Friday, June 3, 2011

My Confess

Hampir satu tahun ini saya bekerja di Pesantren Husnayain Sukabumi sebagai pengajar, pengurus TU, kepala Labkom, dan pelatih ekskul, dan beberapa tugas lain yang sering saya lakukan. Pekerjaan yang banyak dan kompleks kalau kita pandang lebih jauh. Riweuh! Namun, kalau dipandang lebih dekat dari pribadi saya sendiri yang menjalani, ini seperti kita menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa.

Pekerjaan yang saya lakukan ini - insyaAllah - bukan demi uang, bukan juga karena ketidakberdayaan saya bersaing dengan dunia kerja di luar, atau karena keterpaksaan lain. Melainkan saya bekerja di sini sebagai salah salah satu bentuk pengabdian dan ibadah kepada Allah SWT.

Saya percaya bahwa amanah dari guru-guru yang berilmu tinggi dan berpegang teguh pada agama Allah lebih besar timbangannya dari jumlah gaji sebesar apapun. Belajar dengan guru, bekerja membantu guru, belajar menjadi guru, dan tinggal dalam lingkungan ilmu mestilah salah satu dari kehidupan yang terbaik di bumi ini.

Saya percaya bahwa waktu merupakan bagian tak terpisahkan dari pemecahan masalah. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di hari-hari depan. Kita hanya tahu apa yang telah kita lakukan dan berencana apa yang akan kita lakukan. Tapi, situasi macam apa yang akan kita temui dan rezeki apa yang akan kita dapatkan hanya Tuhan yang tahu. Jika hari ini saya bekerja di tempat ini, bukan berarti tahun-tahun ke depan saya tetap disini. Pun, jika disini siapa yang tahu apa yang mampu saya perbuat nanti.


Ya Allah.. I'm just a dust, with Your knowledge make me a star.

Sunday, March 20, 2011

Puisi Cinta

(A) Siapa bilang ku melupakanmu
(I) Ku merasa kau tinggalkan aku
     Sekian lama kau tak menyapaku
(A) Siapa bilang ku tak mencintaimu
(I) Tak kudengar lagi suaramu
     Tak kau panggil-panggil jua namaku
(A) Bukankah sudah aku katakan
      Aku bertapa di rantauan
      Mencari ilmu dan pengalaman
      Tuk mempersiapkan masa depan


(I) Bagaimana aku akan tahu
(A) Bersabarlah, percaya padaku
      Teguhkanlah perasaanmu
(I) Ada yang namanya rindu,
     Ku menyimpannnya di dalam bisu
     Agar matang bersama waktu
     Tapi inginku dengar suaramu


(I) Ku jaga cintamu dalam hatiku
(A) Ku mohon kan kepada tuhanku
      Semoga Ia memberi restu
(I) Ku tutup hati selain untukmu
(A) Tuhan mendengarkan tekadmu itu
      Aku sujudkan padaNya selalu
(I) Kalau cinta sudah menyatu
     Kita tanamkan di dalam kalbu
     Betapa indah rahmatnya itu
     Angin menghembus mengharu biru






Oleh : Unknown
          (diambil dari folder lagu-lagu kompilasi Kiai Kanjeng)

Saturday, March 19, 2011

Cinta Itu Sampah


Cinta yg diagung-agung ternyata hanya mhasilkn sampah. 


Karena saya yakin itu bukan cinta. Hanya sampah. 


Saya ingat ketika betul cinta. Purnama saya temani dari terbit hingga tenggelam. Selembar demi selembar surat sy tulisi pujian. 


Naif memang. Tapi rasa klasik kesungguhan sangat kental. Membuat mata susah utk terpejam dan hati slalu brdebar kencang. 


Cinta membangkitkan militansi bukan sampah. Saat cinta saya rajin meracik segala senjata. Mencari-cari kesempatan emas utk mnyerang. Lalu menghujani bom ke istana langit.


Bukan sekarang. Berpikir sampah, berlaku sampah, bermain dg mainan sampah. 


Ah.., cinta (yang) itu sampah. 


Tuhan, jadikan aku tukang sampah.

Apa Matahari...

Apa matahari pernah melepas bumi ke angkasa? Tidak pernah.
Beliau terus menjaga anak-anaknya untuk tetap bermain dalam orbit masing.


Apa matahari pernah membiarkan bumi tanpa sinar? Tidak juga.
Beliau selalu memberi anak-anaknya dengan cahaya, penerangan, dan kebenaran.


Apa matahari pernah absen terbit dari timur? Belum.
Beliau selalu hadir di ufuk fajar membangunkan anak-anaknya dari lelap tidur, mengawasi mereka dalam bekerja, dan memenuhi semua hajat.


Apa matahari selalu hadir di muka? Tidak.
Beliau memberi waktu sebagian anak-anaknya untuk istirahat atau bermain-main dalam gelap.




Maka mustahil jika matahari hanya diam dan menunggu.

Friday, March 11, 2011

Kata-kata Buya Hamka Tentang Cinta

Hati-hati dengan cinta, kerana cinta juga dapat membuat orang sihat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu.

Terdapat banyak bebintang di langit tetapi hanya satu sahaja yang begitu menyerlah sehingga dapat menarik perhatianmu. Dari kalangan yang kamu pilih untuk abaikan ialah sebutir bintang yang sanggup menyinari anda walau dimana sahaja kamu berada.

Tak usah sebut pasal cinta jika kamu tidak sebenar-benarnya mengambil kisah. Tak usah bercakap tentang perasaan, jika ia tidak berada di hatimu. Tak usahlah menunjuk ke dada, jika kamu berhasrat melukakan hati pasanganmu

Minat bukan bermaksud cinta, bangga bukan bererti cinta, kagum juga bukan bermaksud cinta, dan suka juga tidak serasi dengan cinta, malah sayang pun bukan cinta. Tetapi, cinta itu adalah cinta.
Berkemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya dan berkemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan di dalamnya.

Cinta kepada harta ertinya bakhil, cinta kepada perempuan ertinya alam. Cinta kepada diri ertinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekadar canang yang gemerincing.

Cinta adalah keabadian...dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dialami
Siapapun pandai menghayati cinta tapi tiada siapa yg pandai menilai cinta kerana cinta bukan objek yg boleh di lihat oleh mata kasar. Sebaliknya cinta hanya dapat ditilik melalui hati dan perasaan.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.







Sumber

Tuesday, March 8, 2011

Makan Senampan

Baru saja saya makan senampan bareng2 filsuf, sejarahwan, tentara, dan birokrat. Saya yang orang biasa ini cuma bisa cengar-cengir dengar obrolan mereka.

'ayam atw telor dulu yg diciptakan duluan oleh Tuhan?', tanya si filsuf.

'ayam' jawab sejarawan, 'menurut catatan sejarah, umur jejak fosil ceker ayam lebih tua dari cangkang telor yg pernah ditemukan sejarawan'.

'Mesti telor dulu' sanggah birokrat 'tulisan ceker ayam baru marak jaman2 skrg. Itu menandakan evolusi telor lebih dulu matang dibandingkan ayam'.
Tentara yang sedari tadi khusyu' makan 'yo wis mana ayam dan telor'y, ini sy makan sekaligus biar gk usah ribut mana mana duluan'.

Gitu aja kok repot..
=D

Saturday, March 5, 2011

Kupanggil Namamu - WS Rendra


Sambil menyeberangi sepi,
Kupanggili namamu, wanitaku
Apakah kau tak mendengar?

Malam yang berkeluh kesah
Memeluk jiwaku yang payah
Yang resah
Karena memberontak terhadap rumah
Memberontak terhadap adat yang latah
dan akhirnya tergoda cakrawala

Sia-sia kucari pancaran matamu
Ingin kuingat lagi bau tubuhmu yang kini sudah kulupa
Sia-sia
Tak ada yang bisa kucamkan
Sempurnalah kesepianku

Angin pemberontakan menyerang langit dan bumi
Dan duabelas ekor serigala
Muncul dari masa silamku
Merobek-robek hatiku yang celaka

Berulangkali kupanggil namamu
Dimanakah engkau wanitaku?
Apakah engkau sudah menjadi masa silamku?



tautan sumber

Friday, March 4, 2011

Curhat Pekan Ini

Tak semudah apa yang direncanakan
Saya hanya ingin melupakan
Atas apa yang telah saya katakan
Semua yang aku angan-angankan

Butuh waktu berapa lama
Hingga semua terlupa
Segala rasa di dada
Sampai semua seperti semula

Sekarang saat berdiam diri
Menyusun semua pecahan hati
Rangkai kembali mimpi-mimpi
Sampai datang gemilang cahaya pagi

Tuesday, February 22, 2011

Sholli wa Salim

Sholli wa sallim dâiman ‘alahmada 2x
Wal ’ali wal ash-hâbi man qod wahada 2x

Sayang-sayang-sayang, kita nggak tahu kemana pergi.
Tak sanggup kita dengarkan, suara yang sejati.
Langkah kita menepi, pada nafsu sendiri.
Yang bisa kita pandang, hanya kepentingan sendiri.

Sholli wa sallim dâiman ‘alahmada 2x
Wal ’ali wal ash-hâbi man qod wahada 2x

Sayang-sayang-sayang, orang pintar nggak mau ngaji.
Kepala tengadah, merasa benar sendiri.
Semua dituding-tuding dan dicaci-maki.
Yang lainnya salah, hanya dia yang suci.

Sholli wa sallim dâiman ‘alahmada 2x
Wal ’ali wal ash-hâbi man qod wahada 2x

Sayang-sayang-sayang, orang hebat tinggi hati.
Omong demokrasi, pidato berapi-api.
Ternyata karena menginginkan kursi.
Sementara rakyat kerepotan cari nasi.

Sholli wa sallim dâiman ‘alahmada 2x
Wal ’ali wal ash-hâbi man qod wahada 2x

Loyang disangka emas, emasnya dibuang-buang.
Kita makin buta, mana utara mana selatan.
Yang kecil dibesarkan, yang besar diremehkan.
Yang penting disepelekan, yang sepele diutamakan.

Sholli wa sallim dâiman ‘alahmada 2x
Wal ’ali wal ash-hâbi man qod wahada 2x

Allah-Allah-Allah, betapa busuk hidup kami.
Dan masih terus akan, lebih membusuk lagi.
Betapa gelapnya, hari di depan kami.
Mohon ayomilah, kami yang kecil ini.

Sholli wa sallim dâiman ‘alahmada 2x
Wal ’ali wal ash-hâbi man qod wahada 2x






by: Kyai Kanjeng 
sumber

Saturday, February 12, 2011

Mata Mulut Telinga

Apa hubungan kewajiban, tanggung jawab, dan hak? Mana yang lebih dulu dari yang lain? Siapa yang memiliki apa kepada siapa?

Jawaban atas itu bisa kita lihat pada wajah kita sendiri.

Kewajiban itu seperti mata, dibuka dari bawah ke atas. Yang di bawah punya kewajiban kepada yg di atas. Misal, anak wajib menghormati orang tua, hamba kepada Tuhan, dan pemerintah berkewajiban mensejahterakan rakyat.

Tanggung jawab bisa dianalogikan dengan mulut. Mulut terbuka dari atas ke bawah. Ayah bertanggung jawab memenuhi nafkah kepada keluarganya dan guru bertanggung jawab atas kepintaran muridnya.

Hak itu hanya akibat dari perbuatan. Jika seseorang lalai dalam menjaga HP miliknya, haknya adalah kehilangan. Kalau orang sudah belajar tekun, maka haknya adalah pintar.

Dengan mengerti dan tahu bagaimana menempatkan wajib, tanggung jawab, dan hak, semoga kita terhindar dari keliru berkehidupan.




*salah satu obrolan dalam Kenduri Cinta, Februari 2011.

Sunday, January 23, 2011

Terjemah Shalawat

Ya Tuhanku, berikanlah rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad saw.

Ya Tuhanku, sampaikanlah kepada Nabi Muhammad sebagai perantara yg menjembatani seluruh permohonan, dan istimewakanlah kepadanya dengan keutamaan.

Ya Tuhanku, berikanlah keridhoan kepada para sahabat dan keturunannya.

Ya Tuhanku, berikanlah pula keridhoan kepada para guru-guru kami, dan belas kasihanilah orang-orang tua kami.

Ya Tuhanku, dan belas kasihanilah pula kami semua serta segenap orang-orang Islam.

Ya Tuhanku, ampunilah orang-orang yg berdosa dan janganlah kiranya Engkau memutuskan harapan kami.

Ya Tuhanku, terimalah permohonan kami; dan sampaikan kami dapat berziarah kepadanya (Nabi Muhammad saw).

Ya Tuhanku, liputilah kami dengan cahayanya (Nabi Muhammad saw.); dan peliharalah kami dengan pemeliharaan dan kesejahteraan-Mu.


Ya Tuhanku, perkenanlah kami dapat bertempat tinggal di alam surga-Mu; dan selamatkanlah pula kami dari siksaan-Mu.


Ya Tuhanku, matikanlah kami dengan mati syahid; dan peliharalah dalam kehidupan kami dengan memperoleh kebahagiaan.


Ya Tuhanku, perbaikilah seluruh orang yang membuat perbaikan dan cegahlah seluruh orang yang menyakiti hati.


Ya Tuhanku, akhirilah kami dengan memperoleh syafa'at Nabi Muhammad saw. ; dan berikanlah rahmat dan kesejahteraan kepadanya.




(Shalawat pembuka pada Kitab Diba')

Kepada Tgk. Daud Beureueh

persis kalimat falsafi
yang pernah kau ungkapkan
tak ada yang kekal di dunia ini
kecuali perubahan
ya, tiada yang kekal
seperti hidup ini
adalah awal dari kematian
sepuluh juni tertanda
seribu sembilan ratus
delapan puluh tujuh
di kala matahari merangkak pelan
di kala itulah engkau mujahid pergi
menghadap ke pangkuan ilahi
innalillahi wainna ilaihi raji'un
kami tahu perjuanganmu
panas tapi lembut
laksana lilin
biar dirimu terbakar demi orang lain
tapi lilinmu lilin sakti
batang habis
cahaya tak pernah padam



beureuneuen, juni 1987
(Ameer Hamzah, dalam Seulawah Antologi Sastra Aceh Sekilas Pintas)

Saturday, January 22, 2011

Kekasihku Santri : Nasyid di Kampung

malam ini adalah rahmatNya
tetabuhan rebana di kampung
menyanyilah mereka santri-santri wanita
ada juga santri kekasihku
tak menari, tapi mengaji

pak, pak, pak, pak, pung, pung, pung, pung
duhai
bunyinya menelusup ke hati
sampai dini hari
masih dikumandangkan ayat-ayatNya
mendekatkan jarakku
kepada segala kasih
yang bermula dari kasihNya
mendengarkan langkahmu, santriku
seketika tersiramlah tubuhku oleh angin
pandangmu bulan lima belas hari
subuh ini,
antarkan aku ke pintu
bagi kepulangan yang telah tentu



Jeunieh, 1987
(Agam Ismayani, dalam Seulawah Antologi Sastra Aceh)

Friday, January 21, 2011

Debu Mutiara

Aku debu yg mengandung mutiara.

Pada tubuhku kerendahan tanah melekat.

Pada jiwaku sepercik cahaya dari arasy ditiupkan.

Aku hina, aku kotor
Aku indah, aku mulia

Aku bukan siapa-siapa, namun segala apa terangkum di dalamku.

Aku hamba
Aku raja

Friday, January 7, 2011

Celoteh Tentang Suksesi

Seperti pergantian sel kulit manusia dimana sel-sel pada kulit tumbuh menjadi tua lalu mati dan diganti oleh sel muda,
suksesi atau pergantian pengurus dalam sebuah organisasi mengalami hal serupa bergant-ganti pengurus setiap periode.

Namun perlu diingat, kehidupan manusia bukan terletak pada bagaimana sel-sel itu berganti. Sel-sel tersebut berganti secara alami bahkan tanpa kita sadari, dan manusia terus beraktivitas mengisi waktu dalam hidupnya. Lahir tumbuh berkembang tua dan mati.

Begitupun organisasi di kampus, mengingat masa belajar para pengurus di kampus yang terbatas, pergantian pengurus hanya sesuatu yang secara alami terus terjadi. Biar pengurus berganti, sebuah organisasi harus tetap tumbuh berkembang berlaku mencapai impiannya. Setelah mencapai kejayaan, bolehlah ia mati dengan bahagia.

UKM ini (UKM Wushu Gerak Naga UI), telah masuk di masa pergantian pengurus seharusnya terjadi. Bagaimana kita melewati fase ini? Apakah kita mampu mencari sel-sel baru yang akan menggantikan? apakah kita tetap mampu menjalankan proses "tumbuh dan berkembang" dan bukan melahirkan "bayi baru" (lagi)? atau mati?

Ini celoteh saya...