Thursday, December 4, 2008

Film Review: Sicko


Genre : Film Dokumenter
Penulis Naskah : Michael Moore
Sutradara : Michael Moore
Tanggal Tayang : 29 Juni 2007
Durasi : 123 menit


Sicko merupakan film dokumenter garapan sutradara peraih Academy Award atas dua film dokumenter sebelumnya, Bowling for Columbine dan Farenheit 9/11. Film ini berkisah tentang sistem pelayanan kesehatan di Amerika.

Moore mencoba memaparkan fakta-fakta bahwa masyarakat amerika yang telah mempunyai asuransi kesehatan, selain dari 50 juta yang belum mempunyai[1], masih harus menghadapi kesulitan untuk dapat mengakses layanan kesehatan yang diperlukan.

Susahnya klaim asuransi kesehatan disebabkan oleh prasyarat atau preexisting condition yang memberatkan pelanggan memperoleh klaim asuransi, seseorang mesti bersih dan sehat secara sempurna sebelum dapat memperoleh pelayanan dari asuransi.

Perusahaan asuransi sebagai private company yang menginginkan untung yang sebesar-besarnya mencoba meminimalisir klaim yang diberikan ke pelanggan, melalui praktek-praktek seperti, memberikan insentif lebih bagi dokter yang paling banyak mampu menolak memberikan klaim asuransi untuk pasiennya, melacak sekecil apapun keadaan kesehatan pasien yang dapat menggugurkan klaim asuransi, dan memuluskan prakteknya dengan mensponsori (baca: menyuap) para anggota kongres amerika.

Percakapan antara Presiden Nixon dengan John Ehrlichman, "...the less care they give them, the more money they make",[2] menjadi arah kebijakan komersialisasi kesehatan di amerika dengan program yang diberi nama The Health Maintenance Organization (HMO) Act of 1973.

Latar belakang ideolog kenapa di Amerika biaya kesehatan harus ditanggung oleh masing-masing warga negara sebagai sebuah tindakan berlawanan dari negara komunis yang membebaskan biaya kesehatan. Dalam propaganda Presiden Reagan melawan komunis[3], dia mengatakan bahwa kesehatan gratis adalah cara komunis mensosialiskan negara.

Moore menghubungkan program kesehatan yang baik dalam suatu negara dapat meningkatkan mortality penduduk. Penduduk Amerika mempunyai usia lebih pendek dibandingkan dengan Inggris, Perancis, dan bahkan Kuba. Peringkat kesehatan di Amerika lebih baik setingkat dibandingkan slovenia.

Untuk di Indonesia sendiri masih sangat jauh jika dibandingkan dengan pelayanan kesehatan di negara-negara yang ditampilkan dalam Sicko. Jangankan untuk mengasuransikan kesehatan, lapangan pekerjaan saja tidak dapat diasuransikan, dalam arti penduduk yang tidak mempunyai pekerjaan diberikan tunjangan.

Program layanan asuransi kesehatan di Indonesia yang dilakukan pemerintah melalui PT. Askes. Pada tahun 2007 anggaran Askeskin naik menjadi Rp 4 triliun[4]. Program pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dalam bentuk Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin) mulai 2008 diganti menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)[5].

Cara mendapatkan asuransi ini dianggap sulit bagi sebagian masyarakat mengingat panjangnya prosedur untuk mendapatkannya. Masyarakat mesti mendapatkan surat keterangan miskin dari RT dan RW kemudian masih harus melewatisaringan dari puskesmas. Pada tahun 2006 pemegang kartu askeskin telah mencapai 60 juta jiwa.


[1] 00:03:20,143 --> 00:03:24,221, Sicko 2007, “Yes, they are nearly 50 million Americans with no health insurance.”
[2] 00:31:36,390 --> 00:31:39,414, Sicko 2007, “The plan hatched between Nixon and Edgar Kaiser worked.”
[3] 00:35:31,045 --> 00:35:32,687, Sicko 2007, “My name is Ronald Reagan.”
[4] Anggaran Askeskin 2007 Naik Menjadi Rp 4 Triliun, …sehat%20indo/.%20%20Situs%20Resmi%20Kementerian%20Koordinator%20Bidang%20Kesejahteraan%20Rakyat%20%20.%20-%20Anggaran%20Askeskin%202007%20Naik%20Menjadi%20Rp%204%20Triliun.htm, diakses 3 April 2008
[5] Kesehatan Masyarakat Miskin, …. sehat%20indo/kesehatan-masyarakat-miskin.html, diakses 3 April 2008

No comments: