Wednesday, April 20, 2016

Si Laba-laba dan Si Lalat

Oleh: Allama Muhammad Iqbal*

Suatu hari, seekor laba-laba berkata kepada lalat
Meski engkau lewat sini setiap hari

Pondokku tak pernah mendapatkan kehormatan darimu
Dengan diberi kesempatan dikunjungi oleh engkau.

Terlewat orang asing dari kunjungan bukan masalah
Menghindar dari yang terdekat dan terhormat bukan hal yang baik

Rumahku akan merasa terhormat dengan kunjungan darimu
Sebuah tangga untukmu jika engkau putuskan masuk

Mendengar itu, lalat berkata pada laba-laba
Tuan, anda dapat menarik orang bodoh ke sana

Lalat ini tidak akan terjerat oleh jarring anda
Siapa yang masuk dalam jaringmu tidak akan dapat turun

Laba-laba berkata, “Bagaimana mungkin anda bilang saya sebagai penipu?
Saya tidak pernah melihat hewan yang begitu bodoh sepertimu.”

“Saya hanya ingin menyenangkan anda
Saya tidak punya kepentingan tersembunyi apa-apa.”

“Lalat, anda pasti telah terbang begitu lama dari tempat yang jauh
Istirahatlah sebentar di rumah saya, rumah saya tidak akan menyakiti anda.”

“Banyak hal dalam rumah ini yang layak anda lihat
Meski tampak hanya seperti rumah sederhana.”

Tirai halus dan lembut menggantung di setiap pintu
Dan saya telah menghias dinding dengan kaca-kaca

Tilam tersedia untuk kenyamanan para tamu
Bukan sembarang orang dapat merasakan

Sang lalat berkata, “Alangkah baiknya semua itu
Tapi jangan harap saya masuk ke dalam rumahmu

Semoga Tuhan melindungiku dari kenyamanan tilam
Setelah tertidur di atasnya, mustahil bangun kembali

Sang Laba-laba berbisik sendiri
“Bagaimana menjebaknya? Si Celaka itu cerdik

Banyak keinginan dipenuhi dengan pujian di dunia
Semua yang ada di dunia diperbudak oleh pujian

Dalam renungan itu, laba-laba berkata pada lalat
“Puan, Allah telah menganugerahkan kehormatan besar pada Anda!

Semua orang menyukai wajah indah anda
Bahkan jika seseorang melihat anda kali pertama

Mata anda terlihat seperti kumpulan kilau berlian
Allah telah menghiasi kepala Anda dengan bulu-bulu yang indah

Sang Lalat tersanjung oleh pujian
Dan berkata, “Aku tak takut padamu lagi.”

Berkata demikian ia terbang dari tempatnya
Ketika dekat laba-laba menjerat

Sang Laba-laba yang kelaparan beberapa hari
Sang Lalat menyajikan santapan lezat.


*) diterjemahkan oleh Reza dari Aik Makra Aur Makhi | A Spider and A Fly
Sumber: http*//iqbalurdu*blogspot*co*id/2011/02/bang-e-dra-6-aik-makra-aur-makhi.html