Tuesday, October 11, 2011

Manusia Aneh tapi Hebat

Saya ingin menghibur diri dengan menulis. meluapkan semua pikiran yang mandeg di kepala. Mengupyak-ngupyak aliran darah di kepala biar lancar mengalir.
Manusia itu aneh. seperi anehnya kulit manusia. Selama kita hidup sudah berapa kali kita ganti sepatu atau sendal? banyak. Selain alasan hilang atau tambah baru biar trend, kadang kita memang harus beli sepatu karena alas sepatu kita sudah habis terkikis jalan. Berbeda dengan kulit manusia. Semakin dia digunakan, semakin tebal dia menjadi. Kapalan.
Bukan cuma kulit manusia. Hampir semua bagian dari tubuhnya aneh. Seorang pelari yang terus memaksa jantungnya kerja keras kaya kuda, malah membuat jantungnya itu makin sehat dan makin kuat. Otak yang digunakan terus menerus, bukannya membuat otak tersebut soak atau lemot.malah otak tersebut makin kencang dan terus ngebut dalam berpikir. Apalagi? rambut, daging, mata, dan pencernaan.
Rupanya ini salah satu yang membuat manusia sebagai mahuk ciptaan Tuhan terbaik. Makin digosok makin sip. Makin diberi beban yang berat, makin badan terbentuk kuat dan prima. Tidak seperti ciptaan lain, semisal bintang yang akan habis masa hidupnya karena terus berpijar. Hewan yang tidak punya potensi untuk berkembang. apalagi jika dibandingkan barang ciptaan manusia. Tidak ada bandingan seujung kuku pun dari potensi yang terpendam dalam diri manusia.
Dengan demikian mari kita syukuri karunia Tuhan ini dengan sebaik mungkin, dengan terus menempa semua potensi diri dengan belajar, berlatih, dan bekerja.
Menyadari mekanisme badaniah kita, membawa kita kepada suatu perenungan bahwa tantangan hidup tidak berlaku surut (loncatan logika_edt), dia terus menanjak. Orang miskin bisa jadi kesulitan mencari makan untuk dirinya dan keluarga, tapi bagi orang kaya panggilan neraka untuk menyelewengkan harta semakin besar. Semua orang mendapatkan proporsi potensi melakukan kebaikan dan kejahatan yang sama sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
Manusia itu aneh, Tuhan itu hebat.

Friday, October 7, 2011

Negara-Korporasi-Polisi-Militer Adalah Terorisme Sebenarnya


"Pemberontakan Sosial akan Terus Berlanjut Karena Mentari Masih Bersinar"

Kali ini kami mengatakan, bahwa apa yang kami lakukan merupakan puncak dari semua kegelisahan serta kemarahan kami terhadap sistem yang sedang berjalan ini. Sistem yang memberhalakan uang.

Sistem yang merecoki keseharian masyarakat dengan televisi, agar mereka membeli barang-barang yang tak mereka perlukan agar mereka terus bekerja seperti mesin. Sistem yang mengharuskan kami beserta masyarakat lainnya tidak memiliki kendali atas hidup kita sendiri.

Sistem yang hanya menguntungkan kaum borjuis, para pebisnis dan para birokrat negara yang menjadi sekutu setianya. Bagi kami semua, ini bukan saatnya untuk diam. Bukan saatnya untuk tenang menonton acara di depan televisi dan berkata bahwa "semua baik-baik saja".
Untuk setiap penindasan di Papua Barat
Untuk setiap penindasan di Kulonprogo
Untuk setiap penindasan bersejarah di Aceh
Untuk setiap penindasan di Wera, Bima
Untuk setiap penggusuran dan perampasan lahan di Takalar dan Pandan Raya Makasar
Untuk setiap penindasan terhadap kawan-kawan kami yang berjuang untuk Tukijo dan para kombatan sosial yang mendekam di penjara hanya karena berjuang mempertahankan hak hidupnya
Untuk setiap konsistensi hutan yang akan menghancurkan setiap keanekaragaman hayati mengatasnamakan uang dan bisnis.
Dan untuk setiap penjara yang seharusnya terbakar rata dengan tanah!

Maka selama negara dan kapitalisme masih eksis,
TAK PERNAH AKAN ADA KATA DAMAI ANTARA MEREKA YANG TAK BERPUNYA DENGAN MEREKA YANG BERPUNYA.

Penyerangan terhadap pusat-pusat finansial: ATM, bank, gedung korporat adalah target yang terpenting, karena mereka adalah tanah salah satu kolaborator yang menyebabkan penderitaan di muka bumi ini. Ini bukanlah terorisme karena kami tidak mengadvokasikan untuk menyerang orang-orang, terorisme adalah peperangan antar negara. Terorisme adalah beras dan pangan di dapurmu yang semakin menipis. Terorisme adalah bajingan berseragam yang membawa senjata kemana-mana. Terorisme adalah pembantaian orang-orang tak berpunya. Maka kami mengatakan: Sudah cukup!

Dan ini juga untuk kalian! Para kombatan yang tak pernah surut untuk berjuang di luar sana. Meski kalian harus mendekam di jeruji besi karena keyakinan kalian akan kebebasan. Conspiracy Cells of Fire (Yunani), Kombatan Chile; Tortugal Lives On! Gabriel Pombo da Silva, Thomas Meyer Falk (Germany) Polykarpus Georgiadis, Revolutionary Struggle! Salut Bagi Kombatan Manado, Makassar dan Bandung Kalian Adalah Inspirasi di tengah ketidakberdayaan masyarakat akan hidup mereka yang semakin tidak menentu dan tak berdaya.

Biarkan Api Menyala Dalam Kegelapan!
Long Live Luciano Tortuga Cell-International Revolutionary Front-FAI.


Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/10/07/130947/1738939/10/inilah-isi-selebaran-di-lokasi-atm-bri-yang-dibakar?991101mainnews

Sunday, October 2, 2011

Harapan-Takdir-Pertanda


Telah kugantung harapan di atas langitNya.
Sambil kutitipkan kartu namaku di gerbang singgasana.
Dengan sedikit pesan bertulis, "tolong bisikan namaku di hatinya"
Saatnya menunggu suratan takdir terbit

Namun, Takdir seperti permainan teka-teki yang sulit.
Dia tertulis tapi tak ada yang bisa melihat. 
Berpulang pada manusia akan ia wujudkan takdir yang mana.
Beruntung, Tuhan memberikan banyak pertanda dalam perjalanan takdir.

Tuhan tidak tidur dan pun tidak duduk diam menunggu.
Dia selalu ada untuk manusia, siaga menjawab setiap pertanyaan mereka, 
Ayat-ayatNya berlimpah dalam ruang-waktu, 
Cukup jernihkah pemindai manusia menangkap itu semua?
Ada yang mampu membaca, ada yang samar, ada yang buta sama sekali
Bagi yang membaca, ia tunduk atau pongah
Bagi yang samar, berdoalah dia mengikuti pertanda yang benar.
Bagi yang buta, Dia selalu membuka pintu untuk kembali

Harapan-takdir-pertanda
Tujuan-peta-kompas

Friday, September 30, 2011

Panggilan Jihad - Buya Hamka


Allahu Akbar, Allahu Akbar , Allah Allahu Akbar

Kalam Suci menyentuh kalbu berjuang
Maju serentak membela Kebenaran
Untuk Negara, Bangsa dan Kemakmuran
Hukum Allah tegakkan 2x

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 

Putra-putri Islam harapan Agama
Majulah serentak
Genggamkan Persatuan
Kalam Tuhan
Mari Kita Memuji, Mari Kita Memuja 2x
Peganglah persatuan kalam Tuhan

Kalam suci menyentuh kalbu berjuang
Maju Serentak mencapai kemenangan
Untuk Negara, Bangsa dan Keadilan
Panggilan Jihad Hidupkan, Panggilan Jihad Hidupkan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

Pemuda-pemudi Islam bangunlah
Panggilan Jihad rampungkan
Wasiat Muhammad peganglah
Harta dan jiwa serahkan
Binalah persatuan, sirnakan perpecahan 2x
Persatuan Kalam Tuhan

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Perpecahan melumpuhkan kekuatan
Pertikaian menguntungkan musuh Tuhan
Hanya Iman Tauhid dapat menyatukan
Tuntutan Agama menjadi tujuan
Panggilan Jihad hidupkan, Panggilan Jihad hidupkan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

Ulama Pemimpin Islam dengarlah, demi Agama sadarlah
Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian 4x
Menuju Persatuan Kalam Tuhan.

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Perpecahan melumpuhkan kekuatan
Pertikaian menguntungkan musuh Tuhan
Hanya Iman Tauhid dapat menyatukan
Tuntutan agama menjadi tujuan
Panggilan Jihad hidupkan, Panggilan Jihad hidupkan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

Panggilan Jihad hidupkan


--- Versi II ---

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Kalam suci menyerukan tuk berjuang
Maju serentak membela kebenaran 2x
Untuk negara bangsa dan keadilan
Panggilan Jihad hidupkan, panggilan Jihad hidupkan 2x

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Mari kita memuji
Mari kita memuja
Menuju persatuan Kalam Tuhan

Kalam Ilahi harus dilaksanakan
Demi amanat negeri akhiruz zaman 2x
Yang telah mendapat ridho dari Tuhan
Agama Allah tegakkan, agama Allah tegakkan.

Shalatullah salamullah 'ala thoha Rasulillah 
Shalatullah salamullah 'ala yasin Habibilillah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Pemuda-pemudi Islam dengarlah
Demi agama sadarlah 2x
Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian 3x
Menuju persatuan kalam Tuhan

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Hanya iman tauhid dapat menyatukan
Untuk negara, bangsa dan keadilan
Panggilan jihad hidupkan, panggilan jihad hidupkan.

Shalatullah salamullah 'ala thoha Rasulillah 
Shalatullah salamullah 'ala yasin Habibilillah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Pemuda pemudi Islam dengarlah
Demi Agama sadarlah 2x
Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian 3x
Menuju persatuan Kalam Tuhan

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Hanya Iman Tauhid dapat menyatukan
Untuk negara, bangsa dan keadilan
Panggilan Jihad hidupkan, panggilan Jihad hidupkan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 2x

Panggilan Jihad hidupkan, panggilan Jihad hidupkan

Wednesday, August 3, 2011

Fasilitas, Cita-cita dan Keinginan Kita

Saya ingin tertawa beberapa pekan belakang ini. Tertawa yang keras untuk saya sendiri. Saya menemukan diri saya telah lengkap dengan beberapa fasilitas yang saya inginkan beberapa tahun belakang. Laptop, HP dengan kamera dan multimedia player, modem, dll.  Niatnya fasilitas itu akan saya gunakan untuk media pembelajaran saya seperti menulis opini di mana pun saya berada, membaca softcopy buku, mempelajari video, dlsb. namun setelah beberapa pekan ini berlalu, saya juga belum pernah mengetik dengan netbook ini. belum pernah juga membaca serius softcopy artikel atau buku.

ya Allah, sungguh kufur hambaMu ini.

Sungguh saya sadar, fasilitas yang kita miliki tidak berkaitan langsung dengan usaha mencapai cita-cita. Ia cuma alat pemuas keinginan yang tidak ada batasnya.

Lanjut nanti ya..... laknat!

Friday, June 17, 2011

Selamat Jalan Ari

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun

al-Marhumah Ariyanni


Telah meninggal seoarang sepupu saya, Ariyanni binti Armen.
Beliau meninggal pukul 21.25 rabu malam tadi setelah selama 5 hari berbaring di ICU Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) akibat kecelakaan kendaraan bermotor di Jakarta. Keberadaan almarhumah di Jakarta dalam rangka magang untuk kuliahnya di jurusan Planologi ITB 2008.

Tidak banyak yang bisa saya katakan tentang dia, selain tahu bahwa dia adalah sepupu saya. Sepupu dekat, anak dari adik ayah saya. Om saya punya dua anak yakni kembar Ariyanni dan Ariyanti.

Entah apa sebab, saya memang hanya baru sekali bertemu dengan si kembar. Itu pun waktu SD. Salah satu sebab yang jelas adalah Om saya tinggal di Bandung dan keluarga saya di Jakarta. Di masa-masa kritisnya, Ayah dan semua keluarga saya bergantian menjaga di Rumah sakit, kecuali Saya.

Meski telah mendapat kabar sejak jumat, saya belum bisa pulang ke jakarta karena beberapa kesibukan di pondok, seperti: menyiapkan ujian untuk hari senin, menemani santri-santri ujuan tes tulis/wawancara beasiswa hari selasa, dan terakhir perihal BOS. Baru hari ini saya pulang, dan Ariyanni sudah dibawa ke Bandung untuk dikuburkan.

Semoga Allah menerima amal ibadah saudariku Ariyani, memberikannya tempat sebaik mungkin disisi-Mu.  Dan semoa Allah memberikan kesabaran kepada keluarga Om Armen dan Istri serta saudara kembarnya Ariyanti.

Untuk bisa mengenal lebih dekat tentang Ariyanni saya hanya bisa googling tentang kabar kepergian beliau dari kawan-kawanya yang diposting di internet. Mungkin ini berguna juga untuk saudara-saudaraku yang di Aceh untuk mengenal wajah almarhumah. Ariyanni yang banyak dikenang oleh kawan-kawannya

http://yeschadanandjojo.blogspot.com/2011/06/dear-ariyanni.html
http://alviancp.blogspot.com/2011/06/photos-of-alvian-chris-pradana-and.html
http://ranikrisna.wordpress.com/2011/06/15/selamat-jalan-ari/
http://sanggaplacenta.wordpress.com/2011/06/15/r-i-p-kak-ariyanni/
http://jamduapagi.tumblr.com/post/6558077824/ariyanni
http://egalitarian.tumblr.com/post/6586613976/widyarifianti-inna-lillahi-wa-inna-ilaihi
http://adhamaskipangeran.blogspot.com/2011/06/selamat-jalan-ariyanni.html
http://itumblrb.tumblr.com/post/6590389566/ariyanni-planologi-2008

Sunday, June 12, 2011

Tempat saya berpijak sekarang

Tempat saya berpijak sekarang,
Gunung besar yang kokoh,
Cakrawala tanpa batas,Udara sejuk dan air jernih.

Bagaimana mungkin bisa saya menjadi kerdil?

Gunung ini mengajarkanku keyakinan yang mantap,
Langit ini mendidikku berpandangan luas,
Udara mendidikku keikhlasan, dan
Air mengajarku kedamaian.

Friday, June 3, 2011

My Confess

Hampir satu tahun ini saya bekerja di Pesantren Husnayain Sukabumi sebagai pengajar, pengurus TU, kepala Labkom, dan pelatih ekskul, dan beberapa tugas lain yang sering saya lakukan. Pekerjaan yang banyak dan kompleks kalau kita pandang lebih jauh. Riweuh! Namun, kalau dipandang lebih dekat dari pribadi saya sendiri yang menjalani, ini seperti kita menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa.

Pekerjaan yang saya lakukan ini - insyaAllah - bukan demi uang, bukan juga karena ketidakberdayaan saya bersaing dengan dunia kerja di luar, atau karena keterpaksaan lain. Melainkan saya bekerja di sini sebagai salah salah satu bentuk pengabdian dan ibadah kepada Allah SWT.

Saya percaya bahwa amanah dari guru-guru yang berilmu tinggi dan berpegang teguh pada agama Allah lebih besar timbangannya dari jumlah gaji sebesar apapun. Belajar dengan guru, bekerja membantu guru, belajar menjadi guru, dan tinggal dalam lingkungan ilmu mestilah salah satu dari kehidupan yang terbaik di bumi ini.

Saya percaya bahwa waktu merupakan bagian tak terpisahkan dari pemecahan masalah. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di hari-hari depan. Kita hanya tahu apa yang telah kita lakukan dan berencana apa yang akan kita lakukan. Tapi, situasi macam apa yang akan kita temui dan rezeki apa yang akan kita dapatkan hanya Tuhan yang tahu. Jika hari ini saya bekerja di tempat ini, bukan berarti tahun-tahun ke depan saya tetap disini. Pun, jika disini siapa yang tahu apa yang mampu saya perbuat nanti.


Ya Allah.. I'm just a dust, with Your knowledge make me a star.

Sunday, March 20, 2011

Puisi Cinta

(A) Siapa bilang ku melupakanmu
(I) Ku merasa kau tinggalkan aku
     Sekian lama kau tak menyapaku
(A) Siapa bilang ku tak mencintaimu
(I) Tak kudengar lagi suaramu
     Tak kau panggil-panggil jua namaku
(A) Bukankah sudah aku katakan
      Aku bertapa di rantauan
      Mencari ilmu dan pengalaman
      Tuk mempersiapkan masa depan


(I) Bagaimana aku akan tahu
(A) Bersabarlah, percaya padaku
      Teguhkanlah perasaanmu
(I) Ada yang namanya rindu,
     Ku menyimpannnya di dalam bisu
     Agar matang bersama waktu
     Tapi inginku dengar suaramu


(I) Ku jaga cintamu dalam hatiku
(A) Ku mohon kan kepada tuhanku
      Semoga Ia memberi restu
(I) Ku tutup hati selain untukmu
(A) Tuhan mendengarkan tekadmu itu
      Aku sujudkan padaNya selalu
(I) Kalau cinta sudah menyatu
     Kita tanamkan di dalam kalbu
     Betapa indah rahmatnya itu
     Angin menghembus mengharu biru






Oleh : Unknown
          (diambil dari folder lagu-lagu kompilasi Kiai Kanjeng)

Saturday, March 19, 2011

Cinta Itu Sampah


Cinta yg diagung-agung ternyata hanya mhasilkn sampah. 


Karena saya yakin itu bukan cinta. Hanya sampah. 


Saya ingat ketika betul cinta. Purnama saya temani dari terbit hingga tenggelam. Selembar demi selembar surat sy tulisi pujian. 


Naif memang. Tapi rasa klasik kesungguhan sangat kental. Membuat mata susah utk terpejam dan hati slalu brdebar kencang. 


Cinta membangkitkan militansi bukan sampah. Saat cinta saya rajin meracik segala senjata. Mencari-cari kesempatan emas utk mnyerang. Lalu menghujani bom ke istana langit.


Bukan sekarang. Berpikir sampah, berlaku sampah, bermain dg mainan sampah. 


Ah.., cinta (yang) itu sampah. 


Tuhan, jadikan aku tukang sampah.

Apa Matahari...

Apa matahari pernah melepas bumi ke angkasa? Tidak pernah.
Beliau terus menjaga anak-anaknya untuk tetap bermain dalam orbit masing.


Apa matahari pernah membiarkan bumi tanpa sinar? Tidak juga.
Beliau selalu memberi anak-anaknya dengan cahaya, penerangan, dan kebenaran.


Apa matahari pernah absen terbit dari timur? Belum.
Beliau selalu hadir di ufuk fajar membangunkan anak-anaknya dari lelap tidur, mengawasi mereka dalam bekerja, dan memenuhi semua hajat.


Apa matahari selalu hadir di muka? Tidak.
Beliau memberi waktu sebagian anak-anaknya untuk istirahat atau bermain-main dalam gelap.




Maka mustahil jika matahari hanya diam dan menunggu.

Friday, March 11, 2011

Kata-kata Buya Hamka Tentang Cinta

Hati-hati dengan cinta, kerana cinta juga dapat membuat orang sihat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu.

Terdapat banyak bebintang di langit tetapi hanya satu sahaja yang begitu menyerlah sehingga dapat menarik perhatianmu. Dari kalangan yang kamu pilih untuk abaikan ialah sebutir bintang yang sanggup menyinari anda walau dimana sahaja kamu berada.

Tak usah sebut pasal cinta jika kamu tidak sebenar-benarnya mengambil kisah. Tak usah bercakap tentang perasaan, jika ia tidak berada di hatimu. Tak usahlah menunjuk ke dada, jika kamu berhasrat melukakan hati pasanganmu

Minat bukan bermaksud cinta, bangga bukan bererti cinta, kagum juga bukan bermaksud cinta, dan suka juga tidak serasi dengan cinta, malah sayang pun bukan cinta. Tetapi, cinta itu adalah cinta.
Berkemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya dan berkemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan di dalamnya.

Cinta kepada harta ertinya bakhil, cinta kepada perempuan ertinya alam. Cinta kepada diri ertinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekadar canang yang gemerincing.

Cinta adalah keabadian...dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dialami
Siapapun pandai menghayati cinta tapi tiada siapa yg pandai menilai cinta kerana cinta bukan objek yg boleh di lihat oleh mata kasar. Sebaliknya cinta hanya dapat ditilik melalui hati dan perasaan.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.







Sumber

Tuesday, March 8, 2011

Makan Senampan

Baru saja saya makan senampan bareng2 filsuf, sejarahwan, tentara, dan birokrat. Saya yang orang biasa ini cuma bisa cengar-cengir dengar obrolan mereka.

'ayam atw telor dulu yg diciptakan duluan oleh Tuhan?', tanya si filsuf.

'ayam' jawab sejarawan, 'menurut catatan sejarah, umur jejak fosil ceker ayam lebih tua dari cangkang telor yg pernah ditemukan sejarawan'.

'Mesti telor dulu' sanggah birokrat 'tulisan ceker ayam baru marak jaman2 skrg. Itu menandakan evolusi telor lebih dulu matang dibandingkan ayam'.
Tentara yang sedari tadi khusyu' makan 'yo wis mana ayam dan telor'y, ini sy makan sekaligus biar gk usah ribut mana mana duluan'.

Gitu aja kok repot..
=D

Saturday, March 5, 2011

Kupanggil Namamu - WS Rendra


Sambil menyeberangi sepi,
Kupanggili namamu, wanitaku
Apakah kau tak mendengar?

Malam yang berkeluh kesah
Memeluk jiwaku yang payah
Yang resah
Karena memberontak terhadap rumah
Memberontak terhadap adat yang latah
dan akhirnya tergoda cakrawala

Sia-sia kucari pancaran matamu
Ingin kuingat lagi bau tubuhmu yang kini sudah kulupa
Sia-sia
Tak ada yang bisa kucamkan
Sempurnalah kesepianku

Angin pemberontakan menyerang langit dan bumi
Dan duabelas ekor serigala
Muncul dari masa silamku
Merobek-robek hatiku yang celaka

Berulangkali kupanggil namamu
Dimanakah engkau wanitaku?
Apakah engkau sudah menjadi masa silamku?



tautan sumber

Friday, March 4, 2011

Curhat Pekan Ini

Tak semudah apa yang direncanakan
Saya hanya ingin melupakan
Atas apa yang telah saya katakan
Semua yang aku angan-angankan

Butuh waktu berapa lama
Hingga semua terlupa
Segala rasa di dada
Sampai semua seperti semula

Sekarang saat berdiam diri
Menyusun semua pecahan hati
Rangkai kembali mimpi-mimpi
Sampai datang gemilang cahaya pagi