Thursday, May 29, 2008

Butuh Lebih Dari Sekedar Ngaji Mingguan

Jangan harap Islam akan mendapatkan kejayaannya kembali dengan hanya kamu mengaji seminggu sekali. Tidak sama sekali!

Keterpurukan umat Islam bukan hanya pada akhir abad ini saja terjadi. Tapi sejak awal perjalanan umat Islam, sudah terjadi pasang surut kejayaan Islam di bumi kaum muslimin. di Awal abad pertama hijriah, ummat Islam mengalami keterpurukan moral politik pada kekhilafahan yang berdiri. Ditandai dengan kepemimpinan sewenang-wenang bani umayyah. Pada akhir abad ke-5, umat Islam tersontak mendapatkan pasukannya kalah melawan tentara perang salib.

Ojo kesusu! Jangan terburu-buru untuk langsung dapat mengembalikan kejayaan zaman dulu ke zaman sekarang ini. Semua berproses. Ambil tapak langkah yang tepat, tepat arahnya dan tepat waktunya.

Ibnu Mas’ud ra. berkata: “Manusia akan senantiasa baik, selama mereka berpegang kepada ilmu yang datang kepada mereka dari para sahabat Nabi saw. dan para pembesar (al-kabir) mereka; dan apabila ilmu datang dari orang-orang kecil (al-shoqir) di antara mereka, maka mereka akan binasa.” (al-Kabir dan al-Ausath. Para perawinya terpecaya, sebagaimana dalam Majma’ Zawa’id)

Perkataan sahabat di atas bisa menjadi indikator umum yang dapat menjelaskan keterpurukan umat dan kejayaan yang diinginkan. Para pembesar tersebut bisa jadi merupakan tokoh umat secara umum. Namun jangan terjebak pada tokoh populis umat, tokoh yang lahir dari publisitas media.

Aktivis dakwah yang telibat pada gerakan yang mengadopsi sistem sel (terbuka), jangan hanya mencukupkan diri pada pengajian mingguan untuk belajar tentang Islam atau sekedar berkumpul saling menguatkan semangat dakwah. Itu jauh dari cukup! Bahkan perilaku mencukupkan diri dengan pengajian mingguan dapat menyebabkan gerakan tersebut sebagai self-destruction movement bagi umat.

Pemimpin pengajian mingguan tersebut silahkan saja menyampaikan materi yang ingin disampaikan. Namun pemimpin tersebut jangan sampai lupa diri, dia juga mesti mendorong agar bawahannya giat mencari ilmu kepada para pembesar umat. Menjadi sangat naif kalau para pembesar umat yang dimaksud hanya dibatasi pada tokoh dalam satu gerakan tertentu, mengingat para ulama terdahulu yang mempunyai beratus-ratus guru.

Menuntut ilmu juga tidak cukup dengan membaca buku saja. Pemahaman yang akan dibangun dari menuntut ilmu akan tidak tepat jika hanya dengan membaca buku tanpa dibarengi mengaji langsung dari ulama pembesar umat. Mengingat bahwa sanad merupakan bagian penting dari agama.

Rasulullah saw. telah mengisyaratkan: "Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan, niscaya ia akan diberi pengertian atau pemahaman mengenai agama" (HR. Bukhari dan Muslim). Naungan kebaikan pada umat akan diberikan Allah swt. ketika umat mempunyai pemahaman yang benar mengenai agama.

No comments: