Jika tuan Musa berkenan, pinjamilah hamba tongkat baginda.
Guna hamba hancurkan sisa berhala yang kini bersemayam pada hati hamba.
Pinjami hamba tongkat baginda,
untuk menggali dalam sekali mata hamba mencari setitik air jernih.
Pinjami tuan sekali lagi, dan mohon maaf kalau kali ini tongkat baginda lecet, patah, atau hilang,
hendak hamba gunakan melawan musuh beribu.
Semoga tuan berkenan. Salam Tuhan atas tuan.
Sunday, January 2, 2011
Sunday, December 19, 2010
Memandang Langit Lurus
Kalau saja mata manusia bisa menangkap cahaya sejauh cahaya itu memantul 1x10" km, bisakah kita melihat bagian belakang kepala kita sendiri?
Jawabnya, tidak.
Cahaya saat dia keluar dari sumbernya, dia memancar tegak lurus terus sampai lenyap. Jika bertemu halangan dia akan memantul dgn sudut yg sama saat datang.
Dan karena bumi itu bulat maka cahaya di satu titik bumi tidak dapat bergerak mengelilingi bumi, dia akan terus lurus ke langit sisi luar bumi.
Sebagaimana cahaya, pandangan-sejauh sehebat apapun-tidak dapat melihat sisi belakang dirinya.
Itulah makanya saat saya berdiri tegak lurus dr tempat saya di sekian ketinggian di kaki gunung salak, saya menemui langit tepat di depan hidung.
Coretan ini menyisakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
~ bagaimana cahaya diciptakan?
~ bagaimana cahaya hilang?
~ apa bentuk/zat dari cahaya?
Jawabnya, tidak.
Cahaya saat dia keluar dari sumbernya, dia memancar tegak lurus terus sampai lenyap. Jika bertemu halangan dia akan memantul dgn sudut yg sama saat datang.
Dan karena bumi itu bulat maka cahaya di satu titik bumi tidak dapat bergerak mengelilingi bumi, dia akan terus lurus ke langit sisi luar bumi.
Sebagaimana cahaya, pandangan-sejauh sehebat apapun-tidak dapat melihat sisi belakang dirinya.
Itulah makanya saat saya berdiri tegak lurus dr tempat saya di sekian ketinggian di kaki gunung salak, saya menemui langit tepat di depan hidung.
Coretan ini menyisakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
~ bagaimana cahaya diciptakan?
~ bagaimana cahaya hilang?
~ apa bentuk/zat dari cahaya?
Friday, December 17, 2010
Tak Kurang Apa Pun
Allah memberiku makan setiap hari, tapi aku masih resah soal rasa.
Satu dua gadis ada juga menyapaku hangat, tapi aku masih resah dlm cinta.
Kawan murid dan ustadz hebat-hebat ilmu agamanya, tapi aku masih bingung untuk bertanya.
Buku, waktu, guru, semua tersedia, tapi aku masih saja sulit untuk belajar.
Ya Allah.. Mana mata bisul yg harus kupecahkan agar segala kenyerian dan ketersumbatan terbuka.
Satu dua gadis ada juga menyapaku hangat, tapi aku masih resah dlm cinta.
Kawan murid dan ustadz hebat-hebat ilmu agamanya, tapi aku masih bingung untuk bertanya.
Buku, waktu, guru, semua tersedia, tapi aku masih saja sulit untuk belajar.
Ya Allah.. Mana mata bisul yg harus kupecahkan agar segala kenyerian dan ketersumbatan terbuka.
Wednesday, October 20, 2010
Dear Friend,
Thanks my lovely sweety pretty friend for being so kind for sending me sms always. But because I am in Sukabumi now, it's been hard to me to come to weekly activities of Anggi. So you can stop sending me sms about that.
Really, I'm gonna miss you all, especially you.
I hope I can still receive your sms about something else, a warm enlighting sms as you are, R.
Tuesday, October 5, 2010
My first posting via email mobile
This is my first posting using email on hp. I will write my thought of
reality, fenomenology, and ideality in this blog. I want to write
more, more than I can post on fb. Think hard, think deep, and think
positive. Not just typing nonsense-narciss on my status. Let the fb be
a channel to connecting with friends on my life.
So, what the minimum posting should i write? None, It will only wheigt me.
reality, fenomenology, and ideality in this blog. I want to write
more, more than I can post on fb. Think hard, think deep, and think
positive. Not just typing nonsense-narciss on my status. Let the fb be
a channel to connecting with friends on my life.
So, what the minimum posting should i write? None, It will only wheigt me.
Sunday, September 19, 2010
Kuliah Peradaban Islam
Agama merupakan pondasi utama dalam sebuah bangunan Peradaban. Aksioma ini sejalan dengan banyak pendapat para cendikiawan dan ahli pikir di barat maupun timur. sebut saja Arnold Toynbee, Bernard Lewis, Samuel P. Hungtinton, Abu al-A'la al-Maududi, Muhammad Abduh, dll. Dalam agama ada seperangkat asumsi dasar yang melandasi cara seseorang memandang seperti tentang Kebenaran, Tuhan, Dirinya (manusia), Ilmu, dan Kebajikan. Menurut Christopher Dawson (1925) "The Great Religions are the foundation on which the great civilizations rest". Kejayaan peradaban Islam lahir dari pemahaman ummat Islam yang benar atas agama.
Oleh itu, S.M. Naquib Al-Attas, seorang sarjana muslim melayu, merumuskan bahwa sebab utama mundurnya Peradaban Islam adalah karena terjadinya kerusakan ilmu di kalangan ummat Islam. Kerusakan ilmu menyebabkan hilangnya adab, adab adalah pengenalan (dan pengakuan) tempat yang tepat atas sesuatu. Contohnya adab berpakaian, adab sholat, lebih luas bagaimana kedudukan isteri terhadap suami, bagaimana adab mahasiswa terhadap dosen, bagaimana seharusnya pemerintah (umara) menempatkan ulama, bagaimana seharusnya manusia memandang alam. Maka kemudian adab sangat erat kaitannya dengan keadilan. tanpa adab tak akan ada keadilan. Dan tidak akan ada adab tanpa adanya ilmu yang benar.
DISC sebagai kelompok kajian yang lahir untuk menggali ilmu warisan peradaban Islam menyajikan kepada mahasiswa UI Kuliah (nonformal) Peradaban Islam. Kuliah ini akan memberikan penjelasan pandangan hidup (worldview) berasaskan wahyu, alQur'an dan Sunnah, sebagai pondasi dasar (basic asumption) bangunan Ilmu atau bagaimana kita berpikir dan memandang sesuatu perkara. Kuliah ini penting untuk semua mahasiswa yang peduli atas pengembangan berbagai disiplin Ilmu berdasarkan Islam di Perguruan Tinggi.
Friday, September 17, 2010
Semangat Jing Wu
| Huo Yuanjia |
Bagi para penggemar film kungfu mungkin tidak asing dengan nama perguruan ini, Jing Wu. Nama-nama besar aktor China seperti Bruce Lee, Jackie Chan, dan Jet li pernah memainkan peran sebagai murid atau pendiri Jing Wu.
Jing Wu merupakan perguruan wushu pertama yang memadukan berbagai aliran kungfu dalam pengajarannya. Berdiri pada tanggal 7 Juli 1910 di Shanghai yang diprakasai oleh Huo Yuanjia (1868-1910), seorang petarung terkenal dari Tianjin, Jing Wu lahir untuk membangkitkan nasionalis China ditengah penjajahan Inggris dan Jepang.
Jing Wu merupakan perguruan wushu pertama yang memadukan berbagai aliran kungfu dalam pengajarannya. Berdiri pada tanggal 7 Juli 1910 di Shanghai yang diprakasai oleh Huo Yuanjia (1868-1910), seorang petarung terkenal dari Tianjin, Jing Wu lahir untuk membangkitkan nasionalis China ditengah penjajahan Inggris dan Jepang.
Berikut adalah 3 Kebajikan dan 10 Konsep dari Semangat Jing Wu,
Semangat Jing Wu
3 Kebajikan Jing Wu
Kebijaksanaan: Manusia bijak tidak akan tersesat
Kemurahhatian: Manusia murah hati tidak punya kekhawatiran
Keberanian : Manusia berani tidak punya rasa takut
Sepuluh Konsep Jing Wu
1. Konsep Jing Wu tentang Manusia:
Untuk mencapai semua kemampuan melalui penempaan moral, intelektual, dan fisik2. Kon sep Jing Wu tentang Karakter:
Menghormati orang lain dan menghormati diri sendiri melalui keadilan dan integritas3. Konsep Jing Wu tentang Kepedulian:
Kemanusiaan dan persamaan melalui kejujuran dan keterusterangan4. Konsep Jing Wu tentang Kata dan Perbuatan:
Perkara seseorang dihakimi melalui kata dan perbuatannya5. Konsep Jing Wu tentang Kepercayaan
Untuk menjaga setiap akad dan janji6. Konsep Jing Wu tentang Ketepatan Waktu:
Untuk tepat waktu tanpa apologi apapun.7. Konsep Jing Wu tentang Keadilan:
Untuk menjunjung keadilan tanpa memihak8. Konsep Jing Wu tentang Pelayanan:
Untuk memberikan pelayanan dengan penghormatan9. Konsep Jing Wu tentang Kesejahteraan:
Untuk memberi tidak untuk menerima10. Konsep Jing Wu tentang Persaudaraan:
Untuk mencintai sesama sebagaimana anda mencintai diri sendiri dan keluarga
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Chin_Woo_Athletic_Association
http://www.chinwoo.com/spirit.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Huo_Yuanjia
Friday, May 14, 2010
Buka Palang Pintu
Adu silat adalah salah satu adegan yang selalu muncul pada kesenian Palang Pintu Perkawinan. Pernikahan sendiri merupakan salah satu perjalanan manusia yang dianggap sakral bagi masyarakat Betawi. Saking sakralnya, maka ada beberapa prosesi yang harus dilalui oleh kedua mempelai menjelang pernikahannya dan salah satunya adalah Palang Pintu.
Upacara pernikahan diawali dengan arak-arakkan calon pengantin pria menuju ke rumah calon istrinya. Dalam arak-arakan itu, selain iringan rebana ketimpring juga diikuti barisan sejumlah kerabat yang membawa sejumlah seserahan mulai dari roti buaya yang melambangkan kesetiaan abadi, sayur-mayur, uang, jajanan khas Betawi, dan pakaian. Selain itu, perlengkapan kamar pengantin yang berat seperti tempat tidur serta lemari juga dibawa dalam prosesi arak-arakkan.
Tradisi Palang Pintu ini merupakan pelengkap saat pengantin pria yang disebut "tuan raja mude" hendak memasuki rumah pengantin wanita atawa "tuan putri". Nah, saat hendak masuk kediaman pengantin putri itulah, pihak pengantin wanita akan menghadang.
Awalnya, terjadi dialog yang sopan. Masing-masing saling bertukar salam, masing-masing saling mendoakan. Sampai akhirnya pelan-pelan situasi memanas lantaran pihak pengantin perempun ingin menguji kesaktian dan juga kepandaian pihak pengantin laki-laki dalam berilmu silat dan mengaji.
Baku hantam pun terjadi. Sudah pasti, akhirnya pihak lelakilah yang menang. (He he he... kalau pihak lelaki tak menang, tentu gak akan terjadi pernikahan bukan?).Usai memenangi pertarungan, pengantin perempuan pun biasanya meminta pihak lelaki untuk memamerkan kebolehannya dalam membaca Al Quran. Dan sudah pasti lagi, ujian ini pun mampu dilewatinya.
Berikut adalah drama satu babak ketika acara Palang Pintu berlangsung yang diwakili oleh pihak pengantin Perempuan (P) dan pihak pengantin Laki (L).
P: Eh, Bang-bang berenti, bang budeg ape luh. Eh, bang nih ape maksudnye nih, selong-selonong di kampung orang. Emangnye lu kagak tahu kalo nih kampung ade yang punye?...
P: Eh. Bang, rumah gedongan rumah belande, pagarnya kawat tiangnya besi, gue kaga mao tau nih rombongan datengnye dari mane mau kemane, tapi lewat kampung gue kudu permisi.
L: Oh. jadi lewat kampung sini kudu permisi, bang
P: Iye emangnye lu kate nih tegalan
L: Maafin aye bang, kalo kedatangan aye ama rombongan kage berkenan di ati sudare-sudare. Sebelomnye aye pengen ucapin dulu nih Bang. Assalamu'alaikum
P: Alaikum salam.
L: Begini bang. Makan sekuteng di Pasar Jum'at, mampir dulu di Kramat Jati, aye dateng ama rombongan dengan segala hormat, mohon diterime dengan senang hati
P: Oh, jadi lu uda niat dateng kemari. Eh Bang, kalo makan buah kenari, jangan ditelen biji-bijinye. Kalo ku udeh niat dateng kemari. Gue pengen tahu ape hajatnye?...
L: Oh. jadi Abang pengen tahu ape hajatnye. Emang Abang kage dikasih tau ame tuan rumehnye. Bang, ade siang ade malam, ade bulan ade matahari, kalo bukan lantaran perawan yang di dalam, kaga bakalan nih laki gue anterin ke mari.
P: Oh. jadi lantaran perawan Abang kemari?...Eh. Bang, kage salah Abang beli lemari, tapi sayang kage ade kuncinye, kage salah abang datang kemari, tapi sayang tuh, perawan ude ade yang punye
L: Oh.jadi tuh perawan ude ade yang punye. Eh Bang crukcuk kuburan cine, kuburan Islam aye nyang ngajiin, biar kate tuh perawan udeh ade yang punye, tetep aje nih laki bakal jadiin
P: .Jadi elu kaga ngerti pengen jadiin. Eh Bang kalo jalan lewat Kemayoran, ati-ati jalannye licin, dari pada niat lu kage kesampaian, lu pilih mati ape lu batalin
L: Oh. Jadi abang bekeras nih. Eh Bang ibarat baju udah kepalang basah, masak nasi udah jadi bubur, biar kate aye mati berkalang tanah, setapak kage nantinye aye bakal mundur
P: Oh. jadi lu sangke kage mau mundur, ikan belut mati di tusuk, dalam kuali kudu masaknye, eh. Nih palang pintu kage ijinin lu masuk, sebelum lu penuin persaratannye
L: Oh. Jadi kalo mao dapet perawan sini ade saratnye, Bang.?
P : Ade, jadi pelayan aje ada saratnye, apa lagi perawan.
L: Kalo begitu, sebutin saratnye. Bang.
P: Lu pengen tau ape saratnye. Kude lumping dari tangerang, kedipin mate cari menantu, pasang kuping lu terang-terang, adepin dulu jago gue satu-persatu
L: Oh. jadi kalo mao dapet perawan sini saratnye bekelai Bang.
P: Iye. Kalo lu takut, lu pulang.
L: Bintang seawan-awan, aye itungin beribu satu, berape banyak Abang punya jagoan, aye bakal adepin satu-persatu.
Setelah adegan di atas, pemain palang pintu biasanya melanjutkan dengan kembangan. Berikut adalah petikannya.
L: Bang, lu tau dalemnye rawe, pasti lu tau kali semanan, kalo mau tau namenye jaware, nih lu liat gue punye maenan (jalanin jurusnye ). Nih ..baru kembangnye .. Bang. Ntar buahnye..
P: Kelape ijo ditusuk belati, naek perahu lurus jalannye, udeh banyak jago yang mati, nih jurus pukulannye, (jalanin jurusnye) kalo elu buahnye. nih bijinye..
Beradu jurus pun berakhir. Pihak pengantin lelaki keluar sebagai pemenang. Perbincangan pun dilanjutkan kembali.
L: Gimane Bang.rase-rasenye jagoan Abang udeh pade rontok semua nih. Ape aye ame rombongan udah boleh masuk?...Ape masih ade saratnye lagi Bang?...
P: Ntar dulu Bang, enak aje. Pan lu tau. Buah cereme jangan diasinin, makan nasinye di kandang kude, sarat pertame emang lu ude penuin. Tapi masih ade sarat yang kedue.
L: Sebutin udah bang jangan lame-lame
P: Tukang lakse dagangnye malam jalannya muter ke Pasar Kranji gue minta elu jangan cume bise berantem tapi gue pengen denger lu bise ngaji
L: Tumbuk ketan jadinye uli-ulinye juge kudui ditapeni betaun-taun anak kampung gue bisa ngaji lagu yang Abang minta aye bawain
(baca sikeh)
L : Gimane Bang. soal berantem aye udah ladenin, soal ngaji abang udah dengerin ape aye ame rombongan udah boleh masuk, ape masih ade saratnye lagi, Bang?...
P: Cukup-cukup dah Bang. Rase-rasenye kage sie-sie aye bebesanan ame Abang soal silat Abang jago.soal ngaji Abang bise. Aye Cuma bisa bilang.
buah mangga bukan sembarang mangga buahnye satu tulung petikin aye bangga bukan sembarang bangga mantu yang begini yang aye arep-arepin
Ahlan wasahlan buat Abang ame rombongan. Assalamu'alaikum.
Sumber: silatindonesia@yahoogroups.com
Sunday, April 25, 2010
Amazing Kicky Hot Chocolate
Memukau!

Pekan ini dua TV swasta menayangkan film-film aksi perempuan. Sesempatnya saya tonton. Namun semua terasa hambar saat mata sudah menikmati Chocolate.
Saya merasa begitu terpukau dengan Chocolate. Chocolate adalah film Thailand 2008 Dibintangi oleh aktris muda Yanin Vismitananda, Bercerita tentang Zen gadis autis yang dapat meniru dengan cepat gerakan-gerakan yang dia lihat. Zen belajar dari TV dan melihat orang-orang latihan muay-thai di sasana sebelah rumah.
Full-action movie ini menampilkan pertarungan dari awal hingga akhir cerita. Pertarungan-pertarungan yang ditampilkan terlihat begitu nyata. Tendangan tinggi, mengait, berputar, kombo, salto, dan semua benturan yang terjadi begitu mengalir tanpa cela. Betu-betul koreografi tingkat tinggi.
Bukan cuma pertarungan saja yang membuat lezat, alur cerita juga berhasil membuat keharuan penonton. Perempuan ABG yang berusaha membayar penyembuhan Ibunya dengan menagih piutang ke komplotan gangster. Dari satu geng ke geng lain. Zen menjadi penagih hutang yang lugu sekaligus mematikan.
Hanya ada satu cacat perkelahian, yakni saat pertarungan satu lawan satu sesama autis. Ahh kecewa betul gw dengan adegan ini. Cukuplah satu orang autis dalam satu saat dunia yang punya kemampuan berkelahi luar biasa.
Well, buat yang belum nonton Chocolate berarti dia belum melihat mahaskill sesungguhnya seorang perempuan dalam bertarung.
Rabu lalu di Global Jeeja juga main di Raging Phoenix. Film ini ancur betul! Baik dari cerita dan adegan pertarungan. Tapi saya tetap suka Jeeja si coklat panas menendang.


Jeeja sebagai Zen
Pekan ini dua TV swasta menayangkan film-film aksi perempuan. Sesempatnya saya tonton. Namun semua terasa hambar saat mata sudah menikmati Chocolate.
Saya merasa begitu terpukau dengan Chocolate. Chocolate adalah film Thailand 2008 Dibintangi oleh aktris muda Yanin Vismitananda, Bercerita tentang Zen gadis autis yang dapat meniru dengan cepat gerakan-gerakan yang dia lihat. Zen belajar dari TV dan melihat orang-orang latihan muay-thai di sasana sebelah rumah.
Full-action movie ini menampilkan pertarungan dari awal hingga akhir cerita. Pertarungan-pertarungan yang ditampilkan terlihat begitu nyata. Tendangan tinggi, mengait, berputar, kombo, salto, dan semua benturan yang terjadi begitu mengalir tanpa cela. Betu-betul koreografi tingkat tinggi.
Bukan cuma pertarungan saja yang membuat lezat, alur cerita juga berhasil membuat keharuan penonton. Perempuan ABG yang berusaha membayar penyembuhan Ibunya dengan menagih piutang ke komplotan gangster. Dari satu geng ke geng lain. Zen menjadi penagih hutang yang lugu sekaligus mematikan.
Hanya ada satu cacat perkelahian, yakni saat pertarungan satu lawan satu sesama autis. Ahh kecewa betul gw dengan adegan ini. Cukuplah satu orang autis dalam satu saat dunia yang punya kemampuan berkelahi luar biasa.
Well, buat yang belum nonton Chocolate berarti dia belum melihat mahaskill sesungguhnya seorang perempuan dalam bertarung.
Rabu lalu di Global Jeeja juga main di Raging Phoenix. Film ini ancur betul! Baik dari cerita dan adegan pertarungan. Tapi saya tetap suka Jeeja si coklat panas menendang.

31 March 1984, 162 cm, Buddhism

Taekwondo, Muay Thai, Kung Fu
Saturday, April 10, 2010
Tulis Sendiri
malam ini,
jangkrik bersama bulan
berbisik-bisik
besok pagi,
ayam jantan punya matahari
buat berkokok
siang nanti,
lalat-lalat dengan bangkai
bercengkrama
malam, pagi, siang,
sendal, sisir, dan celana jeans
aku sendiri
jangkrik bersama bulan
berbisik-bisik
besok pagi,
ayam jantan punya matahari
buat berkokok
siang nanti,
lalat-lalat dengan bangkai
bercengkrama
malam, pagi, siang,
sendal, sisir, dan celana jeans
aku sendiri
Wednesday, April 7, 2010
Jika Kau
Jika kau
Padamkan mataku
Jahit bibirku
Maki nafasku
Belenggu dukaku
Palsukan uangku
Cabut senyum anakku
Dirikan tembok seribu
Pakukan mataku di situ
Jika begitu
Kita bakal berkelahi
Sehabis-habis
Kelahi
Samir al-Qassem
(Penyair Palestina. Penerj. Taufiq Ismail. Kembang Para Syuhada, 1988)
Padamkan mataku
Jahit bibirku
Maki nafasku
Belenggu dukaku
Palsukan uangku
Cabut senyum anakku
Dirikan tembok seribu
Pakukan mataku di situ
Jika begitu
Kita bakal berkelahi
Sehabis-habis
Kelahi
Samir al-Qassem
(Penyair Palestina. Penerj. Taufiq Ismail. Kembang Para Syuhada, 1988)
Tuesday, April 6, 2010
Beri Aku Dua
Beri aku dua.
Kan kuhadang musuh.
Satu pucuk senjata tempur.
Yang tak bisa macet.
Satu gadis pendamping.
Untuk bercinta.
Saduddin Sphoon
(Penyair Afghan abad ke-20. Penrj. Ikranagara. Kembang Para Syuhada, 1988)
Kan kuhadang musuh.
Satu pucuk senjata tempur.
Yang tak bisa macet.
Satu gadis pendamping.
Untuk bercinta.
Saduddin Sphoon
(Penyair Afghan abad ke-20. Penrj. Ikranagara. Kembang Para Syuhada, 1988)
PADAMU JUA
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu
Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa
Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara di balik tirai
Kasihmu sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu - buka giliranku
Mati hari - bukan kawanku
Amir Hamzah
(Raja Penyair Pujangga Baru, lahir 1911 dan meninggal 1946 sebagai korban keganasan gerombolan pemuda komunis. Kembang Para Syuhada, 1988)
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu
Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa
Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara di balik tirai
Kasihmu sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu - buka giliranku
Mati hari - bukan kawanku
Amir Hamzah
(Raja Penyair Pujangga Baru, lahir 1911 dan meninggal 1946 sebagai korban keganasan gerombolan pemuda komunis. Kembang Para Syuhada, 1988)
Reza Fansuri
Reza miskin orang 'uryani
Seperti Ismail menjadi qurbani
Bukannya Aceh lagi Betawi
'Nantiasa wasil dengan yang Baqi
Seperti Ismail menjadi qurbani
Bukannya Aceh lagi Betawi
'Nantiasa wasil dengan yang Baqi
Saturday, April 3, 2010
Orang Palestina
Orang Palestina
Namaku orang Palestina
Jelas aksaranya
Di seluruh medan pertempuran
Kuguratkan namaku
Tidak ada alias lainnya
Aksara namaku mencengkramku
Dialah nyala
Dialah Denyut
Di darahku
Orang Palestina
Begitulah namaku
Nama yang gaduh
Nama yang duka
Mata mereka mengincar
Membunuh dan mengejar
Karena aku orang Palestina
Dan sesuka hati mereka
Memaksaku ngembara
Daku, seumur hidupku
Tanpa ciri dan tanda
Dan sesuka hati mereka
Mereka beri daku nama
Dan julukan
Penjara dengan gerbang menganga
Menyedotku
Di seluruh airport dunia
Dicatat nama dan julukanku
Angin nista membawaku
Mencincang daku
Orang Palestina
Nama itu memburuku
Menetap dalam diriku
Orang Palestina nasibku
Nama itu bergantung
Di kudukku
Menggelegakkan darahku
Orang Palestina aku
Walau mereka menginjak badanku
Menginjak namaku
Orang Palestina aku
Walau mereka mengkhianatiku
Dan meludahi cita-citaku
Orang Palestina aku
Walau mereka menjualku
Di pasar dunia
Dengan harga beribu juta
Orang Palestina aku
Walau ke gantungan dihalau aku
Orang Palestina aku
Walau ke dinding diikat aku
Orang Palestina aku
Orang Palestina
Walau ke unggun dilempar aku
Aku..... apa aku?
Tanpa namaku, orang Palestina
Tanpa kampung halaman
Tempat berlindung
Aku..... apa aku?
Jawab aku
Jawab!
(Harun Hashim Rashid, penyair Palestina lhr. 1930. Terj. Taufiq Ismail dalam Kembang Para Syuhada, 1988)
Namaku orang Palestina
Jelas aksaranya
Di seluruh medan pertempuran
Kuguratkan namaku
Tidak ada alias lainnya
Aksara namaku mencengkramku
Dialah nyala
Dialah Denyut
Di darahku
Orang Palestina
Begitulah namaku
Nama yang gaduh
Nama yang duka
Mata mereka mengincar
Membunuh dan mengejar
Karena aku orang Palestina
Dan sesuka hati mereka
Memaksaku ngembara
Daku, seumur hidupku
Tanpa ciri dan tanda
Dan sesuka hati mereka
Mereka beri daku nama
Dan julukan
Penjara dengan gerbang menganga
Menyedotku
Di seluruh airport dunia
Dicatat nama dan julukanku
Angin nista membawaku
Mencincang daku
Orang Palestina
Nama itu memburuku
Menetap dalam diriku
Orang Palestina nasibku
Nama itu bergantung
Di kudukku
Menggelegakkan darahku
Orang Palestina aku
Walau mereka menginjak badanku
Menginjak namaku
Orang Palestina aku
Walau mereka mengkhianatiku
Dan meludahi cita-citaku
Orang Palestina aku
Walau mereka menjualku
Di pasar dunia
Dengan harga beribu juta
Orang Palestina aku
Walau ke gantungan dihalau aku
Orang Palestina aku
Walau ke dinding diikat aku
Orang Palestina aku
Orang Palestina
Walau ke unggun dilempar aku
Aku..... apa aku?
Tanpa namaku, orang Palestina
Tanpa kampung halaman
Tempat berlindung
Aku..... apa aku?
Jawab aku
Jawab!
(Harun Hashim Rashid, penyair Palestina lhr. 1930. Terj. Taufiq Ismail dalam Kembang Para Syuhada, 1988)
Subscribe to:
Posts (Atom)

