." dalam hati saya.

# Ba’da Ashar
Setelah sholat dan mengaji, saya berniat untuk olahraga.Tapi sebelumnya, saya harus beli air galon dulu untuk minum pas adzan maghrib nanti. Karena warung tempat penukaran galon tutup, saya terpaksa menghemat air dalam tubuh dengan tidak jadi melakukan olahraga. Saya isi kegiatan sore dengan nonton film “Rango”.

# Adzan Maghrib
Kumandang adzan dari berbagai mesjid mulai bergema. Saya pun terpaksa menghentikan sementara film yang belum habis diputar. Berbuka dengan ta’jil dan siap-siap ke mesjid. Terdengar iqomat, saya pun bergegas ke mesjid. Netbook masih dalam keadaan menyala.

# Ba’da Maghrib
Selepas ba’diyah, saya segera balik ke kamar. Estimasi keberadaan saya di mesjid hanya sekitar 15-20 menit. Sampai kamar, saya langsung ke toilet tanpa memeriksa keberadaan netbook. Selesai urusan belakang, saya mencari netbook, ternyata sudah raib. Segera saya mengajak santri yang sedang harits untuk keliling pondok dan menanyakan warga sekitar yang berada di pintu-pintu akses Pondok.

# Mencuri Netbook
Netbook yang hilang adalah Netbook 10” hitam bermerk HP 210 dengan HDD 250 Gb dan memori 1Gb. Satu tas sofcase netbook berwarna belang hitam-putih dan kabel charger netbooknya. Dalam softcase terdapat pulpen dan uang rp. 50.000

# Kondisi Kamar
Kamar saya yang dekat dengan aktivitas santri (dapur dan tempat makan) dan sering dipakai ustadz pengabdian untuk istirahat nonton tv, memang terbiasa tidak terkunci. Keadaan kamar saat kejadian seperti gambar di bawah,


Dekat meja kecil netbook terdapat kamera digital tergeletak di bawah lantai dekatnya. Di depan pintu kamar terdapat lemari yang di atasnya baru saja saya taruh – untuk sementara – uang bayaran santri sebesar 200 ribuan. Juga terdapat HP esia yang terletak di atas lemari berdampingannya. Ke semua barang tersebut (Digicam, Uang, dan HP) aman tidak diambil oleh si pencuri laptop. Di samping laptop juga ada flashdisk 2Gb.

# Keadaan Sekitar
Dua harits dapur yang sedang bertugas memang mendengar suara dari dalam kamar namun mereka mengira di kamar tersebut ada saya atau salah satu ustadz khidmah di sana. Pintu keluar terdekat dari kamar adalah pintu kecil depan rumah Ust. Saelani. Sebelah kanan pintu tersebut berdempetan dengan rumah Bu Lala dan sebelah kiri adaada jalan kecil menuju sawah atau kali, baru kemudian rumah dengan kolam ikan. Pintu akses ke dua adalah lewat pintu depan berhadapan dengan pos ojek.

Setelah kejadian, warga yang sedang ngeriung dekat kolam renang mengaku tidak melihat orang masuk-keluar ke pondok saat maghrib. Ada dua warga di pos ojek berusia belia (kelas 5 SD dan 2 SMP) mengaku melihat ada dua orang berambut pendek yang masuk ke Pondok. Satu orang berpostur tinggi dan satu lagi berpostur pendek. Kira-kira hanya 10 menit mereka masuk kemudian keluar lagi ke arah Cimanggu.

# Tanda tanya
Mencermati pelaku yang sempat menggulung kabel charger dan mencari tas netbook untuk diambil serta, dan melihat kondisi kamar dengan uang, hp, dan kamera tergeletak di lantai dan atas lemari. Membuat saya curiga tentang motif pelaku? Apa ini sekedar kesempatan yang diambil pencuri atau ada maksud lain dari tindakannya?

# Aneh
Ahh,, hidup di atas gunung ternyata bukan hanya soal keanehan melihat hal-hal ghoib, namun juga keanehan perilaku masyarakat kita sendiri yang suka mencuri dan merusak fasilitas umum.

Saturday, November 26, 2011

Serial Status Hari Guru


#1
Ini hari guru tohh!! Apa saya termasuk y? NUPTK sih sudah di tangan. Tapi karena belum bisa mengajarkan banyak hal malu saya dibilang guru.

#2
Masa-masa SMP itu masa yang akan kalian kenang terus. Coba Reza yang mirip Teddy Syah baca halaman sekian buku PLKJ. (Kenangan Bu Guru PLKJ SMP N 166 Jagakarsa)

#3
Ada yang disebut mantan murid. Saat si guru melihat anak didiknya telah beranjak dewasa dan mempunyai ilmu yang melebihi dirinya. Tapi gak ada istilah mantan guru. Sesederhana pun guru tersebut mengajar itulah bangunan ilmu dan kepribadian diri kita.
Semoga semua guru saya senantiasa dalam lindungan dan kasih sayang Allah swt. Love you all full..

#4
Untuk mendapatkan akreditasi A, setiap sekolah -salah satunya- harus menerapkan nilai Kriteria Kelulusan minimal (KKM) sebesar 75 untuk MP yg diajarkan. Untuk mendapatkan nilai tersebut para guru dipaksa untuk menurunkan tingkat kesukaran soal dalam ujian dan remedial. Tak jarang bahkan rekayasa nilai dan contekan saat ujian. Martabatmu guru dirusak oleh sistem.

#5
”Aththoriqotu ahammu minal maddah, wal ustadz ahammu minaththoriqoh, wa ruhul ustadz ahammu min kulli syaiin.”
Metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan ruh (semangat) guru lebih penting dari semua itu.

#6
Ketakutan tidak naik kelas ternyata bukan hanya pada murid, melainkan orang tua, kepala sekolah, Dinas Pendidikan, Walikota/Bupati, dan Menteri. Kalau diukur dgn timbangan, takutnya kalian sebagai murid gak sebanding dan jauh lebih kecil dari jumlah ketakutan orang2 tsb di atas. Jadi, mereka yang akan lebih pro-aktif membuat bagaimana pun cara agar murid naik kelas dan lulus, termasuk dengan menekan guru. Kamu yang masih menjadi murid sekolah santai aja jo!

#7
Jaman sekarang guru sama sekali gak bisa "mencolek" murid yang melanggar atau kurang ajar. Padahal hukuman fisik merupakan salah satu metode tertua dalam mendidik. Bisa jadi, murid sekarang tidak akan pernah bisa dididik menjadi manusia seutuhnya.

#8
Kalau ada guru yang korupsi pastilah dia oknum. Kalau ada PNS yang tidak korupsi pastilah dia oknum. Kalau guru PNS? Jawablah sendiri.

#9
Oh Lord, make me easy to teach (and to learn) and make my students easy to learn.

Friday, November 18, 2011

air mata dan hujan


dalam hujan
air mata tak guna lagi

linangan air mata tak sepadan
hujan yang membasuh wajah

sedih luruh dalam setiap tetesnya
senang hanyut dalam gulungan arusnya

dukamu duka alam semesta punah
saat asam menjelma hujan
dan bumi menyambut dengan gedung-gedung dan aspal
mementahkan semua berkah

sukamu ribuan benih pohon tumbuh
bebek dan kerbau berdiam dalam kubangan
anak-anak kuyup dalam kesenangan
menikmati semua berkah

air matamu adalah hujan semesta
jangan buat alam menangis terus
jangan tutupi hatimu

Wednesday, November 9, 2011

Cahaya di atas cahaya


Iman itu cahaya
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).
(QS. Al Baqarah (2) : 257)

Ilmu itu cahaya
“Ilmu itu bukanlah dengan membanyakkan riwayat, tetapi ilmu itu adalah cahaya yang Allah letakkan di dalam hati.”
(Imam Malik)

Muhammad adalah cahaya
"Sesungguhnya telah datang kepadamu (Muhammad) cahaya dari Allah dan kitab yg menerangkan.”
(QS. Al Maidah:15)

Al-Qur'an adalah cahaya
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an).
(QS. An Nisaa' [4]:174)

Malaikat berasal dari cahaya
"Malaikat telah diciptakan dari cahaya"
(HR. Muslim)

Tuhan itu Cahaya
One of the Great Names of Allāh is An-Nūr: (The Light).
(HR. Bukhori)

Manusia?
للهم اجعل في قلبي نورا، فيلسانى نورا، وفي سمعى نورا، وفي بصري نورا، ومن فوقي نورا، ومن تحتى نورا، وعن ىمىنى نورا، اللهم اعطنى
”Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di mataku, cahaya dari belakangku, cahaya dari mukaku, cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, berikanlah aku cahaya”
( HR. Bukhari Muslim, shahih )

Sunday, November 6, 2011

Semangat Qurban


Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.. wa lillahilham.


Jauh sebelum peristiwa kurban yang dilakukan oleh kekasih Allah, Ibrahim as. terhadap putranya Ismail, anak semata wayang yang selama ini dirindukan beliau. Perintah untuk berkurban dalam skala yang lebih sulit (baca: menyeramkan) pernah diperintahkan Allah kepada ummat nabi Musa as. Dalam surat Al-Baqarah ayat 54 diterangkan:
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." 
Peristiwa ini terjadi saat Nabi Musa as setelah dari kepergiaannya, beliau pulang menemui ummatnya. Tak dinyana, beliau menemui ummatnya tersebut sedang menyembah berhala sapi betina buatan mereka sendiri. Sebagai sebuah jalan kembali (taubat) mereka diperintahkan Allah swt. untuk membunuh diri mereka sendiri.
Masuk kepada zaman nabi Muhammad saw. perintah kurban menurut terjadinya drama kurban Ismail yang telah ditukar oleh Allah swt dengan qibas atau hewan ternak. Ummat Muhammad hanya perlu mengikuti ujung dari peristiwa kurban yakni penyembelihan hewan ternak tanpa perlu berdramatisasi menguji penyerahan diri dengan mengorbankan anak. Namun demikian, hendaknya situasi kepasrahan total yang dilakukan Ibrahim as dan anaknya Ismail dapat menjadi renungan.

Semangat Qurban
Merenungkan perintah pengorbanan yang terjadi pada dua nabi sebelum nabi Muhammad saw. yakni pada  zaman Nabi Musa as dengan perintah kurban (baca: taubat) dengan mempersembahkan diri sendiri, kemudian ke zaman nabi Ibrahim dengan dramatisasi kurban dengan mempersembahkan harta yang paling dicinta, anak. kurban yang kita lakukan harus dimaknai secara mendalam.
Qurban bukan hanya salah satu cara berinfaq orang berkemampuan kepada orang yang membutuhkan namun qurban juga harus dimaknai sebagai sebuah simbol penyerahan diri (salvation) sepenuhnya kepada Allah swt. Menundukkan hawa nafsu, ego, dan kebanggaan dihadapan Allah.
Kita seharusnya membawa makna kurban kepada situasi membunuh diri kita sendiri untuk dipersembahkan kepada Allah, sebagaimana perintah Allah ummat Musa as untuk bertobat. Kita juga mesti memaknainya sebagai upaya melepaskan segala keterikatan diri kita terhadap dunia dan menyerahkannya kepada Allah, sebagaimana Ibrahim as merelakan putranya Ismail.

Mutuu qabla an tamutuu / matilah kamu sebelum kamu mati
Saat nanti kita melihat hewan kurban kita disembelih, berkatalah dalam hati, "ya allah kukorbankan diriku kepada-Mu". Saat kita mati di dunia ini, sesungguhnya kita hanya terbangun kepada dunia yang sesungguhnya. Saat kita mampu menyerahkan diri kita kepada Allah, disitulah letak kehidupan sebenar akan kita rasakan.

Inna lillah wa inna ilaihi rojiun.
Wallahua'lam