Tuesday, May 20, 2008

Kembara Intelektual



Universitas Indonesia merupakan satu dari sedikit kampus terbaik yang ada di Indonesia. Namun dari sekian banyak itu, hanya UI yang bisa dibilang sebagai wajahnya kampus Indonesia. Karena mungkin masih ada kampus lain yang lebih baik dari UI, yang pantas disebut sebagai rambut kepala.

Sebagai sebuah kampus multiversitas, yang mengajarkan banyak disiplin ilmu yang terpisah satu sama lain, terdapat perbedaan unik yang saya amati dari setiap fakultas yang ada di lingkungan kampus. Masing-masing fakultas mempunyai tampilan budaya yang berbeda-beda. Budaya tersebut dapat dilihat dari bentuk bangunan, cara berpakaian mahasiswa, ruang perpustakaan, dan bahkan kantin masing-masing.

Bagi kalian yang ingin mengunjungi kampus UI dan melihat keragaman budaya, mungkin perlu mengikuti rangkaian mozaik UI untuk dapat menikmati dengan santai setiap pemandangan yang ada.


Kembara intelektual akan dimulai pada pukul 8 pagi, dimulai dari saya turun angkot 128 menuju ke dalam UI melalui stasiun. Dari sana menuju Fakultas Psikologi mampir ke ATM center untuk ngambil duit, terus belanja di Alfamart untuk beli bengbeng sebagai teman ngemil selama perjalanan.

Dari FPsi, menuju FISIP duduk smsan di plasa depan gedung B, terus baca koran di MBRC. Jam 11an mulai jalan ke FIB lewatin Fasilkom gedung bundar tertutup yang dijaga ketat anjing, makan siang di Kansas dengan nasi padang atau lontong sayur, makan sambil ngobrol di bawah payung. Setelah selesai, buang ludah dulu di sekitar candi yang nyempil di antara gedung perkuliahan.

Nyebrang danau lewat Jembatan Teksas, belok kanan mampir dulu ke FE. Masuk ke dalam gedung B, lanjut terus ke Mushola Ikhwan, satu-satunya mushola di UI yang murni gak nyampur dengan akhwat. Terus jalan lewat samping SC (Student Center) sambil lihat pelangi siang di ari mancur makara UI, belok kiri masuk ke area parkiran terus lanjut ke FT lewat gedung baru Engineering Center.

Dari Engineering Center terus tembus ke Kantek (kantin teknik). Lihat sebentar anak2 main futsal atau lihat panjat tebing punya Kapa FT. Lanjut perjalanan, masuk ke career center yang ada di depan Pusbintakwa di kawasan Pusgiwa. Masuk ke pusgiwa, duduk ngobrol agak lama dengan Pak Qodir di bangku sebelah kantor Satpam Pusgiwa, biasanya juga ada Pak Bahri yang kuncen di Pusgiwa.

Sudah agak sore jam 3an, jalan turun naik ke Perpus pusat lewat halte depan PNJ. Sholat ashar di perpus, kalau lagi beruntung bisa ngenet gratis di ruang komputer yang biasanya antre dengan mahasiswa yang mau ngenet. Naik ke lantai 2, lihat-lihat siapa yang lagi ke perpus, klo ada yang menarik coba deket-deket sambil curi-curi pandang.

Minum teh di kantin belakang rektorat sambil makan bengbeng yang tadi dibeli. kemudian lanjut ke FMIPA, masuk lewat gedung dekanat sedikit setelah garasi bis kuning. Gak banyak yang bisa dilihat karena padat dengan gedung atau lab baru yang dibangun. Paling juga lihat-lihat akhwat yang berseliweran lewat.

Kembara lanjut ke FKM, menuju gedung utama tempat sekretariat senat dan auditorium di lantai dua. Baca mading-mading yang banyak ditempel di gedung ataupun lorong. Dari FKM bisa lanjut ke FIK untuk melihat kantin unik disana yang masih menggunakan penukaran koin untuk jajan. Atau langsung ke Rektorat.

Karena di FIK cuma ada kantin, maka lebih baik memilih ke Rektorat. Masuk ke gedung pelayanan mahasiswa untuk sekedar ngaso duduk di kursi empuk dengan ac sejuk. ke dalam rektorat coba naik ke lantai 9 ruang senat, kalau bisa. dari lantai 9 akan terlihat pemandangan luas kota depok marginda dan kawasan hijau UI yang mulai digantikan gedung-gedung baru.

Dari rektorat berjalan ke balairung untuk melihat banyak muda-mudi berduaan pacaran di pinggir Balairung berhadapan danau. Dari sisi sana, coba berdiri dan menghadap ke arah gedung Fasilkom, akan terlihat indahnya matahari terbenam, yang sinarnya juga terpancar indah di danau dengan pantulan Masjid UI di sebelahnya.

Penutupan Kembara hari ini diakhiri dengan sholat maghrib di Masjid UI. Berdoa untuk hari esok yang lebih baik. Senangnya hari ini!

Monday, May 19, 2008

Cinta, Aku, dan Eksistensi

Jika cinta itu ada, aku ada
Jika cinta itu tiada, aku tetap ada
Jika aku ada, cinta itu ada

Aku adalah cinta, cinta aku
Cinta adalah aku, aku cinta
Jika aku tiada, tiada cinta

Siapa cinta aku?
Aku cinta siapa?

Tuesday, May 13, 2008

Kyle XY dan Rzbzr XY


Kyle menemukan dirinya asing dengan dunia. Apa yang dia lihat di dunia merupakan hal yang sama sekali baru buat dirinya, karena Kyle tidak berkembang secara bertahap dari bayi, balita, anak-anak, dan dewasa. Ia tiba-tiba ada, tanpa ada memori sebelumnya, tanpa melalui pendidikan dini dan kasih sayang orang tua.

Kyle terbangun ditengah-tengah hutan, berjalan ke tengah kota tanpa sehelai baju pun. sampai kemudian dia dibawa ke tempat rehabilitasi sosial. Melihat kemampuan komunikasinya terbatas, seolah-olah bayi tanpa pengetahuan yang mempelajari lingkungan, Kyle kemudian dirawat secara pribadi oleh psikolog.

Kemampuan belajar Kyle sangat luar biasa. Ia mampu mempelajari semua yang ia lihat, sentuh, dengar, dan rasakan. Ia mampu mengingat 100% apa yang ia hadapi, baik bahasa, gerakan, perasaan, dan kemampuan luar biasa lainnya yang berasal dari kemampuan otaknya yang bekerja seperti otak super komputer. Bahkan ia mampu mengingat jalannya detik jam, dalam arti dia tidak pernah terlepas dari ingatannya tentang detik yang telah berjalan saat ini.

Beberapa kemampuannya yang luar biasa yakni, holographic memory, yakni kemampuan mengingat semua yang ia jalani sehingga seolah-olah ia dapat memutar kembali rekaman perjalanan dengan rinci. Telekinesis, menggerakkan benda dengan kekuatan pikiran, bahkan membuat dirinya melayang di udara seperti orang yoga, namun tanpa perlu ia susah bersila. Dan, mengontrol kemampuan tubuh untuk memfokuskan pada penyembuhan pada bagian yang luka, bahkan ia dapat menyembuhkan kanker.

Menyaksikan Kyle XY seperti menyaksikan diri saya sendiri. Setidaknya diri saya dengan kekurangan yang ada tetap menjadi diri saya berhadapan dengan dunia. Kyle dalam perjalanan diri menemukan jati diri sesungguhnya, sedang Rzbzr telah sampai pada kesimpulan siapa dirinya hanya perlu berusaha berjalan sesuai dengan apa yang menjadi dirinya. Jika Kyle masih mencari-cari titik terang, Rzbzr telah jalan dalam terang.

Kyle terus mencoba mempelajari hal-hal baru dalam lingkungan, beradaptasi, mempelajari, dan mengambil manfaat darinya. Rzbzr terus menempa dirinya dengan menempatkan dirinya pada keadaan-keadaan baru yang memaksanya untuk terus belajar. Pada lingkungan ilmiah, Rzbzr menjadi peneliti, pada lingkungan bela diri, Rzbzr menjadi pendekar, pada lingkungan gerakan, Rzbzr menjadi aktivis. Namun satu hal yang tetap sama dan melingkupi semua, Rzbzr sebagai muslim. Peneliti muslim, aktivis muslim, pendekar muslim, politisi muslim, dan lain-lainnya muslim.

Kemampuan luar biasa Kyle sedikit banyak juga melekat pada diri Rzbzr, secara sadar maupun tidak sadar. Rzbzr sangat amat jarang menggunakan obat untuk menyembuhkan dirinya, mungkin hanya pada titik ekstrim ia terpaksa menggunakan obat.

Rahasia Kyle mempunyai begitu banyak kemampuan luar biasa sehingga menjadi manusia yang luar biasa terletak pada lamanya masa perkembangan otak ketika ia masih hidup selama 16th dalam inkubator. Rzbzr akan menjadi manusia sempurna (insan kamil) dalam masa studinya yang lama dalam pendidikan tinggi.

Kyle XY boleh jadi hanya merupakan cerita fiksi ilmiah, tapi Rzbzr XY nyata hidup dalam kehidupan nyata!


link terkait lain: Kyle Xys and how it relates to me

Monday, May 12, 2008

Mengantuk

Mengantuk
Semoga ini petunjuk
Petunjuk untuk menjauhi kesia-sian
Cara Tuhan melindungi hambaNya

Mengantuk
Ujian para pencari ilmu
Beban sejuta ton dalam pelupuk mata
Cara setan menghalangi ilmu

Mengantuk,
Kantuk ini sudah tak tertahan,
Aku tidur!

Friday, May 9, 2008

10 Hal Tentang Aksi yang Mesti Kamu Tahu

Aksi demonstrasi merupakan sarana bagi masyarakat democrazy untuk menyalurkan aspirasi, mengontrol kebijakan pemerintah. Hampir setiap minggu dapat kita temui berita tentang aksi demo yang digelar di berbagai daerah dengan tema beragam.

Sedikitnya ada 10 hal tentang aksi demo yang mesti kamu tahu, yakni:
  1. Pahami terlebih dulu tema yang diusung dalam aksi dan apa yang menjadi alasan dalam pengusungan tema tersebut. tema-tema aksi dapat diklasifikasikan menjadi: fundamen, penting, mendesak, atau remeh.
  2. Amati siapa yang menyokong logistik (dana, makanan) aksi tersebut. bisa jadi aksi tersebut hanya merupakan aksi tunggangan orang-orang yang bermodal.
  3. Siapa yang mengisi orator dalam aksi tersebut. Aksi bisa menjadi sarana bagi kamu untuk dapat bersilaturahim dengan tokoh ummat. Dalam berorasi, kamu dapat melihat para tokoh tersebut mengeluarkan semua emosinya, kemampuannya beretorika, dan paradigma berpikirnya.
  4. Datanglah terlambat. dengan begitu kamu dapat melihat semua peserta aksi. Lalu dengan jalan gagah agak cepat berjalan mendahului para peserta perempuan dengan maksud menyusul rombongan depan, sambil sedikit-banyak lirik sana-sini.
  5. Berdirilah dekat dengan panggung orator. di sana kamu akan mendapatkan kesempatan lebih untuk tertangkap kamera.
  6. Hapalkan setiap stasiun tipi yang datang meliput aksi, agar memudahkan kamu memberitahukan teman dan orang rumah tipi mana yang mesti ditonton untuk melihat kamu aksi.
  7. Kenakan topi atau slayer untuk menutupi wajah. Hindari pemotret gelap yang membidik wajah para pendemo. Bisa jadi kamu dijadikan daftar target operasi di aksi-aksi mendatang.
  8. Istirahat dalam aksi bisa dengan beli jajanan di sekitar tempat berlangsung aksi. Cari tempat jajan yang sama dengan wartawan senior, say hello, sedikit ngobrol, dan jajan kamu akan dibayarin oleh wartawan yang baik hati itu.
  9. Hati-hati dengan pria dengan tinggi 165cm ke atas yang menanyakan banyak hal tentang aksi. Jangan berikan informasi nama dan info pribadi lainnya, apalagi afiliasi kelompok aksi. Bisa jadi dia intel.
  10. Nikmati kepulangan anda! Lewati objek menarik yang mungkin kamu lalui menuju pulang. Seperti Monas kalau aksi depan Istana.
Jangan terlalu dianggap serius!

Monday, May 5, 2008

Manusia dan Kebebasan

A man can be free without being great, but no man can be great without being free.

(Kahlil Gibran)

Kemuliaan Manusia di antara mahluk Tuhan lainnya terletak pada kebebasan dalam bertindak. Jika malaikat terus beribadah tanpa pernah sela, itu bukan karena malaikat tidak mau untuk tidak beribadah melainkan dia tidak mempunyai kemauan selain kemauan untuk beribadah. Begitu juga setan, tidak dapat melangkah ke dalam dunia baik karena dinding takdir yang telah ditetapkan Allah atasnya buah kesombongan kepada diri sendiri.

Manusia dengan anugerah kebebasan yang diberikan mampu naik ke tangga makam malaikat merebut singgasana kemuliaan malaikat. Namun sebaliknya, manusia juga dapat menjadi setannya setan di kerajaan setan.

Kebebasan yang digunakan manusia mempunyai konsekuensi balasan baik dan buruk bagi dirinya. Jika kebebasan itu masih harus mendapatkan ganjaran, apakah hal seperti itu masih disebut sebagai kebebasan?

Kebebasan bukan merupakan kondisi merdeka/bebas dari setiap aturan atau konsekuensi dalam pengertian ‘hurriyah’. Namun, kebebasan manusia terletak pada usaha/effort dalam hidup yang dilakukannya dalam pengertian ‘ikhtiyar’, sebuah tindakan.

Kebebasan manusia dalam pengertian ikhtiyar terikat pada makna ikhtiyar itu sendiri, yakni ‘baik’, dari akar kata yang sama dengan khaara (khayara). Maka dari itu, pilihan-pilihan yang ada dalam kebebasan adalah pilihan-pilihan yang baik. Manusia dihadapkan pada usaha untuk memilih pilihan yang terbaik bagi dirinya.

Pilihan antara yang baik dan yang buruk tidak dapat dikatakan sebagai sebuah ikhtiyar, pilihan tersebut adalah sebuah kezaliman. Menzalimi diri sendiri bukanlah benar-benar keinginan/fitrah manusia. Manusia secara alami (the nature of man) berusaha untuk mendapatkan manfaat balik untuk dirinya. Hanya manusia pekak yang akan memilih untuk menzalimi dirinya sendiri.

Zalim (zulm) merupakan tindakan yang tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya. Mengambil yang buruk dan meninggalkan yang baik merupakan tindakan yang tidak mengindahkan bagaimana meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tempatnya buruk adalah ditinggalkan dan tempatnya yang baik adalah dipegang.

Zalim sebagai lawan dari adil, maka tindakan dalam makna kebebasan juga berarti tindakan dalam rangka adil untuk dirinya sendiri. Dan setiap kebaikan yang dilakukan merupakan bagian dari agama (all virtues are religious). Maka kebebasan juga merupakan sebuah tindakan yang bersifat keagamaan.

Wallahua’lam

Telaah buku, Prolegomena to The Metaphysics in Islam, Syed M. Naquib Al-Attas, KL: ISTAC, 2001.

Artikel menarik terkait: kebebasan

Tuesday, April 29, 2008

Mencoba lari dan selingkuh

Sore di suatu gedung perkantoran di lingkaran semanggi, saya berjalan nyinyir di belantara metropolitan Jakarta. Etalase belanja penuh dengan produk ternama, pramuniaga cantik berseragam, dan orang-orang putih, mulus, cantik, bule lalu-lalang dengan tawa gembira. Semilir ketakjuban membelai kulit masuk halus ke ulu hati.

Kemewahan tersebut hampir membuat saya mabuk kepayang, menghadirkan penerawangan akan masa depan indah tinggal di apartemen. Namun saya tersedak bangun dari lamunan, merasakan ketidaknyamanan bising dalam gedung tersebut. Suara musik dan gaungan entah berantah berasal dari obrolan orang, suara alat elektronik, dan penjaja toko.

Mulai berpikir, apakah ini benar-benar berbeda dengan kehidupan luar di jalan. Muka penuh noda pemutih, baju penuh corak ataupun simpel minim, dan bising yang saya temui di gedung merupakan sesuatu yang serupa dengan keadaan di terminal, muka penuh bedak debu alami, baju modis hitam coklat ataupun sobek minim, dan bising.

Banyak yang mirip antara di dalam gedung dan di dalam terminal. Suasana bising dan keramaian sama-sama saya temui di kedua tempat tersebut walau dengan penampakan luar yang berbeda. Aneh atau hanya perasaan iri, saya mencoba menafikan semua kemewahan yang ada, cuihh..! Apakah benar ini pantas untuk dikejar? apa saya mesti berkeringat untuk ini?

Saya mungkin tidak hidup di kedua tempat tersebut, jalanan ataupun gedung. Saya hidup menyepi di pinggir Jakarta, sebuah kampung yang mengelilingi setu. Tidak ada bising kecuali suara radio dari tetangga penggemar rock. Tidak ada orang berpakaian sobek atau berkilat. Tidak ada yang berlalu dengan tergesa.

Berjalan tenang, mengambil napas dalam, dan... lariii.. melewati kerumunan orang belanja, menyalip setiap mobil yang terjebak macet, menerabas polusi bis kota, dan menyiku motor keparat yang menyelip.

Berjalan melambat, mengambil napas perlahan, mengeluarkan semua panas tubuh yang ada. kemudian selingkuh dengan alam raya, puncak gunung pangrango. Nafikan peradaban manusia.

Esok hari akan lebih baik!

Sunday, April 27, 2008

Lulus?

lulus?
saya menunggu orang yang tertinggal di garis start.
menunggu saatnya lari bersama,
atau berjalan utk menikmati lintas alam.
rehat sejenak beli es kelapa,
makan sebatang coklat sampai habis,
hingga tak sengaja bibir kita beradu.
peraduan mimpi memang tak pernah bertepi
dan kita akan terus berjuang untuk dapat mati layak!

Saturday, April 26, 2008

Menunjuk Kamu

Selaras warna mengecap serasa
Mengutip sama kalimat tanya
Memetik bunga serupa

Sudah takdir kita bersama
Kemana berjalan,
ku temui kamu di sana

Monday, April 21, 2008

Miskin – Kaya, Surga – Neraka, Tokek.. tokek..

Kenapa orang miskin lebih banyak masuk surga?

Kontrasnya, banyak bilang kalau kefakiran lebih dekat kekafiran. Terus dengan dalil ini dia mencari kekayaan yang banyak.

Apa karena memang orang Islam kebanyakan orang miskin!

Kalau mau dibilang bahwa orang Islam lebih banyak orang miskinnya.

Kontrasnya, zaman khalifah yang udah pernah jalan 1000 tahun kegemilangan, banyak dibilang sebagai peradaban termegah, yang artinya orang miskin di dunia yang ada waktu itu lebih banyak ada di belahan dunia atau peradaban lain. (dark ages, raja-raja eropa yang menindas rakyat lalu timbul mitos kepahlawanan seperti Robinhood)!

Kontrasnya, banyak banget di sekitar orang miskin juga tidak sholat, tidak peduli sama agama?

Pastinya mereka peduli pada hidup mereka, anak-anak mereka, dan mereka terus berjuang untuk hidup. Orang miskin gimana mau sholat, istirahat buat bersihkan badan saja tidak bisa. Masjid-masjid hanya menyediakan keran dan saluran air, tanpa MCK yang cukup.

Gimana kalo orang yang kaya!

Gw pikir yang membuat mereka terjebak dalam kubangan neraka, sikap sok tau.

Sok tau abis orang kaya!!!!!

Seolah-olah tindakan mereka selama ini—yang telah membuat mereka kaya—benar-benar telah membuat mereka mulia. Semua orang harus tunduk terhadap perkataannya, cuma dia yang benar. Sepeda mesti menyingkir dari jalan mobilnya.

Entah dia sholat, entah dia beragama, tapi kalau orang kaya masih merasa menjadi tuhan, pergi aja lo ke laut!

Tokek.. tokek..

[posting pindahan dari blog lama, 20 Agustus '07 ]

Wushu Strike NII KW 9 Back!


Selasa sore menjelang malam Perguruan Wushu Gerak Naga Gunadarma seperti biasa melakukan latihan rutin di kampus G Kelapa Dua. Namun ada yang berbeda dalam obrolan setelah latihan pada Selasa 15 Mei lalu. Putra, ketua wushu gerak naga, menceritakan dirinya dua minggu lalu pernah dijebak oleh anggota NII KW9 masuk ke dalam proses indoktrinasi melalui cara diskusi.

Pada awalnya Putra tidak curiga karena RO (inisial) mahasiswa D3 Gunadarma, mengajak Putra untuk bertemu dengan temannya yang tertarik mempelajari bela diri Wushu. Alih-alih membicarakan wushu, teman RO malah membelokkan pembicaraan ke realitas masyarakat di Indonesia, yang berujung pada menghasut kebencian kepada Negara Indonesia.

Keganjilan yang Putra rasakan, 'masak ngomong melulu pake dalil Al-Quran yang terjemahannya aja, cuma sepotong-sepotong lagi'.

Putra bukan satu-satunya yang pernah dijebak oleh anggota NII KW9. Maldalias, anggota wushu lainnya dan satu dari banyak mahasiswa Gunadarma, juga pernah merasakan percobaan indoktrinasi oleh NII KW9 dengan cara yang kurang lebih sama.

Malang bagi RO, tanpa sengaja malam itu RO melintasi tempat latihan, tepat saat Anak-anak wushu sedang saling tukar cerita tentang NII KW9. RO ditarik kehadapan yang saat itu ada empat orang. Putra, Fajar, Maldalias, dan Reza.

‘Lagi nyari mangsa lagi lo ya?’ Putra mengawali interograsi.

‘Berapa orang yang dah lo ajak?’ ‘Setoran lo setiap bulan berapa?’ ‘Siapa pimpinan lo? ‘dimana markas lo sekarang?’ berondong pertanyaan dari anggota wushu.

Terus mengelak, merasa bodoh, RO tidak mengakui tuduhan-tuduhan yang dilontarkan anggota wushu. Tapi RO tidak bisa mengelak lagi ketika pimpinannya menelpon dalam rangka koordinasi namun diangkat oleh Reza. Dan di dalam tasnya juga ditemukan catatan-catatan yang berisi materi doktri NII KW9 dan daftar mahasiswa yang menjadi target perekrutan NII KW9.

Melihat dokumentasi yang banyak mencantumkan nama-nama yang menjadi target perekrutan NII KW9, Wushu gunadarma merasa perlu untuk mendapatkan daftar anggota NII KW9 aktif yang ada di Gunadarma.

Pukul 21.00, RO oleh para pendekar wushu diminta mengantarkan ke markas NII KW9. Lokasi markas tersebut berada di Gg. Kancil RT 14/02 Lenteng Agung. Sebuah rumah kontrakan yang berkedok sebagai pusat bimbingan belajar.

Sesampainya disana, kami langsung meminta masuk kepada anggota NII KW9 yang sedang berada di Markas, ‘di sini markas NII KW9 khan? Kami mo masuk untuk ambil dokumen daftar nama anggota NII KW9’.

Mengelak dan tidak bisa menerima, HA anggota NII KW9 yang mmbukakan pintu, bersilat lidah, tidak lama kemudian mengajak silat sungguhan. Tentu saja tawaran ini dilayani oleh anggota wushu.

Keributan tersebut diketahui juga oleh salah satu warga, yang kemudian melerai perkelahian. Kedatangan warga dimanfaatkan anggota wushu untuk melibatkan lebih banyak pihak untuk membongkar markas NII KW9 tersebut.

Pukul 21.30, Fajar menjelaskan ke rumah ketua RT. Reza menerangkan ke rumah Ketua RW. Sedangkan, putra dan Maldalias bersama wara setempat mengawasi aktivitas rumah tersebut. Tak lama kemudian Badan Bina Masyarakat (Babinsa) dari Koramil datang.

Pertama kali yang dilakukan Pak Eko aparat dari Babinsa meminta kejelasan laporan dari anggota Wushu. Diakhiri dengan ucapan beliau ‘saya menaruh apresiasi besar buat adik-adik, kalian ini sudah berani membela Negara’.

Anggota wushu, masyarakat dan koramil menggrebek rumah tersebut bersama-bersama. Masyarakat sekitar melihat ada dua orang yang keluar berlari dari rumah tersebut. Setelah melakukan penyisiran, satu orang tertangkap dan yang lain terlepas.

Penggeledahan rumah menunggu kedatangan para aparat dari Koramil dan Kodim yang baru datang pada pukul 23.00. Petugas polisi dari polsek timbul baru datang dini hari pukul 02-an. Sebagai saksi pelapor, anak-anak wushu terpaksa harus bersabar untuk bisa pulang menunggu proses ke kepolisian selesai.

Dari penyelidikan lebih lanjut pada malam tersebut, tertangkap 7 anggota NII KW9, 3 unit komputer, dan 5 kardus dokumen-dokumen NII KW9. Dokumen NII KW9 yang ada, buku undang-undang NII, majalah-majalah Al-Zaytun (pesantren termegah di Indramayu), buku tahunan dari beberapa SMA, sejumlah buku catatan, banyak poto kopian identitas diri, dan ‘lembar-lembar negara’ seperti: catatan keluar-masuk keuangan, daftar anggota, materi doktrin, dan bukti-bukti pembayaran.

Dari dokumen-dokumen yang ada tercatat jumlah anggota aktif dalam markas tersebut berkisar 20an orang, 7 diantaranya berketerangan sebagai mahasiswa Gunadarma.

Menurut Taufik Hidayat dari tim investigasi LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) yang datang ke lokasi, markas tersebut setingkat kelurahan. Idariah atau kode daerah 935607 menunjukkan malja (sebutan markas bagi NII KW9) tersebut berada di kabupaten Pasar minggu.

Daftar anggota menunjukkan terdapat 20an anggota aktif, 7 diantaranya tertulis adalah mahasiswa Gunadarma. Sedikitnya anggota dalam markas tersebut jangan membuat kita merasa terbebas. Menurut Sukanto, ketua aliansi mahasiswa korban NII KW9, wilayah pasar minggu (9356) mempunyai anggota yang relatif jauh lebih kecil dibandingkan dengan wilayah cilandak (9322) yang mempunyai anggota aktif paling besar berasal dari kalangan mahasiswa.

Menurut Reza, anggota wushu yang juga tergabung dalam aliansi mahasiswa korban NII KW9, ada beberapa hal yang menyebabkan kita harus selalu waspada terhadap kelompok NII KW9. Pertama, mereka tidak berterus terang dalam mendakwahkan ajaran (baca: doktrin) mereka, mereka menjebak target untuk indoktrinasi dengan berbohong mengajak diskusi dengan tema yang target senangi. Hal ini menyebabkan, orang bisa kurang persiapan dalam menangkis doktrin NII KW9 yang sesat.

Kedua, pekerjaan anggota NII KW9 sehari-hari dari pagi hingga malam hanya berkutat pada perekrutan orang. Sehinga walaupun anggota mereka sedikit tetapi berdampak massif bagi orang disekitar anggota NII KW9.

Namun hal ini jangan membuat masyarakat dan mahasiswa takut untuk belajar Islam. Justru karena kurang belajar Islam yang menyebabkan orang jatuh dalam sesat pikir. ‘Ajaran dan metode dakwah mereka (NII KW9) sangat berbeda dengan yang lain sehingga bagi siapapun yang mempunyai dasar belajar Islam dapat membedakan bahwa kelompok NII KW9 sesat’ kata Fajar yang biasa dipanggil Pak Haji oleh kawannya.

Perlu dicatat disini, pembagian wilayah tidak membatasi anggota NII KW9 untuk mencari calon anggota terbatas di wilayahnya, namun ini hanya pada persoalan administrasi saja. Sedangkan wilayah target tidak terbatas.

Semua anggota NII KW9 dan barang bukti dibawa ke Polsek Timbul. Anggota Wushu juga diminta ke polsek untuk dimintai keterangan. Wawancara pengisian BAP baru selesai pukul 05.30 pagi. Setelah itu pulang.

Petualangan pendekar wushu tidak sampai disitu saja. Sore hari mereka diminta untuk ke Polres Jakarta Selatan di Blok A. Sehabis Isya, Putra, Fajar, dan Reza bersama Bapak Taufik Hidayat dari LPPI bertemu dengan pihak kepolisian terkait. Setelah beberapa lama memberi keterangan dengan ajudan. Kami menghadap ke Kepala Satuan Intelejen Keamanan Polres Jakarta Selatan..

Mendengar pembicaraan serius antara Pak Taufik dengan Pak Kasat, memahamkan kami bahwa perlawanan menghadapi NII KW9 adalah perlawanan yang panjang dan pelik. Banyak pihak yang berkepentingan dalam melindungi kelompok NII KW9.

Temuan nama-nama anggota aktif NII KW9 ditindaklanjuti secara mandiri (tanpa polisi) dengan melaporkan anggota NII KW9 kepada orang tuanya masing-masing dengan bantuan pihak universitasnya.

Dari pengalaman aksi counter strike dari para mahasiswa yang tergabung dalam perguruan bela diri Wushu terhadap kelompok NII KW9, menunjukkan bahwa perlawanan NII KW9 harus dilakukan mulai dari diri sendiri bersama komunitas (peer group) kita bersahabat. Jangan dulu phobia. Kita masing-masinglah yang bertanggung jawab pada diri sendiri dan teman disekitar kita.

[posting pindahan dari blog lama, 20 Juni '07 ]

Pluralisme a la Syiah atau Kang Jalal?


Tanggal 27 Juli lalu, bertempat di gedung ICC (Islamic Cultural Center) Jamaah IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) alias Ijabiyuun. Mengadakan acara 'Peringatan Milad Imam Ali as'. yang dirangkai dengan hari jadi ijabi ke-7.

Kehadiran saya di sana sebenarnya secara tidak sengaja. Awal datang dengan niat untuk menghadiri bedah buku ’Mendahulukan Akhlak diatas Fiqh’ Karangan Kang Jalal, karena memang hanya info ini yg saya terima. Sosok beliau sebagai professor telah lama menarik minat saya untuk dapat mendengar kuliahnya. Pantang Pulang Sebelum Padam, saya mengikuti semua rangkaian acara tersebut.

Pertama lihat backdrop panggung dah sangat membuat saya geli, tersenyum nyinyir. What in the hell am I? ada 7 bangun segi enam menyusun seperti sarang lebah. terdapat di setiap segi enam gambar-2 rumah Ibadah setiap agama yang ada di dunia. Dan diatas semua agama-agama terdapat Garuda pancasila.

Agama yang sudah sejak ribuan tahun lalu turun ke bumi mesti tunduk dengan Pancasila? Kacau bener nih backdrop!!

Ka'bah sebagai pusat dikelilingi oleh enam gambar rumah ibadah agama lain. Budha, Katolik, Hindu, Tao, ALiran kepercayaan kpd Tuhan YME, Protestan.

Yang sekarang mengawang dalam pikir saya, apakah teologi Syiah memang mengajarkan pluralisme? Ataukah ini hanya bualan Jalaluddin Rakhmat yang menggembalakan ummat bodoh menuju tambah bodoh?

Konon di Indonesia itu ada dua aliran syiah, Ijabi dan al Jawad. Ijabi mencoba menyusup ke tengah-tengah masyarakat dengan melakukan taqiyah mengusung pluralisme untuk dapat menarik simpati pemerintah dan masyarakat. Al-Jawad, baru kata teman, mengusung fundamentalisme Syiah Iran, menentang hegemoni Amerika dan menolak pluralisme agama.

Tapi su’udzhon gw, ’wah ini mah cuma dua jala yang bekerja sama untuk dapat menangkap lebih banyak ikan-ikan tersesat!’

[posting pindahan dari blog lama, 04 Agustus '07 ]

Pengalaman Baru di Kenduri Cinta

Ada banyak cerita, ada banyak orang, ada banyak tema, ada banyak banget yang saya denger, lihat, dan rasakan. Saking terpukaunya saya dengann acara tersebut sampe2 kapan-kapan saya ingin mengajak semua yang saya kenal untuk berkunjung ke acara tersebut.

"Klo pun saya mesti mengajak wanita keluar, yang pertama kali mesti gw ajak yakni ke kenduri cinta."

Tahu acara ini sih dah agak lama mungkin setahunan lebih, tapi baru saya datangin pas agustus tahun lalu. Hasrat untuk datang muncul setelah saya membaca buku baru yang masih ter-display di perpustakaan, Jalan Sunyi Emha. Saya baca banyak testi orang yang memuji emha dan acara kenduri cinta sebulan sekali yang dah selama 8th berjalan rutin. Dari sini my curiousity keluar.

Tanpa tahu temanya apa, acaranya seperti apa, jalan sama siapa, panggungnya dimana, belum pernah ke TIM sebelumnya, saya nekad jalan sendiri ke KC di Taman Ismail Marzuki jam8an. Acara mulai dari jam 9 malam, selesai jam setengah 3 pagi.

Sepengalaman saya ikut seminar/kajian yang berlangsung 2 jam penuh saya mesti ngantuk kadang tertidur di bangku. tapi acara yang begitu panjang selama 6 jam, dari malam sampai dini hari saya sama sekali gak ngantuk, semua acara saya simak dengan baik.

Setelah pembukaan dengan shalawat dari kaset, acara masuk ke diskusi. Diawali omongan beberapa pembicara yang terlihat familiar cukup sering muncul di tv, pengamat politik, pengurus ADB, peneliti. Lanjut ke tanya jawab audien dengan pembicara. Tema awal pembahasan tentang kemiskinan, tapi terus lari ke lapindo, kemudian lari lagi ke pilkada, lari terus ke mana aja, dll., ke semua masalah bangsa.

Bagi saya yang menarik dari diskusi ini bukan dari omongan pembicara tapi pertanyaan, komentar, sumbang saran dari setiap pengunjung yang datang, celoteh rakyat kecil. Banyak definisi makna dan pandangan baru yang arief keluar dari kesederhanaan hidup. Dari teman2 KC banyak mengelaborasi definisi alternatif ttg kemiskinan. Orang dikatakan miskin kalau seseorang tersebut, (1) Mental spritualnya lemah, (2) Gak punya skill, (3) Gak bisa beradaptasi dengan cepat (saya lupa poin persisnya).

Selingan ada musik Rock & Roll Remedy (anak IKJ) dan akustik dari Mbah Surip ditemani Bertha (pelatih vokal). Salah satu lagu hits berjudul ‘Mak Erot’. Melihat Bertha begitu akrab dengan mbah surip yang mungkin kliatan dr luar agak setengah gila, rambut panjang gimbal, jarang mandi, senyam-senyum gak jelas. Tp emg, kemampuan seni musiknya luar biasa.

00.30 Emha naik panggung. ditemani beberapa pengungsi lumpur lapindo. Fokus hanya pada tema penyelesaian lumpur lapindo. Emha memimpin sidang besar untuk mencari solusi terbaik. Di pendahuluan Emha, cerita langkah-langkah strategis yang telah diambilnya sejak ia dikasih mandat oleh korban lapindo untuk membantu mcari penyelesaian.

Setelah itu, tiap hadirin diminta sumbang saran apa yang mesti dilakukan buat menyelesaikan masalah lapindo. Dari interaktif tanya-jawab, yang agak konyol dari pemuda jawa berikat kepala maju ke depan bilang, “Biar saya aja yang lunasin smw ganti rugi lapindo, bahkan smw utang Negara” pengunjung kaget terdiam terpukau, pas ditanya gimana caranya, “ya pokoknya biar saya yang lunasin, bisa! pasti bisa!” “Beri saya 5 menit. bisa, tenang aja.” sama Emha terpaksa dipotong paksa kemudian dipersilahkan ke yang lain untuk bicara. Suasananya bener-bener mirip sidang besar!

Ada beberapa omongan Emha yang gak bisa saya ngerti karena menggunakan bahasa jawa, terutama kalau lagi ngeluarin lelucon rumah tangga, tentang hubungan suami-istri.

Baru kali ini saya lihat forum, semua elemen bangsa ada, miskin, kaya, terpelajar, bodoh, gelandangan, politikus, dan seniman jadi satu ngomongin masalah bangsa dengann terbuka ada sekitar 100-150an orang. Di halaman parkir depan TIM beratap tenda.

Selesai pukul 2.30. Agak bingung mo tidur apa gak, klo tidur mo dimana, klo gak tidur mo kemana? Saya putusin untuk jalan-jalan keliling jakarta, saya ngincer sholat subuh di istiqlal habis itu pulang naik kreta. Berjalan santai sambil lihat jakarta diselimuti langit. Karena memang belum pernah ke TIM, jadi agak muter-muter jalannya, jauh lebih jauh dari yang semestinya saya tempuh.

Tapi mungkin karena itu juga saya jadi lihat fenomena yang tidak pernah saya lihat kecuali di TV. Sempet ketemu sama wanita-wanita cantik di pinggir jalan, 20 tahunan mungkin mahasiswa, bertransaksi tawar-menawar dengann cowo-cowo di mobil, ‘mas kami maunya pake kondom. pake kondom durex atau sutra’, dan beberapa pembicaraan yang saru.

“Untung saya gak ditawarin (lah i ya lah jalan kaki gitu), kalo ditawarin wah bisa berabe urusan….. [pengeen].”

Pemandangan lainnya yakni, orang dengan rajinnya bekerja di pagi buta nyapu jalan protokol untuk menjaga keindahan kota tempat lau-lalang orang-orang kaya. Orang-orang kayak gini dulu saya cuma tahu dari buku cerpen.

Jalan muter-muter selama 2jam lebih, akhirnya sampe juga di Istiqlal. Setelah sholat Subuh langsung jalan ke Stasiun Djuanda. Sesampainya di stasiun, ’wah sial! kereta ke bogor baru ada pagi pukul 6.’ Mau balik lagi ke masjid malas banget, terpaksa nongkrong terkantuk-tertidur di stasiun.

Akhirnya pulang terus tidur ampe siang setelah dugem di tengah kota!

[posting pindahan dari blog lama, 07 Agustus '07 ]

Sunday, April 20, 2008

Die Bara Purnama

Purnama,
Purnama menghidangkan indah dan nelangsa sekaligus dalam diri saya.

Indah,
Purnama menerangi syahdu langit malam, mengungkap kengerian malam. Menunjukkan jutaan bintang bagi mahluk bumi.

Indah,
Pertemuan saya dengan die tepat pada saat purnama, di puncak gunung salak, dalam keterkejutan masing-masing, "hei, die...!" Sejak itu kami melakukan komunikasi erat, walau hanya searah. Telepon, sms, dan bahkan cara kuno surat. Puja-puji, cinta, dan kasih sayang.

Nelangsa,
Purnama gak pernah bisa benar-benar saya miliki. Dia hanya menatap dari kejauhan, berkerling mata menggoda siapa saja yang menatapnya. Hanya diam seribu bahasa tanpa pernah membalas setiap sayang yang ku sampaikan.

Nelangsa,
Die tidak pernah benar-benar menjadi kekasihku. Paras cantik, kepribadian menarik, die terlalu asyik dengan dunianya sendiri, tanpa pernah menghiraukan bahwa saya sedang berbicara. Setiap kata yang ku berikan hanya dipetieskan. "Selamat! anda merupakan wanita terkuat di dunia."

Hambar,
Sintesa indah dan nelangsa, hambar. Ku berikan untukmu mayat hidupku.


Purnama,
Malam Senin, 14 Rabi'ul akhir 1429

Saturday, April 19, 2008

Indahnya Masa Muda

:-?
binun mode : on

latihan / reuni / demo / proposal / tulisan

masa muda memang indah, banyak pilihan menghampar di depan wajah.

Keindahannya bukan hanya pada pilihan jangan salah pilih,
tapi seni memilih mana pilihan yang mesti dipilih lebih dulu dan mana pilihan yang memerlukan kesiapan dengan menjalani pilihan lain terlebih dulu.

Karena apa yang dipilih hari ini dan urutan pilihan yang diambil bisa jadi sangat berpengaruh pada kelanjutan pilihan2 ke depan.

Dan yang paling manis dari masa muda adalah orang muda dapat melakukan banyak aktivitas sekaligus.

Salam Yakusa!
yakin - usaha - sampai

cemberut mode : on
:(